
selamat membaca....
****
setelah Faris mendapatkan kabar dari kevin tentang kejadian beberapa waktu lalu, kini ia langsung menyusul Nindy ke kelas Nindy.
sesampainya di sana ia melihat Nindy sedang bercanda gurau dengan mantan nya yaitu David, kelihatan sekali jika Nindy mulai nyaman dengan kehadiran sosok David tersebut
melihat itu seketika amarah Faris memuncak dan langsung menarik Nindy dan membawanya menuju rooftop karena di rooftop jarang sekali ada orang di sana.
"Apa-apaan sih Luh, lepasin ga" ujar Nindy yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Faris.
"Diem" ujar Faris yang sedikit membentak, dan itu membuat nyali Nindy menciut.
sesampainya di rooftop mereka berdua saling diam dengan pikiran masing-masing, hingga Faris mulai menanyakan hal yang barusan ia lihat.
"Tadi kamu ngapain aja sama mantan kamu itu" tanya Faris
"bukan urusan Luh" jawab Nindy ketus
"Luh tau kan kalo Luh sekarang udah jadi seorang istri, seharusnya Luh tuh tau kalo Luh ga boleh deket-deket sama lak-" ujar Faris yang langsung di potong oleh Nindy.
"Luh ngaca ga sih, Luh juga sama kali main perempuan di belakang gua" saut Nindy.
"Kapan gua main di bela-" ujar Faris yang masih tak mau jujur
"ck, masih aja ga mau jujur, bilang nya ada Rapat ehh tau nya jalan sama cewe, lain kali kalo mau jalan sama selingkuhan bilang aja gua ga akan marah" ujar Nindy yang langsung menatap mata Faris dengan penuh kebencian.
"Gua minta maaf"
"Ck minta maaf Mulu, sampe bosen gua denger nya, Luh kata dengan kata maaf semua nya bakal balik seperti semula" ujar Nindy yang mampu membuat Faris diam.
"gua minta maaf" hanya itu yang dapat Faris ucap kan
"Luh tau Ris, gua udah berusaha buat percaya lagi sama Luh, ehh tau-tau nya gua malah di kecewain lagi" ujar Nindy yang masih menatap Faris dengan Rasa benci.
"ohh ya satu lagi, gua kan pernah bilang kalo Luh udah ga mau sama gua lagi tolong balikin gua ke orang tua gua secara baik-baik" sambung Nindy yang setelah itu langsung pergi meninggalkan Faris sendiri.
****
kini keadaan di rumah Faris dan Nindy di malam Hari sangatlah sepi, tidak ada lagi yang namanya ribut karena hal kecil, tidak ada lagi Nindy yang bawel karena Faris melakukan sedikit kesalahan, semua itu sudah tidak ada lagi
bahkan sekarang mereka sudah pisah kamar, terkadang Faris merindukan Nindy yang dulu, Nindy yang jika marah akan mengoceh, dan memukuli nya, Nindy yang suka ngambek jika keinginan nya tidak di penuhi, dan semua itu sudah tidak ada yang ada kini hanya ada Nindy yang dingin,cuek, bicara seperlunya, ga banyak omong.
"nin gua kangen Luh yang dulu, Luh yang cerewet, Luh yang suka marahin gua kalo gua telat makan, Luh suka bangunin gua tidur kalo gua ke siangan, Nin gua kangen Luh yang dulu. pliss maaffin gua Nin" ujar Faris yang kini berada di kamar nya sembari memeluk foto dirinya dan Nindy yang sedang tersenyum.
toktoktoktoktoktok
"iya bentar" ujar nya yang langsung bangun dari tidur nya dan berjalan menuju pintu kamar.
clekkk
"Nindy, Luh mau tidur bareng gua lagi yaa yaudah ayo sini masuk" ujar Faris yang sudah kesenangan saat melihat Nindy yang berada di depan kamar nya.
