
selamat membaca.....
****
kini kedua nya masih berada di toko buku, yaa sedari tadi Faris belum selesai memilih-milih buku yang nanti nya akan di beli dan sedari tadi juga Nindy tak henti-hentinya mendecak kesal.
"ck, loh udah belum sih milih bukunya dari tadi lama banget" ujar Nindy.
dan lagi-lagi Faris menjawab "iya bentar lagi, saya belum Nemu buku yang cocok" dan itu yang membuat Nindy menghelai napas frustasi.
"dari pada kamu, marah-marah Mulu mending kamu juga pilih-pilih buku buat nanti di baca di Rumah" saran Faris yang langsung di tolak oleh Nindy.
"ogah" jawab Nindy dan langsung melengos pergi entah kemana.
"heyyy kamu mau kemana" ujar Faris yang sedikit teriak karena langkah Nindy yang semakin menjauh.
****
setelah membayar buku yang ia beli kini Faris menyusul Nindy yang berada di kedai Boba, yaa karena hari itu lumayan panas jadi hawa nya saja ingin minum yang dingin-dingin.
"ayoo jadi ga ke mall nya" tanya Faris.
"engga gua udah gak pengen ke Sono" jawab Nindy.
"yaudah kalo gitu ayok pulang"
"ini bayar dulu, dompet gua di mobil dan gua mager buat jalan kesono nya" ujar Nindy.
"Huhh iyaiyaa" jawab Faris.
setelah dari toko buku itu mereka berdua benar-benar pulang dan tidak jadi ke mall, di tengah perjalanan Nindy menghentikan mobil dengan sangat tiba-tiba.
__ADS_1
"kak berhenti sebentar" ujar Nindy yang mengagetkan.
cittttttt
"huh kamu kalo mau apa-apa jangan ngedadak dong, bikin orang jantungan aja nanti kalo saya meninggalkan kamu mau jadi janda muda" ujar Faris yang sewot.
"iya iyaa maaf, kalo Luh meninggal, gua tinggal cari aja cowo yang lebih ganteng dari Luh lebih baik lebih kaya lebih sabar lebih per-" ujar Nindy yang belum selesai mengucapkan namun di potong dengan ucapan Faris.
"berani kamu ngelakuin itu hmm" tanya Faris yang matanya menatap tajam Nindy.
"yaa beranilah" jawab nya
"coba ulangi sekali lagi" ujar Faris yang mendekat kan dirinya ke Nindy hingga Nindy terpojokkan pada pintu mobil.
"ihhh Luh apa-apaan sihh deket deket gini"
"kenapa emang gak boleh? sama istri sendiri juga masa gak boleh" jawab Faris.
hingga Faris dan Nindy ke habisan nafas baru lah ciuman itu lepas.
"huh huh huhh, luh ma-u bu-nu-h gua yaaa" uajr Nindy yang tersengal-sengal akibat kehabisan napas.
"lain kali napas bodoh" ujar Faris dengan wajah watados nya.
"dan itu hukuman buat kamu karena kamu ngomong yang engga-engga" lanjut nya.
"ye semerdeka Luh aja lahh"
"tapi tadi enak gak, apa nanti di rumah mau nyoba yang labih esktrim lagi.
"KAKK BENER-BENER LOHH YAAA, TAMPANG LOH AJA YANG POLOS TAPI OTAK LOH OMESS" ujar Nindy yang berteriak.
__ADS_1
****
sesampainya di rumah mereka berdua langsung menuju ke kamar dan bersih- bersih karena mereka berdua kan habis dari luar.
selesai bersih-bersih kedua nya duduk di ranjang yang satu megang buku dan yang satu lagi megang hp.
"hallo bel ada apa" tanya Nindy yang kini sedang mengangkat telepon dari Bella
"Nin mantan Luh mau Maen ke rumah luhh" jawab Bella.
"hahh apa gua gak kedengeran anjimm"
"hehh ngomong nya" Tegur Faris.
"sutssssss"
"MANTAN LUHH MAU DATENG KE RUMAH LUH OGEB" ujar Bella ngegas.
"HAHH SERIUSAN"
.
.
.
.
.
bersambung.......
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaaa terimakasih..