Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 7 Pulang Ke Rumah Haidar


__ADS_3

Pagi hari setelah pertunangan itu keluarga Haidar pulang ke kota J yang jaraknya 1 jam dari kampus haidar sekalian mengantar haura balik ke kos nya.


Sebelum berangkat di ruang keluarga


"Riko, aisya, nanti haura tidak usah tidur di kos lusa kan ada acara PKL biar dia nginep di rumahku saja sekalian nanti membeli perlengkapannya bersama Haidar dan berangkatnya biar aku sama istriku yang ngantar ke kampus kamu tenang saja" pinta saga


Haidar dan haura hanya saling lempar tatapan dingin


"Om Saga ndak usah, nanti ngerepotin kak Haidar, tante, juga om lagian haura di kos banyak teman juga dekat dengan kampus" tutur haura


"gk apa sayang kamu ikut kita saja ya gk usah bawa motor sendiri kan kita satu arah" pinta Safira sambil menggenggam tangan calon mantunya


haura menatap orang tuanya seraya memberikan kode untuk izin kepada ayah dan bundanya


"i...iya tante boleh, kalau ayah sama bunda mengizinkan" jawab haura


"tentu saja sayang kami izinkan kamu akan lebih aman di rumah om saga" jawab Riko menambahi


"baiklah ayo kita berangkat keburu siang" ajak saga sambil melihat kearah jam tangannya


mereka menuju mobil yang sudah ada di depan halaman rumah


"kami pamit dulu ya Ko, Sya, " pamit saga dan safira sambil memeluk besannya


begitu juga haura dan Haidar menyalami bunda aisya dan Ayah Riko


sepanjang perjalanan haura dan Haidar di belakang hanya diam saja sambil menjawab pertanyaan papa dan mama Haidar


3 jam menempuh perjalanan mereka sampai di rumah haidar pukul 14:00 karena singgah untuk makan dan shalat terlebih dahulu



Gambaran rumah Haidar ya readers


"Nak, kamu istirahat dulu ya mama antar haura ke kamarnya" perintah mama safira


"iya mah aku istirahat dulu" melangkah menuju kamarnya

__ADS_1


"ayo sayang" mama safira menggandeng haura masuk ke salah satu kamar dekat kamar Haidar


"nak kamu istirahat disini dulu ya nanti kalau ada apa-apa atau kamu butuh apa panggil mamah saja, disebelah kamar kamu juga ada kamar kak haidar bisa memanggilnya jika butuh sesuatu" pinta safira


"iya tante Terimakasih" jawab haura


"jangan tante dong panggil mama sama papa aja kayak kak Haidar manggio kan sebentar lagi mau jadi mantu tante nak" ucap mama safira


"iya mah" ucap Haura sambil tersenyum


mama safira meninggalkan kamar haura sambil mengulas senyumnya.


di kamar


Haidar menatap langit-langit kamarnya sambil memegang cincin yang melingkar dijari manisnya antara bingung dan gelisah harus bagaimana dengan hubungannya bersama felly


"Ya Rabb apa yang harus aku lakukan aku harus memutuskan hubunganku dengan felly, sedangkan aku masih cinta sama felly ya Allah, sementara haura adalah calon istriku" teriak Haidar sambil mengusap kasar mukanya karena haidar tau setelah menikah tidak boleh dipermainkan ijab qabul yang sakral tersebut


whatsapp notif


Haura


Kak Haidar


"Waalaikumusalam, iya nanti malam sehabis sholat magrib aku antar"


Haura


"Terimakasih kak, maaf ngerepotin"


Kak Haidar


"Sama-sama, gk ngerepotin"


(dingin banget jawaban kak Haidar kata haura dalam hati) sambil menatap layar ponselnya lalu tertidur


Adzan magrib berkumandang

__ADS_1


papa saga, mama safira, Haidar dan juga haura sholat berjamaah, setelah itu mereka makan malam...


"Pah Haidar mau minta izin keluar sebentar sama haura katanya ada yang perlu dibeli untuk besok" jelas Haidar


"pergi saja nak, pakai mobil ya hati-hati kamu jagain haura dan jangan pulang terlalu malam nak"jawab saga


" iya Pah kita pergi dulu" jawab Haidar sambil berpamitan dengan orang tuanya diikuti oleh haura


Di mall


"kak haura ke sana dulu ya (sambil menunjuk kearah tas) kakak mau ikut? "


"aku tunggu disini ya ra kamu ke sana saja milih dulu, aku juga ada yang mau dibeli sebentar di sebelah sana" jawab haidar


setelah beberapa menit memilih tas, sepatu dan hijab juga cemilan lengkap haura menuju kasir untuk membayar dan Haidar menyusul Haura


"Ini mbk kartu debit nya" ujar haidar menyodorkan kartu ATM untuk membayar belanja Haura dan juga belanjanya sendiri


"gk usah kak biar haura bayar sendiri ini kan kebutuhan haura, haura masih ada uang kok juga kemaren habis dikasih sama ayah" tolak haura


"gk ra, sekarang aku calon suami kamu dan ini perintah papa jadi jangan ditolak, ini sudah cukup apa ada yang mau dibeli lagi? " tanya Haidar


"sudah kak, makasih banyak ya kak"balas haura sambil tersenyum di depan Haidar


"iya Sama-sama" jawabnya singkat


lalu mereka pulang menuju parkiran mobil


Di mobil perjalanan pulang


"kak Haidar maafin Haura ya banyak ngerepotin kakak, semenjak Haura hadir dalam hidup kakak, juga karena perjodohan ini juga membuat kak Haidar gk bisa bersama dengan pilihan kakak sendiri"tanya Haura takut


" gk apa ra udah jangan difikirkan ya, aku memang gk setuju dengan perjodohan ini tapi ini juga bukan salah kamu juga" jawab Haidar menenangkan Haura


sesampainya di rumah mereka menyiapkan barang-barang yang harus dibawa besok untuk PKL setelah semua beres lalu berbagai untuk istirahat ke kamar mereka.


jangan lupa tinggalkan jejak ya kak 🙏

__ADS_1


__ADS_2