"Gua ijin mau pergi" ijin Nindy yang tak menanggapi ucapan Faris
"Luh mau kemana, sama siapa, ini udah malem loh ga bagus buat anak gadis keluar malem-malem" tanya Faris.
"Gua mau ke rumah Bella, dan kemungkinan gua bakal nginep disana jadi Luh kalo mau bawa temen-temen Luh kesini gapapa asal kan di beresin" ujar Nindy datar.
"Gua ga ngizinin" jawab Faris. "alesannya" tanyan Nindy.
"ya memang jika gua ga ngizinin harus ada alesannya gitu" tanya Faris.
"ngizinin atau ga nya elo gua bakal tetap pergi" jawab Nindy yang langsung meninggalkan Faris di ambang pintu.
"Luh mau jadi istri durhaka hmmm, pergi tanpa ijin suami" saut Faris yang mampu membuat langkah Nindy terhenti.
"Gua ga peduli, Luh juga jalan sama cewe lain tanpa sepengetahuan gua" balas Nindy dan melanjutkan langkah nya.
*****
kini ketiga pria itu tengah duduk di ruang tengah, yaa dia adalah Angga, Kevin dan Faris setelah Nindy pergi tadi Faris memutuskan untuk menghubungi kedua sohib nya itu.
"Luh ada masalah apa lagi sih sama Nindy" tanya Kevin yang jengah dengan hubungan sahabatnya itu.
"yaa seperti yang kalian bilang waktu itu, kalo Nindy tau gua jalan sama Kania" jawab Faris.
"Faris Farissss kok Luh bodoh nya kelewatan sih, udah berapa kali gua bilang Luh tuh udah punya istri masih aja nyari cewe lain" ujar Angga.
"ngga gua ga sengaja ketemu dia di jalan" bantah Faris.
"trus Luh ngapain ogeb ke pantai berduaan" ujar Angga.
"Yaa gua di paksa sama dia" jawab Faris.
__ADS_1
"dih sibego, Luh kan cowo seharunya Luh tegas dong sama si ulet keket itu" ujar Angga.
"jangan bilang Luh ga bisa nolak, gara-gara Luh masih punya rasa sama dia" tanya Kevin curiga.
"ga lah, gua udah bisa lupain dia sedikit-sedikit" jawab Faris yang mulai merebahkan tubuhnya di karpet.
"kalo ga Luh kenapa bisa ke pantai bareng dia bego" geram Angga.
"pas itu dia bilang nya mau ketemu temennya di pantai jadi yaa gua anterin kesana, pas udah Sampe sana dia malah nyuruh gua masuk tuh nah terus gua ga tau tiba-tiba dia udah nyiapin makanan banyak banget" jelas Faris.
"teruss"
"teruss yaa gua ikut makan lah, mubazir kalo di buang" jawab Faris.
"ohhh jadi gitu ceritanya, berarti di sini Nindy yang salah paham sama Luh" ujar Angga dan di balas dengan dehemman saja.
"Ris kalo kata gua mending Luh buat suprise buat Nindy kan biasa nya ciwi-ciwi tuh sukanya di suprisein" usul Kevin.
"hmmm boleh juga, tapi kapan yaa" ujar Faris
"Hari ulang tahun nya Nindy ge" jawab Angga asal. "nah iya bener, kan dia ultah nya 1minggu lagi" jawab Faris
"thanks ya bro saran nya, sekarang kalian boleh pulang" ujar Faris yang mengusir secara halus.
"enak aja Luh nyuruh kita pulang, gua mau tidur di sini aja " saut Angga yang mulut nya terus saja mengunyah makanan.
"iya Ris, Luh ga kasian apa sama gua, ini udah malem loh masa gua di suruh pulang, ntar klo gua di culik sama tante-tante gimana" ujar Kevin.
"Mana ada Tante-tante mau sama modelan kek Eluh" saut Angga.
"Emang temen laknat Luh ngga" dengus Kevin sebal.
