Dijodohkan Dengan Senior.

Dijodohkan Dengan Senior.
bab 5


__ADS_3

selamat membaca....


.


.


.


.


.


.


*masih di taman belakang*


"mah udah siap semua kan bahan nya?" tanya ayah Nindy


"udah yah, tinggal tugas yang cowok-cowok nihh" jawab mamah.


"panggang tuh danging nya, awas aja kalo sampe kg Mateng" ucap Nindy yang bertujuan untuk Faris.


"yeeee tenang aja, babang Faris mah jago nya nih" ucap Faris dengan ke percayaan diri yang sangat tinggi.


"yaudah buru sana bakar" ucap Nindy.


"baik calon istri ku yang cantik" ucap Faris yang sengaja menggoda Nindy.


"ihhh apaan sih" ucap Nindy yang malu.


skip makanan sudah jadi semua.


"nihh cobain hasil panggangan saya di jamin pasti enak" ucap Faris sembari memberikan piring yang berisikan danging kepada Nindy .


"awas aja kalo ga enak, gua pecat Luh jadi calon suami" ancam Nindy dan mulai mencicipi danging nya.


"gimana enakkan?" tanya Faris yang berharap danging nya enak.


"emmmm gimana yaa, Rasanya sih enak cuma kematengannya kurang" jawab Nindy yang masih mengunyah.


"berarti saya di pecat jadi calon suami kamu dong?" tanya Faris bersemangat.

__ADS_1


"ga tau terserah Luh aja, udah ah gua mau cobain danging nya Bang Dimas aja dia mah pasti enak ga kek Luh" ucap Nindy sambil berjalan ke arah bang Dimas.


"bang dimassss" panggil Nindy pada abangnya.


"hmmm apa, mau danging?" tanya bang dimas.


"Abang tau aja, boleh kan aku ambil dangingnya" tanya Nindy balik.


"sayangnya ga boleh Ade ku sayang, kamu kan udah di bakarin tuh sama CALON SUAMI kamu" jawab bang Dimas.


"ihhhh bang, danging panggangan dia kurang Mateng jadi aku gak doyan" ucap Nindy kesal.


"yaudah kamu bakar sendiri gih" ucap bang Dimas.


"ahhhh bang Dimas jahatt" ucap Nindy ngambek.


"Nindy sini nak" panggil ayah Nindy.


"'iya kenapa yah" tanya Nindy yang sudah nyamperin ayah nya.


"kamu makan danging yang ayah panggang aja nih" ucap sang ayah.


dan beberapa jam kemudian semuanya masuk ke dalam kamar masing-masing untuk tidur.


*pagi hari*


meja makan.


"bang tolong bangunin Ade kamu, kebiasaan nih dia bangunnya siang Mulu" ucap mamah Nindy.


"ehhh bang, biar aku aja yang bangunin" ucap Faris.


"iya udah sana, tapi jangan macem-macem sama Ade gua Luh kalo macem-macem awas aja" ancam bang Dimas.


"tenang aja sih bang" ucap Faris dan menaiki tangga untuk ke kamar Nindy.


kamar Nindy.


"toktoktoktok, Nindy bangun ehh udah siang" ucap Faris sembari mengetuk pintu kamar Nindy.


"NINDYYYYYYY" teriak Faris dari luar dan sama saja hasil nya Nindy tak keluar-keluar.

__ADS_1


"udah lah gua langsung buka aja" ucap Faris sendiri.


"astaga bener-bener nihh anak" ucap Faris yang barusan melihat Nindy yang tak bangun-bangun.


"di gimanain yaa biar dia bangun" pikir Faris.


"ahaaaa gua bisikin aja kali yaaa"ucap Faris yang sudah menemukan ide.


"Nindy sayang bangun yuu, kalo ga bangun saya cium nihh" ucap Faris dengan nada menggoda.


"apa apaan sihh, belum muhrim jugaa Luh" reflek Nindy terbangun.


"nahh kan bangun juga nih anak" ucap Faris merasa senang.


"ohhh jadi Luh yaa yang ngomong engga-engga di telinga gua" ucap Nindy marah.


"aduhh jangan marah dongng, masih pagi ini jangan marah marah yaa" ucap Faris yang sudah tau jika Nindy akan marah


"dahhh gua tunggu di bawah yaaa, buru mandi kamu mau kambing tau gaaa" ucap Faris dan langsung meninggalkan kamar Nindy.


"KAKKKK FARISSSSSSSSSSS" teriak Nindy kesal.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung......


jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaaa terimakasih...


tinggalkan saran di komentar juga yaaaa

__ADS_1


__ADS_2