Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 21 Hari Kedua Camping


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 21:00 malam, semua mahasiswa kembali ke tenda setelah jalan-jalan karena bapak dan ibu dosen berpesan jam sembilan malam sudah harus kembali ke tenda. apalagi dosen pendamping malam ini pulang besok akan kembali lagi saat acara api unggun.


Sesampainya di tenda baik haura maupun haidar tak banyak bicara apalagi menyapa teman-teman karena Haidar tau kalau sahabat haura CS marah, apalagi hasan yang pernah mengungkapkan rasa sukanya itu kepada haura dulu sekali, setelah mereka ospek tepatnya apalagi hal itu juga diketahui oleh haidar karena hasan termasuk sahabat Haidar otomatis akan bercerita kepadanya, namun haura dan hasan memilih untuk bersahabat saja sebab hasan juga sadar haura tidak ingin pacaran. sahabat mereka marah karena pernikahan yang mereka rahasiakan, Haidar pun tau mereka marah bukan karena tidak setuju akan pernikahannya akan tetapi mereka tidak jujur dan tidak mengundang teman-teman atas kabar sebahagia itu. sementara hasan, laily, ina, nela tetap akan merahasiakan pernikahan mereka sampai ada penjelasan dari mereka berdua karena mereka tau bagaimanapun Haidar dan haura seperti keluarga bagi mereka.


apel malam sebelum tidur


"Selamat malam teman-teman...." ucap haidar


"malam...." jawab semuanya


"terimakasih untuk kegiatan dan partisipasinya hari ini teman-teman (sambil bertepuk tangan semua) ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘besok pagi kita akan melakukan pendakian ke puncak gunung untuk itu malam ini saya harap kalian semua menyiapkan kebutuhan untuk besok, jangan lupa membawa minum yang cukup dan badan kalian harus fit jika dirasa capek di tengah perjalanan maka harus istirahat dan tidak boleh ada yang dipaksakan. itu saja pesan saya mungkin ada pertanyaan atau tambahan dari yang lain? hasan apa ada tambahan?" tanya haidar ke arah wakil ketuanya


"ada pak wa, jangan lupa memakai pakaian yang hangat karena besok pagi pasti sangat dingin udara di atas puncak, belum lagi kalau malam kita turun" tambah hasan


"oke siap itu tambahan dari wakil kita mohon diperhatikan kiranya sekian dari saya dan terimakasih, selamat malam dan selamat beristirahat semuanya" ucap haidar


"malam" jawab semuanya


setelah apel semuanya masuk untuk beristirahat


Tenda putri


Setelah masuk tenda 10 menit haura keluar karena gelisah tidak bisa tidur, duduk di atas tikar di depan tenda yang jaraknya tidak terlalu jauh sementara yang lain sudah pada tidur


"ly itu haura di luar sendiri kasian temenin gih kamu yang paling dekat dengannya" ucap nela dan ina


"baiklah kalian nanti nyusul kasian haura dia kira kita marah beneran, awas kalau enggak" ancam laily


lalu laily keluar "ekhem,,,, ra kok di luar kamu gk tidur? (memegang pundak haura)"


haura yang kaget seketika langsung memeluk laily dan juga menangis laily kaget dengan sikap haura


"eh ra kenapa kamu nangis segala coba? "


Laily mengelus pundak haura dan melepaskan pelukannya sambil mengusap air mata haura yang sudah jatuh sedari tadi


"aku kira kamu marah sama aku ly, gk mau sahabatan lagi sama aku"


"aku memang marah ra kenapa momen sebahagia itu kamu gk pernah cerita ke satupun dari sahabat kamu atau teman sekampus kita yang sudah seperti keluarga loh ra"

__ADS_1


haura menunduk


"ly, maafin aku bukan maksud aku tidak jujur sama kamu waktu itu aku memang belum bisa menjelaskan tentang pernikahan aku dengan kak haidar karena itu sangat mendadak dan juga kami dijodohkan oleh orang tua kita aku bingung mau ngejelasin gimana lagi ly"


"ngomong-ngomong kamu sama kak haidar sudah berapa lama menikah ra? "


"tiga bulan ly"


"tiga bulan lumayan lama ra, berarti setelah PKL kalian nikahnya? PKL udah tunangan dong ra?"


