Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 17 Seminggu Pernikahan


__ADS_3

Hari ini sudah satu minggu haura dan haidar menikah tapi keadaan masih tetap sama, mereka masih saling menjaga saja belum saling cinta, dan hari ini juga bertepatan dengan ayah dan bunda haura akan pergi keluar kota karena bisnisnya.


hari ini haidar pulang ke rumah haura untuk mengantar ayah dan bunda haura berangkat.


"haura, ayo cepat nanti ayah sama bunda keburu berangkat kalau lama dandannya"omel haidar


" baru juga 10 menit kak haidar bentar haura ambil tas dulu"jawab haura sambil mengambil tas yang ada di lemarinya


"yaudah aku tunggu di mobil dulu"


lalu Haidar keluar kamar menuju garasi mengeluarkan mobilnya dan menunggu istrinya di mobil


"sudah dikunci pintunya?"tanya Haidar dari dalam mobil


"sudah kak"Jawab Haura


"cepat masuk"pinta haidar


haura langsung masuk mobil, setelah 2 jam perjalanan mereka sampai di rumah ayah riko


"Assalamu'alaikum, Ayah bunda haura gk telat kan? "sapa Haura ketika sampai di depan pintu rumahnya


"mana suamimu nak? "tanya bunda aisya


"itu lagi parkirin mobil bun, yang anak bunda itu haura apa kak Haidar sih bun aku kok gk ditanyain kenapa harus mantu kesayangan ayah sama bunda saja?" omel haura


"Ih kamu sama suami sendiri gitu, ayah sama bunda juga kangen sama kamu nak" sahut bunda aisya sambil memeluk putrinya


kemudian Haidar masuk rumah


"Assalamu'alaikum Ayah, Bunda bagaimana kabar kalian? sehat kan yah, bun?" tanya Haidar sambil bersalaman dengan mertuanya


"alhamdulillah kami sehat nak, ayo duduk dulu nak Haidar" sapa ayah mengajak Haidar duduk di ruang keluarga

__ADS_1


"bunda sama ayah berangkat jam berapa? " tanya Haidar


"jam 10 nak, nanti bisa antar kami ke bandara kan nak, rencananya ayah mau bawa mobil sendiri cuma dibawa pak supir dulu ke Jatim karena kita mau ke Jakarta lebih dulu nak" tutur aisya


"bisa bun, sekalian arah kami pulang nanti biar kami yang antar" jawab Haidar


"ayo sarapan dulu nak" ajak Riko kemudian


mereka berempat berjalan menuju meja makan sementara bunda dan haura menyiapkan makanan lalu duduk dan ikut makan juga


setelah mereka selesai keluar dan siap-siap untuk berangkat


kemudian mereka berangkat, di dalam mobil


"nak Haidar, Haura gimana kalau di rumah? manja atau gk dia itu agak manja juga cerewet walaupun kelihatan pendiem gitu" tutur bunda sambil tertawa sambil dipelototi oleh Haura sedari tadi yang sudah merasa sangat malu, Haura yang duduk di sebelah bunda dan ayah di depan bersama Haidar hanya mengulas senyum


"engga kok bun Haura rajin, baik juga mandiri di rumah rajin masak bun" jawab Haidar sambil menyetir


"iya nak, alhamdulillah kalau begitu, haura memang suka bantuin bunda di dapur. jangan lupa cepat kasih ayah sama bunda cucu ya Haidar" pinta ayah


"kamu gimana nak?siap gk jadi mama muda? " tanya aisya


"kalau Haura insyaallah siap-siap aja bun terserah kak Haidar saja jawab Haura sambil melirik Haidar yang sedari tadi memperhatikan dari kaca di depannya


setelah 4 jam mereka sampai di bandara


" nak jagain anak ayah ya, jangan sakiti dia ayah percaya kamu imam yang baik" pinta ayah lalu memeluk Haidar


" pasti yah Haidar jagain putri ayah dengan baik ayah sama bunda jangan khawatir" Jawab Haidar


"baik-baik ya nak" ucap aisya kepada Haura dan Haidar


lalu Riko dan aisya berlalu masuk ke bandara. mereka tidak menunggu sampai ayah dan bunda berangkat karena Haidar ada janji dengan konsumen harus segera kembali ke rumah

__ADS_1


"ayuk ra kita balik ayah sama bunda sudah mau terbang"ajak haidar


" iya kak"


Rumah....


sampai di rumah mereka setelah menempuh perjalanan 3 jam karena mereka pulang ke rumah yang ada di kota K


"ra, aku mau pergi kerja dulu ya kamu di rumah dulu aku tinggal gk apa?"


"iya gk apa kak, salim dulu" Haura mengulurkan tangannya lalu Haidar mengecup kening Haura sebentar lalu berlalu pergi ke kota J untuk pekerjaannya


"kak Haidar pergi aku masak aja dulu nanti malam biar bisa dinner di rumah bareng" kata Haura


laku Haura memasak, membersihkan rumah dan lain-lain


setelah beres Haura mandi, sholat dan menunggu suaminya pulang


pukul 8 malam Haidar pulang


tok... tok... tok...


"assalamu'alaikum, Haura? "


Haidar mengetuk pintu karena tidak membawa kunci pintu


"waalaikumsalam kak, sebentar" lalu Haura membuka pintunya, menyalami suaminya dan mereka berdua masuk


"kak hadir sudah makan malam? " tanya Haura


"belum ra, sengaja gk jajan karena tau kalau kamu masakin" jawab Haidar sambil mencolek hidung istrinya


Haura merasa malu dan wajahnya memerah

__ADS_1


lalu Haura mengambilkan makan untuk suaminya dan mereka makan bersama setelah itu mereka istirahat


jangan lupa tinggalkan jejak kak maaf baru update karena sibuk kerja 🥰


__ADS_2