****
Pagi harinya Gadis itu tengah mempersiapkan sarapan di rumah Bella, dia kini sudah memakai seragam sekolah nya entah sejak kapan Nindy jadi begitu rajin dan sudah terbiasa bangun pagi tanpa di bangun kan.
sembari menunggu kedua sahabatnya itu untuk turun sarapan, Nindy memulai aktivitas nya dengan menonton drama Korea yang ada di handphone nya.
"Pagi Nin" sapa kedua sahabat nya yang sudah keluar dari kamar.
"hmmm, ayo sarapan habis itu kita langsung berangkat sekolah" ujar Nindy yang langsung di angguki oleh kedua sahabatnya.
sesampainya di sekolah dia dan kedua sohibnya langsung turun dari mobil dan betapa mengejutkan dia melihat gadis yang waktu itu. di pantai bersama Faris.
"Hmmmmmm" dehem Nindy. "ngapain sih tuh bocah segala make sekolah disini" ujar Bella sebal yang memang dari awal dia tidak suka dengan Kania.
"paling mau caper sama ka Faris" jawab Zahra.
"udah ah ayoo ke kelas, ga bagus pagi-pagi udah ngegibah" tegur Nindy.
pelajaran sekolah pun di mulai, kini kelas Faris sangat sepi karena guru yang mengajar adalah guru killer yang dimana berisik sedikit satu kelas kena hukuman.
"toktoktoktok permisi pak" ujar Bu Arum selaku guru BK
"iya Bu ada apa" jawab pak Heri yang notabene nya adalah guru killer itu
"ini saya hanya menghantarkan murid baru pak" jawab Bu Arum.
"ohh iya bu, makasih" jawab Pak Heri. "kalo begitu saya permisi dulu pak" ujar Bu Arum lalu setelah itu pergi.
"silahkan perkenalkan namanya" ujar pak Heri pada Kania.
"baik pak, Hallo semua kenalin nama gua Kania gua pindahan dari luar negeri semoga bisa berteman baik dengan kalian" ujar Kania dengan senyuman yang tak pudar karena dia berhasil satu kelas dengan Faris.
"okeyy Tania, kamu boleh duduk bersama caca di sana" ujar pak Heri.
"Ris mantan Luh sekelas sama kita, awas aja kalo Luh comeback lagi sama dia" bisik Angga pada Faris.
"hmmm Tenang aja ga bakal" jawab Faris. "kalo sampe Luh kembali sama dia, siap-siap Nindy gua jadiin istri" sambung Angga.
"Gua santet Luh ngga" ujar Faris.
kringkringkring
bel istirahat berbunyi yang dimana seluruh siswa siswi langsung menuju kantin untuk mengisi perut nya yang lapar.
"Faris ke kantin nya bareng yaa, soalnya aku belum tau daerah-daerah sekolah ini" ujar Kania yang kini sudah berada di hadapan meja Faris.
"gua ga bisa, Luh sama Caca ke kantin nya" jawab Faris. "ca ajak dia ke kantin bareng Luh" sambungnya.
"siap, ayo Kania kita ke kantin" ajak Caca.
"Luh duluan aja gua mau bareng sama Faris" tolak Kania. "tapi gua ga mau ke kantin Bareng Luh" tolak Faris cepat.
"oh iya satu lagi dan Inget ini baik-baik, gua mau ngasih tau kalo gua udah nikah yang pliss Luh jauhin gua" ujar Faris yang setelah pergi dari kelas.
__ADS_1
"inget itu baik-baik" ujar Kevin.
"ohh iya gua juga mau ngasih tau, kalo istri nya Faris lebih cakep di banding Luh" sambung Angga.
sesampainya di kantin Faris langsung berjalan menuju Nindy yang tengah duduk sendirian karena Bella dan Zahra sedang memesan makanan.
"Ehemmm boleh gua duduk di sini" tanya Faris yang mampu menyadarkan Nindy dari lamunannya.
