
selamat membaca.....
.
.
.
.
.
"duhhh gua boring banget nihh, apa gua ke kelas aja ya" ucap Nindy.
"eh tapi ga jadi deh, kan sekarang udah masuk jam pelajaran yaudah deh emang paling benergua tidur aja" ucanya sendiri
sedangkan di kelas Faris.
"Ris tadi Luh kemana pas tau kalo Nindy sakit" tanya Angga yang memang orang nya selalu kepo
"kepo Luh jadi orang" jawab Faris.
"yaelah Ris Luh sama sahabat gitu banget dah, tinggal jawab aja apa susah nya si" Jawab Angga.
"huh iya deh iya gua Jawab, tadi gua abis ke kelas Nindy trus nganterin dia ke UKS" jawab Faris.
"ada hubungan apa Luh Ama Nindy" tanya Kevin yang begitu penasaran.
"kenapa Luh pada kepo sama urusan gua sih" ucap Faris yang tak tau mengapa ia kesal.
"udah lah gua mau ke keluar dulu" ucap Faris sembari melangkah kan kakinya keluar kelas.
"mau kemana Luh" tanya Angga.
"mah ke toilet, kenapa mau ikut Luh HAH" ucap Faris.
"kaga" jawab Angga yang ikut-ikutan kesal.
skip pulang sekolah
"Nin kamu pulang bareng saya" perintah Faris pada Hira.
"gausah tadi gua udah hubungin bang dimas suruh jemput gua" jawab Nindy.
"tadi bang Dimas ngechat saya kalo dia ga jadi jemput kamu" ucap Faris.
"udah buru masuk" ucap Faris.
__ADS_1
"gua ga mau" tolak Nindy.
"yaudaj kalo ga mau, tapi hati-hati yaa disini banyak preman" ucap Faris menakut-nakuti Nindy.
"ehhhh yaudah deh iya gua ikut" ucap Nindy terpaksa.
"dari tadi ge gitu, buang waktu saya aja" ucap Faris asal ngomong.
di mall
"loh kak kita ngapain ke sini" tanya Nindy penasaran.
"beli cincin buat nanti kita nikah" jawab Faris santai.
"ihhhh bukannya perjodohan nya di batalin yaa" balas Nindy.
"kata siapa hmmm? orang tadi bunda suruh saya untuk beli cincin, udah ayo masuk" ucap Faris.
"huhh iyaiyaaa" jawab Nindy.
"Jalan sini samping saya, jangan di belakangnya saya" ucap Faris yang melihat Nindy berjalan di belakang nya.
"memang mengapa" tanya Nindy yang tak mengerti.
"ya karena kamu akan jadi pendamping saya bukan babu saya" ucap Faris serius.
"apaan sih kak" ucap Nindy yang sudah blushing.
"ihhh iyaiyaa, jangan narik-narik dong" ucap Nindy.
toko perhiasan
"mba tolong pilihkan cicin kawin yang paling bagus ya" ucap Faris pada pegawaiToko perhiasan.
"iya mas, ini kebetulan ada beberapa bentuk yang cocok untuk kalian Berdua" ucap mba pegawai.
"pilih yang mana kamu suka" ucap Faris.
"emmm Kakak aja lah yang milih"ucap Nindy.
"udah buru pilih sesuka kamu" ucap Faris.
"huh, emmm gua pilih yang ini aja deh" ucap Nindy yang sudah memilih cincin.
"bagus juga selera kamu, mba bungkus cincin yang tadi dia pilih" ucap Faris yang begitu dingin.
"baik mas, ini mas cincin" ucap mba pegawai sembari senyum.
__ADS_1
"makasih mba" ucap Nindy lalu pergi.
"kak bisa ga sih mukanya jangan kaya gitu, serem tau ga" ucap Nindy.
"kenapa memangnya kamu takut kalo muka saya kaya gini" balas Faris dingin dan menatap Nindy tajam
"yaaa eng-ga sih" jawab Nindy.
"yaudah yang penting kamu ga takut sama saya" ucap Faris.
"coba deh kalo Kakak senyum pasti banyak yang suka" ucap Nindy.
"nanti kalo saya banyak yang suka kamu cemburu"ucap Faris yang melanjutkan langkahnya.
"yaaa engga lah ngapain saya cemburu sama situ" ucap Nindy.
"ahhh masa, nanti kalo saya cari pacar baru boleh ga" ucap Faris menggoda Nindy.
"awas aja kalo macem-macem" ucap Nindy.
"kenapa memang kalo saya macem-macem hmmmm" tanya Faris menantang.
"yaa gua bales lah, kan kakak cari pacar baru saya juga bisa" ucap Nindy.
"awas aja kalau kamu berani" ucap Faris yang lagi-lagi menatap Nindy tajam.
"ya kan kakak yang mulai duluan" ucap nindy, namun dicuekin oleh Faris.
"kakak marah sama saya" tanya Nindy yang tak tau menau mengapa Faris jadi Diam.
"kak jawab dong, kalo Kakak kaya mendingsaya cari cowo lain aja deh" ucap Nindy yang langsung mendapat tatapan tajam dari Faris.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung......
jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaaa terimakasih...