Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 26 Menginap di rumah mama dan papa


__ADS_3

Siang hari pukul 13:30


haidar dan juga haura telah sampai di depan rumah mama dan papa haidar, kebetulan siang itu cuaca tidak terlalu terik jadi mereka otw siang hari dari rumah.


"assalamu'alaikum mah, pah" ucap haura lalu menyalami mertuanya dan memeluknya


"waalaikumussalam, eh sayang kesini gk bilang mamah? Atau telfon dulu gitu kan mamah bisa masak kesukkan kalian?" mama safira


"ini haura bawain kue mah, tapi gk bikin sendiri ☺ iya mah sebetulnya kemarin mau langsung pulang sini tapi kak haidar minta pulang rumah dulu karena capek" jawab haura


"mamah, papah" haidar menyalami orang tuanya" sapa haidar setelah memarkirkan motornya


"kalian masuk dulu makan gih pasti belum makan siang kan sekalian kita cicipi kue yang kamu bawa? "pinta mama safira menggandeng menantunya


"iya mah memang sengaja mau makan siang di sini haura yang minta"omel haidar


" baiklah kita makan dulu yuk"papa saga mengajak mereka ke meja makan


di meja makan


"gimana pekerjaan kamu dar yang kemarin kirim ke kota S?"tanya papa saga


" alhamdulillah pa lancar tinggal nunggu kurirnya pulang saja" jawab haidar lalu melanjutkan makan


"haura sudah isi sayang?" tanya mama safira membuka keheningan


"maksud mamah?"haura menjawab


"hamil sayang"jelas safira


seketika haura menoleh ke arah haidar


"masih proses mah pah doakan kita semoga disegerakan"jawab haidar


tak heran karena haidar memang anak tunggal mereka jadi kalau ada cucu rumah mereka akan ramai tidak sesuai ketika ditinggal haura dan haidar

__ADS_1


"iya mah doakan saja semoga haura segera hamil" jawab haura sambil senyum


"yaudah makan dulu semua" kata papa saga


setelah makan siang selesai haidar istirahat di kamar sementara haura membantu mama safira di dapur


Malam hari


"ra aku jadi kebayang kat-kata mama sama papa tadi siang"kata haidar


"yang mana kak?"tanya huara sambil melihat ke arah suaminya di balkon


"yang minta cucu 😄" jawab haidar sambil nyengir senyum devil


"terus kak? kan belum dikasih kalau itu urusan Allah kak haura pasrah saja yang penting kita sudah berusaha"jawab haura begitu santai


"kalau gitu kita buat lagi yuk ra biar cepet ngisi 😂"canda haidar


"lagi kak? bukannya tadi siang sebelum kita ke sini juga udah kak?" haura menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"emmm haura ke depan sebentar kak" haura lari dari kamar seketika pergi ke taman depan untuk menghirup udara malam


"assalamu'alaikum, bunda ayah kapan pulang? haura kangen. carissa mana bunda"


suara haura dengan bunda nya sedang vidio call di sebrang sana


"waalaikumsalam sayang, baru aja tadi habis isya' ayah sama bunda pulang sayang, kalau adik kamu masih di rumah nenek pekan depan baru pulang. kabar kamu gimana nak sama suami kamu? " tanya bunda


"alhamdulillah baik juga bun, bunda ayah sehat kan? "


"kita sehat sayang"


"haura sudah ada tanda-tanda belum nak? ini sudah 3 bulan lebih kalian menikah loh


" bunda ih pertanyaan bunda sama aja seperti mama safira deh haura masih pengen bebas bunda"

__ADS_1


"jangan gitu sayang hal yang baik harus disegerakan juga. ingat kata bunda ya nak layani suami kamu dengan baik"


"iya bunda, haura tutup dulu bunda besok kita sambung lagi kak haudar manggil haura. assalamu'alaikum"


haura menutup sambungan telepon bundanya lalu masuk rumah


"ada apa kak?"


"kenapa malam-malam di luar rumah sayang?"


"pengen udara segar aja kak, tadi habis telfon sama bunda katanya sudah pulang hari ini, besok-besok kita main ke sana ya kak"


"iya sayang ayok tidur udah malam"


mereka masuk kamar


pukul 22:00


mereka belum tidur masih menonton tv dengan haidar yang tidur di pangkuan haura


"kak ini di grup ramai banget kenapa ya"


haura mencoba membaca chat mereka


"ini hasan beneran kak mau nikah sama nela?bukannya kemarin mereka masih bercanda ya kak tiba-tiba menikah aja, apa dijodohkan juga? mereka apa udah lama pacaran di belakang kak?" banyak pertanyaan haura


"kayaknya engga deh ra kan hasan deketnya sama keluarga kamu ra gk pernah datang ke rumah nela juga apalagi pacaran"jawab haidar


"kita tinggu saja berita besok kak, biasanya kak haidar kan ke bescame ketemu hasan"


"yaudah tidur ra udah malam, kamu cemburu ra?"


"kak haidar jangan ngaco deh" sambil memukul lengan suaminya


lalu mereka tidur dengan tenang

__ADS_1


sampai di sini part ini mohon saran dan kritikannya juga kak, jangan lupa likenya 😍terimakasih 🙏


__ADS_2