"udah ly, seminggu sebelum PKL aku tunangan sama kak haidar"


"wah ponakan aku sudah launching dong? "


"jangan ngaco kamu ly ih" jawab haura sambil tertawa


"kalian kan sudah sah jadi suami istri ra, jangan ngomong kamu sama haidar belum tidur bareng ly, ngelakuin hubungan suami istri? apa kalian gk bahagia karena perjodohan? "


"kita sih tidur bersama ly tapi untuk itu memang belum, kak haidar sempat menolak pernikahan kita ly apalagi kehadiranku. tadi pas keluar jalan-jalan itu kak haidar minta untuk memperbaiki semuanya kamu juga denger kan ly? "


"iya ra yang sabar apapun itu asal untuk kebaikan kamu aku selalu ngedukung, btw selamat menempuh hidup baru ya ra semoga kamu bahagia dan cepat dapat momongan"


kemudian ina dan nela keluar dan memeluk haura dari belakang


"makasih kalian sahabat terbaik aku"


"Sama-sama ayuk kita tidur ceritanya dilanjut kalau sudah pulang camping" cetus ina


lalu mereka menarik haura untuk tidur, dari kejauhan haidar hanya tersenyum memperhatikan haura dan sahabatnya karena kebetulan haidar tidur dekat pintu tenda jadi bisa melihat mereka dengan jelas


Fajar tiba


semuanya bangun untuk shalat berjamaah


setelah itu mereka bersiap untuk pendakian .


.


.

__ADS_1


.


pukul 05:00 pagi mereka berangkat mendaki gunung tak lupa dengan barang dan perbekalan yang mereka bawa, baju hangat juga mereka semua mengenakannya begitu juga dengan haura membawa syal warna pink pemberian suaminya


setengah perjalanan


"ra kamu capek? jangan dipaksa istirahat dulu" pinta haidar


"kalian duluan aku nunggu haura dulu"


"ekhem... ekhem... (setelah semua berlalu di depan) pengantin baru romantisnya yang lain ngontrak ini" ucap ina lalu melanjutkan perjalannya ada hasan juga nela ikut tersenyum


"ini gk apa ra aku duluan?" tanya laily


"its oke ly, ini dah ada kak haidar"


"cie,,, aku duluan ya"


"oke siap ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ" ucap haidar haura hanya tersenyum


"mau minum dulu? udaranya dingin ra"tanya haidar


" haura sudah minum kak, terimakasih kita lanjutkan saja teman-teman nanti keburu jauh"


"iya istriku~~~" ucap haidar sambil mengulurkan tangannya untuk membantu haura bangun karena duduk di atas batu


seketika jantung haura berdetak lebih kencang karena sikap haidar membuat mukanya memerah, haidar yang tau langsung tersenyum melihat istrinya


setelah itu mereka menyusul yang lain, sampai di atas gunung mereka berjalan waktunya shalat dzuhur, mereka berhenti untuk mengambil air di sumber mata air di pegunungan itu lalu shalat berjamaah. setelah shalat mereka minum, makan dan istirahat untuk menuju puncak paling atas gunung mereka bersama-sama mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan kita.


waktu menunjukkan pukul tiga sore mereka shalat asyar lalu setelah itu mereka turun gunung bersama-sama sebelum malam tiba


.


.


.


Part ini sampai sini dulu ya readers maaf up nya agak lama besok semoga bisa up satu episode sehari. terimakasih selalu atas dukungan dan semangat kalian ๐Ÿค—terimakasih sudah mampir ke karya pertama aku ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2