Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 11 Rencana Pernikahan


__ADS_3

Satu minggu setelah PKL


(setelah PKL libur panjang semester, jadi para mahasiswa banyak yang pulang ke rumah untuk menghabiskan liburan mereka termasuk haura)


Rumah Haura


Keluarga Saga dan Riko mengadakan pertemuan kecil di rumah Riko ayah haura, karena mereka akan membicarakan perihal pernikahan Haidar dan Haura, dan satu minggu lagi ayah dan bunda haura akan pergi ke luar kota cukup lama untuk mengurus bisnisnya yang ada di Jatim.


Mobil Haidar sudah parkir di depan rumah Riko


"Assalamu'alaikum, Aisya kamu sehat?" tanya Safira lalu memeluk Aisya


"Waalaikumusalam, Alhamdulillah sehat, mbak Safira sendiri gimana sama mas Saga?"jawab aisya


" Sehat juga Sya Alhamdulillah"


"Riko mana Sya? "tanya Saga


"Sebentar mas saya panggilkan silahkan mas mbak, nak Haidar duduk dulu saya panggil haura juga" tutur aisya


"iya Sya Terimakasih" jawab safira

__ADS_1


lalu aisya memanggil haura dan juga suaminya.


5 menit kemudian Ayah, Bunda dan juga haura sudah berada di ruang tamu


"Hallo mas, gimana kabarnya? " tanya Riko


"Baik Ko, kamu sendiri gimana? " tanya saga


"seperti yang mas saga lihat aku baik mas, ayo duduk" ajak Riko sebab dari tadi mereka berdiri untuk menyapa dan saling memeluk untuk melepas rindu


"karena sudah kumpul disini semua mari kita bicarakan soal pernikahan haura dan juga Haidar" jelas papa saga


"besok pah? apa gk terlalu cepat pernikahan harus banyak persiapan kan pah, om bagaimana bisa dilakukan besok?" tanya Haidar lalu memandang haura dengan tatapan yang dingin


sementara Saga dan Riko hanya tersenyum mendengar pertanyaan haidar mengingat para orang tua sudah mempersiapkan segalanya perihal pernikahan mereka berdua sejak mereka memutuskan untuk bertunangan


"kamu tenang saja nak, mama dan tante Aisya sudah mempersiapkan semuanya semenjak kalian menerima perjodohan dan bertunangan, persiapan kita bahkan sudah sangat matang. tinggal kalian yang harus mempersiapkan diri, kalian tenang saja, haura mau ya jadi mantu tante nikah sama kak Haidar besok?" tanya Safira sambil menggenggam tangan haura


haura menatap haidar tanda bertanya ia harus menjawab apa kepada mamanya, dan haidar mengangguk saja "i... iya tante InsyaAllah haura siap" lalu menunduk setelah menjawabnya


"kalau sudah setuju semua mari kita makan dulu mas, mbak, nak"ajak Riko lalu mereka semua ke ruang makan

__ADS_1


setelah makan Riko dan saga ngobrol di ruang kerja, sedangkan Aisya dan Safira di ruang keluarga sibuk ngobrol dan mempersiapkan acara untuk besok.


sementara Haidar dan haura sedari tadi di taman belakang sibuk dengan pikiran dan HP masing-masing lalu mereka masuk ke ruang TV sambil mengobrol banyak hal sebelum mereka menikah


"Ra, nanti setelah menikah kita tinggal di rumah sendiri ya, rumahku yang ada di dekat kampus aku gk ingin orang tua kita tau hubungan kita nantinya gk harmonis" pinta Haidar


"Haura terserah kak Haidar saja gimana baiknya. memangnya kak Haidar punya rumah dekat kampus? kok Haura belum pernah lihat? " jawab haura dingin


"ada,itu yang di ujung jalan dekat sama masjid, nanti setelah nikah jangan berharap aku bisa cinta sama kamu ra, aku gk bisa" jelas Haidar


"jangan bilang begitu kak, belum bisa bukan berarti gk bisa cinta nanti kualat kak kalau bilang begitu. kalau Allah menyatukan kita dengan jalan seperti ini itu bagian dari rencana Allah, kak Haidar jangan lupa Allah itu Maha puitis Maha pembuat skenario termanis untuk semua hamba-Nya. mungkin aku juga belum cinta sama kak Haidar tapi setelah pernikahan aku itu istri kak Haidar dan aku gk akan maksa kak Haidar untuk mencintai aku juga aku gk berharap apapun kepada kakak karena aku hanya menuruti permintaan ayah dan bunda serta janji orang tua kita kepada nenek aku sebagai anak harus menurut kepada perintah dan permintaan mereka selagi itu baik kak" jawaban haura begitu lengkap lalu meninggalkan Haidar begitu saja karena jujur haura ingin menangis sedari tadi lalu lari ke kamarnya


haura di kamar menangis tersendu-sendu mengunci pintu kamarnya lalu duduk dilantai dengan wajah dibenamkan ke pangkuan lututnya dengan menangis terisak


lalu bergeming dalam hati "rasanya sakit sekali kak haidar, sakit hati haura denger kak haidar ngomong begitu"


pukul 7 malam keluarga Haidar berpamitan untuk pulang karena besok acaranya pagi takut telat dan rupanya haura sudah tertidur semenjak pergi ke kamarnya tadi untuk menangis dan melepas sesak di dadanya. jadi Haura tidak keluar untuk mengantarkan keluarga Haidar ke depan.


keluarga haidar bergagas pulang ke rumah, begitupun dengan orang tua haura mereka juga sibuk mempersiapkan acara besok dan tidak lupa untuk istirahat.


jangan lupa like ya kak tinggalkan jejaknya kalau mampir 😘

__ADS_1


__ADS_2