
selamat membaca....
****
kini Nindy dan David sedang makan di warung bakso pinggir jalan, tadi David yang memaksa Nindy untuk menemaninya makan.
"gua mau pulang ihh" ujar Nindy.
"iyaa nanti kita pulang setelah gua makan" jawab Nindy.
"gua mau nya sekarang David" ujar Nindy geram.
"gua makam dulu nin, gua laper banget sumpah dari tadi pagi gua belum makan" ujar David.
"iyaiyaaa, buruan tapi ntar gua di omelin" jawab Nindy.
setelah makan kini David melaju kan motor nya untuk menghantarkan Nindy pulang
"rumah Luh masih sama kan, kaya dulu" tanya David.
"gua udah pindah" jawab Nindy.
"Hah sejak kapan Luh pindah, tadi gua kerumah Luh masih ada mamah Luh tuh di rumah" ujar David.
"gua karang tinggal sendiri, itung-itung belajar mandiri" jawab Nindy.
"Bentar-bentar tadi Luh bilang kalo Luh ke rumah mamah" tanya Nindy.
"iyaaa" jawab David. "ngapain dah" tanya Nindy.
"tadi niat nya mau Maen sama Luh, tapi gua lupa kalo Luh sekolah" jawab David.
******
"berhenti di sini" ujar Nindy.
"ini rum-"
"makasih atas tumpangannya, gua duluan masuk yaa Luh hati-hati di jalan" ujar Nindy yang memotong ucap David kala melihat Mobil Faris yang sudah terparkir sempurna di garasi Rumah.
"Assalamualaikum" ujar Nindy kala memasuki rumah.
"waalaikumsalam" jawab orang yang berada di dalam rumah.
"loh kamu kenapa pulang nya ga bareng sama Faris" tanya bunda.
"iyaa Bund tadi aku pulang nya sama temen, soal nya ka Faris ada rapat" jawab Nindy.
"ohh iya bund, ka Faris udah pulang ya" tanya Nindy.
__ADS_1
"iyaa, dia lagi di kamar tadi katanya kalo Nindy udah pulang suruh langsung ke kamar aja" jawab bunda.
setelah mendengar jawaban dari bunda Nindy segera melangkahkan kakinya menuju kamar untuk menyusul Faris.
clekkk.
"ka Faris udah pulang" tanya Nindy basa-basi.
"kamu ga liat kan saya ada di rumah, yang berarti saya udah pulang" jawab Faris dingin.
"kemasin barang-barang kamu, hari ini kita pindah Rumah" ujar Faris.
"kak gu-"
"sekarang Nindy" ujar Faris yang penuh penekanan.
"ck iyaiyaa"
setelah mengemasi barang-barang nya kini Nindy dan Faris tengah berada di ruang tengah dan sedang meminta izin kepada bunda.
"kalian kenapa pindah, kalian udah ga betah tinggal sama bunda" tanya bunda sedih.
"bukan ga betah Bund, cuma Faris ga enak aja kalo terus-terusan tinggal di sini" jawab Faris.
"emang harus sekarang yaa, ga nungguin kamu Lulus dulu Ris" tanya bunda.
"udah lah biarin aja mereka pindah mungkin Faris pengen bebas uwu-uwuan sama istrinya kan di sini nanti ke tahuan terus sama bunda" ujar papah yang sedari tadi menyimak pembicaraan.
"baik bund"
"ka Faris serius mau pindah, nanti Faras sendirian dong di rumah, sepi tau ga gaada kak Faris" ujar Faras sedih.
"Faras, nanti kalo Faras kangen sama ka Faris atau ka Nindy Faras bisa Main ke rumah, lagian juga rumah ka Faris kan ga begitu jauh dari rumah bunda" ujar Faris lembut.
"Faras, nanti juga kami berdua bakal sering main ke rumah Faras" saut Nindy.
"janji yaa ka Faris sama ka Nindy bakal sering-sering Main ke rumah" ujara Faris yang menjulur kan kedua jati kelingking nya.
"janjii" ujar Faris dan Nindy sembari mengaitkan jari kelingking mereka dengan jari kelingking Faras.
"yaudha kalo begitu Faris sama nindy pamit yaa bund pah Far"pamit Faris sembari mencium tangan kedua orang tuanya dan di ikuti oleh Nindy.
"Assalamualaikum" ujar mereka berdua.
"waalaikumsalam"
*****
sesampainya di Rumah baru mereka, Nindy terpukau dengan rumah baru nya ralat maksud nya rumah baru mereka Berdua.
__ADS_1
"wahh ka ini sih baguss banget, ga mewah tapi elegan" ujar Nindy.
"hmmmm, ayo masuk kamu mau terus-terusan di luar" tanya Faris.
"itu orang kenapa sih sensasi amat kaya nya sama gua" ujar Nindy
"ka kita tidur di kamar yang berbeda kan" tanya Nindy.
"gak, kita tetep tidur satu ranjang ohh iya satu lagi kamu bisa ga manggil saya tuh jangan kak tapi mas" ujar Faris
"ihhh ga mau ahh, apaan mas-mas geli tau ga" jawab nindy.
"panggil mas atau saya hukum" tanya Faris.
"hukum aja gua ga takut" jawab Nindy sok pemberani.
"Yakin mau saya minta hukuman sekarang hmm" ujar Faris sembari mendekatkan dirinya kepada Nindy.
"ihhh apaa sihh, udah ahh sana jauh jauh" ujar Nindy.
"bilang mas dulu dong" ujar Faris
"gamau"
"mau saya cium lagi kaya waktu di mobil hmm" tanya Faris dengan senyum devil nya.
"ya engga lah"
"ya makannya bilang mas dulu" ujar Faris yabg memang orang nya sedikit keras kepala.
"Mas Faris bisa minggir dulu gaa, saya mau mandi udah gerah nih" ujar Nindy dengan nada yang di buat selembut mungkin.
"nah gitu dong" jawab Faris dan pergi dari hadapan Nindy menuju ruang keluarga.
"kamu mau saya mandiin gaa, biar ga gerah lagi" ujar Fariss.
"FARISS MESUMMMMM" teriak Nindy yang setelah itu langsung menuju kamar nya untuk mandi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya terimakasih....