
Hari H pertunangan
pukul 19:00 WIB
Rumah keluarga Riko
"Bun, panggilkan putri kita sebentar lagi mas saga dan rombongan akan sampai"pinta Riko
" iya yah aku ke kamar haura dulu"meninggalkan ayah Riko di ruang keluarga
"Sayang apa kamu sudah selesai? " tanya aisya bunda haura sembari berjalan mendekat kepada haura yang selesai di make up sama mbak nisa
kemudian mbk nisa keluar dari kamar haura
(mbk nisa adalah perias kepercayaan bunda aisya dan keluarganya untuk make up acara-acar penting keluarga)
"sudah bunda, haura sudah..... sudah siap" haura menoleh kearah bundanya dengan wajah sendu menjawab pertanyaan bundanya
"kenapa sayang kamu menangis? " aisya memegang dagu haura dan menatap mata putrinya yang berkaca-kaca dengan tangisan sendu
"bunda, bukannya haura tidak menerima perjodohan ini, haura sangat ikhlas dengan apa yang ayah dan bunda putuskan, tapi apa tidak bisa dibatalkan saja pertunangan ini? sepertinya kak haidar juga tidak menginginkan perjodohan ini bunda, kak haidar menerima karena takut om saga sakitnya kumat, haura melihat kak haidar gk suka sama haura, terlihat begitu tidak menginginkan pernikahan kita bunda, apa bunda tidak bisa membatalkannya saja sebelum pertunangan ini? kak haidar sudah punya pacar namanya felly satu kampus sama aku juga bagaimana nanti haura bisa tinggal sama kak haidar yang bahkan tidak akan punya rasa cinta untuk haura bunda? "
makin terisak dengan tangisannya dan tidak memperhatikan hijabnya yang basah sedari tadi
"haura sayang, anak bunda ( sambil mengelus kepala haura) nanti kalau kak haidar sudah menikah dengan haura, pasti akan menyayangi dan mencintai haura sepenuh hati seperti ayah sama bunda juga adikmu carissa, cinta akan datang dengan sendirinya nak, bunda yakin haidar anak yang baik juga tau Agama bagaimana batasan-batasan nanti saat sudah menjadi imam kamu nak. percaya sama bunda ya, yang sabar, ikhlas dan harus tulus dalam menjalani apapun langkah yang kamu ambil nantinya. sebab Allah Maha sebaik-baik pembuat skenario untuk hamba-Nya". nasehat bunda sambil memeluk haura, haura pun memeluk bunda nya.
"udah dong nangisnya nak, nanti gk kelihatan cantik lagi kalau kamu nangis terus, usap air mata kamu, ayo kita segera turun sayang, keluarga om saga akan segera datang"tutur aisya lalu menggandeng haura keluar dari kamarnya
kira" seperti ini dekorasi pertunangannya ya readers 😉 anggap saja tulisan namanya Haidar & Haura
__ADS_1
5 menit kemudian
keluarga Haidar datang, memang tidak banyak yang diundang dan diajak oleh keluarga Haidar, cukup sanak saudara dan rekan bisnis ayah riko dan papa saja saja yang diundang, Teman-teman kuliahnya tidak diundang karena Haidar dan haura sepakat tidak ingin ada yang tahu kalau mereka berdua dijodohkan.
Haidar yang sudah siap memakai tuxedo warna navy dan haura memakai dress navy senada dengan hijabnya membuat haura terlihat anggun, cantik dan berkelas begitu juga dengan Haidar
turun dari tangga bersama bunda aisya
.
.
.
Haidar tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari haura
"subhanallah ternyata haura begitu cantik, seanggun inikah calon istri yang sesungguhnya untukku ya Rabb... betapa berdosanya jika aku menyia-nyiakan wanita sebaik dan seanggun haura, bahkan di dalam hatiku selalu ada felly" tutur Haidar dalam hati lalu tersadar dari lamunanya karena dipanggil oleh carissa adik haura
mendengar itu semua orang tersenyum
"cantik sekali kamu sayang" ucap Safira mama Haidar
"terimakasih tante" jawab haura sambil tersenyum
lalu mereka menggandeng haura dan Haidar untuk duduk
tukar cincin
fotografer memotret jari mereka untuk kenangan. sepanjang acara mereka tidak bertegur sapa hanya diam dan saling lempar senyum... mungkin saling baper ya readers kayak author 😉
__ADS_1
keluarga Haidar menginap semalam di rumah haura sebab itu permintaan ayah haura karena rumah Haidar 3 jam dari rumah haura dan sudah malam jadi menginap, besoknya baru balik rumah dan mengantar haura ke kosnya karena lusa acara PKL...
Skip ruang keluarga
"mas saga mba safira silahkan kalau mau tidur kamarnya sudah disiapkan bi rus mari saya antar"pinta aisya
"biar mas lanjutin bincang-bincang sama suamimu dulu sya"lanjut saga
" iya mas, mari mbak saya antar ke kamar"ajak aisya
aisya dan safira menuju kamar yang sudah disiapkan mereka berdua masuk kamar karena ada yang perlu dibicarakan juga mengenai Haura dan Haidar
"mba safira boleh saya ngomong sebentar? " tanya aisya
"boleh lah sya ayo sini dulu kita ngobrol bentar lagi jadi besan kan" kata safira sambil tersenyum
"tadi pagi haura nangis mba takut karena kak haidarnya itu gk akan mencintai seperti kita mencintai Haura karena Haidar ada pacar felly namanya mba kalau tidak salah?" jelas aisya
"iya sya mereka pacaran udah satu atau dua tahunan mungkin sya tapi aku sama mas saga kurang setuju masih pengen saja Haura yang jadi menantuku sya, Haura udah aku anggap putriku sendiri dan aku yakin dia yang terbaik untuk Haidar putraku sya, soal cinta jangan khawatir Haidar juga tau lah sya agama nanti kalau udah nikah pasti mereka akan saling cinta aku percaya itu, jangan terlalu difikirkan ya sya, maafin anak aku ya sya" tutur safira
"gk apa mba safira kita banyak doa saja ya mba, yasudah mbak safira istirahat saja anggap rumah sendiri ya mba aku tinggal kalau mbak safira ada yang diperlukan bisa panggil aku, haura atau bi rus ya mbak" kata aisya
" makasih ya sya"
lalu aisya keluar dari kamar sambil tersenyum kepada safira
sementara Haura sudah tidur, Haidar juga tidur dikamar dekat dengan kamar Haura sementara ayah dan papa saga masih mengobrol di ruang keluarga
bunda aisya masuk kamar dan ikut istirahat karena sangat capek mempersiapkan acara tunangan hari ini
jangan lupa kasih like ya kak 🙏 terimakasih sudah mampir
__ADS_1