
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam Haidar sampai di rumah barunya.
"Pah, mah makasih ya sudah ngantar kita" kata Haidar
haidar gk bawa mobil karena mobilnya ada di rumahnya itu
"papa sama mama ndak nginep sini aja sudah lumayan malam? " tanya Haura sambil bersalaman dengan mertuanya
"gk nak papah besok ada kerjaan banyak mama juga ada arisan, kalian masuk saja kami pamit dulu langsung pulang, Haidar jaga Haura dengan baik ya nak" kata saga sambil mengelus kepala menantunya
"Siap pah, Hati-hati pah, mah" kata Haidar setelah mobil ayahnya melaju lagu lalu haidar mengajak Haura masuk
"Ini kamar kita ra, maaf disini cuma ada dua kamar yang satu kamar tamu, kamu gk apa kan kita sekamar" tutur Haidar
(kita? kak Haidar mau sekamar sama aku dia kan gk cinta sama aku) ucap Haura dalam hati
"gk apa kok kak, Haura menjawab lalu mengangguk
Pukul 9 malam saatnya mereka istirahat Haura membersihkan make up nya di meja rias dan mengganti pakaiannya dengan pakaian dinas yang sesuai dengan statusnya sekarang yaitu seorang istri. Haura selalu mengingat pesan bundanya. lalu Haura melangkah keluar kamar mandi dan berdiri dibelakang haidar yang dari tadi di balkon kamar menelfon seseorang
__ADS_1
"assalamu'alaikum sayang, kamu apa kabar? kok sekarang jarang hubungin aku kamu sibuk ya? suara felly di sebrang sana
" Wa'alaikumussalam sayang aku kebetulan lagi sibuk banyak kerjaan makanya gk sempat telfon" jawab Haidar bohong kepada felly
"kamu jangan tinggalin aku ya yang"
"gk akan fel aku sayang sama kamu"
Tiba-tiba Haidar menoleh kebelakang melihat Haura berdiri dari tadi dan tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka, Haidar terkejut melihat Haura yang biasanya berhijab, ini baru pertama kalinya melihat huara melepas jilbabnya dan mengenakan pakaian sexy serta transparan dengan rambut lurus yang tergerai, kulitnya putih dan cantik, layaknya malam pertama akan selayaknya terjadi bahkan Haidar sampai menekan salivanya, bagaimana tidak Haidar juga laki-laki normal melihat Haura yang cantik seperti itu tentunya akan tergoda.
"Udah dulu ya nanti aku telfon lagi" lalu haidar menutup telfonnya
sambungan telepon terputus
"Ra kamu ngapain pakai baju begituan? (tanya haidar heran) walaupun ini malam pertama kita tapi aku gk cinta sama kamu aku gk akan sentuh kamu dan aku gk tertarik sama kamu ra ganti bajumu dan jangan pernah memakainya lagi di depanku" bentak Haidar memberikan penekanan pada setiap kalimatnya di depan haura
deg,,, jantung haura begitu sakit sekali
"kak haidar maaf, haura hanya ingin melakukan tugas Haura sebagai seorang istri gk lebih, kalau memang kak haidar gk suka haura gk akan pernah melakukannya lagi"jawab Haura
__ADS_1
jawab haura sambil berkaca-kaca dan membela diri mendengar perkataan haidar seperti itu lalu Haura lari ke kamar mandi ia menangis sejadi-jadinya dan mengganti pakaiannya dengan berhijab kembali Haura malu dengan apa yang dilakukan malam ini padahal sudah sepantasnya hak dan kewajiban suami istri dijalankan sesuai agama walaupun mereka belum saling cinta.
setelah 10 menit haura keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah sofa untuk tidur karena tidak ingin mengganggu haidar yang berada di kasurnya yang menatap haura dengan tatapan dingin tak perduli
" ya Allah ini baru pertama kalinya kak haidar membentak ku, walaupun dia tidak hangat dia selalu lemah lembut kepadaku karena aku adalah temannya di kampus tapi hari ini?" suara haura dalam hati lalu berbaring di sofa kamar untuk tidur dan masih saja meneteskan air matanya
haidar yang sedari tadi melihat kearah haura tau kalau haura sangat sedih dan juga menyembunyikan tangisannya.
haidar mengusap kasar mukanya
"ya Allah apa yang aku lakukan kepada haura aku sudah berkata begitu kasar, apa yang harus aku lakukan terhadap felly haruskah aku putus dan cerita yang sebenarnya tolong bantu Haidar ya Rabb,,, aku bahkan sudah berjanji kepada ayah Riko untuk menjaga Haura dan tidak untuk menyakitinya, bagimana kalau nanti Haura minta pulang dan ngadu kepada orang tuanya juga mama sama papa" batin haidar
setelah bingung Haidar akhirnya merebahkan diri di kasur king sizenya itu.
tengah malam haidar bangun ingin meminta maaf kepada Haura karena tadi sangat kasar kepadanya namun ternyata Haura sudah tertidur dengan pulas dengan wajah sembabnya karena habis menangis sedari tadi waktu dibentak oleh Haidar
haidar pun tidak berani membangunkannya
lalu haidar dan haura tidur dan sibuk dengan apa yang ada dipikiran mereka masing-masing
__ADS_1
jangan lupa dukungannya kak kalau mampir 🙏