"cari kursi lain aja, kan masih banyak yang kosong" jawab Nindy yang sama sekali tidak melihat ke arah Faris.
"tapi gua mau nya disini, gimana dong" ujar Faris yang sengaja duduk di samping Nindy tanpa persetujuan nya.
"ye, terserah Luh" ujar Nindy jengah.
"Nin nih pesanan lu-" ujar Bella yang terhenti kala melihat Faris yang berada di samping Nindy.
"ngapain Luh disini, pergi Sono muak gua liat muka Luh ka" ujar Bella yang langsung emosi melihat Faris.
"Apa salah nya saya di sini, toh saya juga suami nya Nindy" jawab Faris santai
"ck, suami yang main belakang di belakang istri aja bangga" saut Zahra.
"Kalo Luh ga tau gimana kronologi nya gausah sok deh" saut Kevin yang baru saja datang bersama Angga.
"lah gua emang tau, kan temen Luh ini selingkuh di belakang Nindy" jawab Zahra.
"gaysss sudahi berantem mu mari makan bersama ku" ujar Angga yang kini sudah duduk menikmati makannya.
saat semua nya sedang makan dengan tenang tiba-tiba ada yang menyiram Nindy dari Belakang, ya orang itu adalah Kania mantan kekasih Faris.
byurrrrrrrrr
satu gelas es teh berhasil Kania siram kan pada Atas kepala Nindy, dan itu yang membuat Bella naik pitam.
"HEH LUH APA-APAAN SIH NYIRAM-NYRIAM TEMEN GUA" bentak Bella.
"jadi Ade kelas yang hormat dong sama kakak kelas nya" jawab Kania santai.
"kakak kelas cabe kaya Luh mah ga pantes di hormati" jawab Zahra yang memang mulut nya pedas.
"BERANI-BERANINYA LUH BILANG GUA CABE" ujar Kania.
"terus kalo bukan cabe apa? *****? Tante? ouhh atau jam-" ujar Zahra yang belum selesai dengan ucapannya.
"Zah udah" tegur Nindy. "Ada masalah apa Luh sama gua" tanya Nindy santai.
"jauhin Faris sekarang" ujar Kania tanpa basa-basi.
"gua udah ngejauhin dia, tapi malah dia terus ngedeketin gua, gimana dong" jawab Nindy.
"gua gak mau tau, Luh harus jauhin Faris dari sekarang" ujar Kania
"heyyy mba nya ga budeg kan, tadi kan saya bilang kalo saya udah jauhin nih cowo tapi malah dia nya yang terus-terusan ngedeketin saya" ujar Nindy.
"Awas aja kalo besok gua liat, Luh masih deket sama Faris gua ga akan segan-segan ngehabisi eluh" ujar Kania.
"sebelum Luh ngehabisi cewe gua, Luh dulu yang gua habisi" ujar Faris yang sejak tadi diam
"Ris kok kamu pilih dia terus sih" ujar Kania dengan suara yang ia buat seimut mungkin.
"itu suara gausah sok di imut-imutin, jatuh nya tuh imut kaga jijik iya" saut angga.
"udah sana pergi Luh *****" usir Kevin dan menatap Kania tajam.
kringgggggggggg
bell sekolah sudah berbunyi dari lima menit yang lalu namun Nindy masih menunggu Bella di parkiran, tadi dia bilang kalo dia kebelet pup jadi nya ya mau ga mau harus nunggu Bella.
"Nin, bareng gua aja ayo pulang nya, lagian juga Luh mau pulang ke rumah kita kan" tawar Faris.
"Luh duluan aja, gua masih ada urusan" jawab Nindy. "gua gak Nerima penolakan Nin" balas Faris dan langsung menarik Nindy untuk masuk kedalam mobil nya.
.
.
.
.
.
bersambung.....
jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaaa terimakasih....
__ADS_1