Dijodohkan Dengan Teman Kuliah

Dijodohkan Dengan Teman Kuliah
BAB 19 Masuk Kuliah dan Rencana Camping Kelas


__ADS_3

Libur semester dan PKL telah berlalu, minggu ini haura dan haidar sudah mulai masuk kampus lagi, sedangkan ujian Laporan PKL juga telah dilaksanakan satu minggu sebelum perkuliahan mulai aktif, begitu juga dengan pernikahan haidar dan haura yang sudah berjalan selama satu bulan lebih, namun hubungan mereka masih sama belum saling mencintai sepenuhnya walaupun di hati haura sudah ada rasa cinta yang sedikit demi sedikit tumbuh, akan tetapi haidar masih tetap dingin dengan sikapnya walaupun sudah terkesan baik dan menghargai haura sebagai istrinya.


"Masak apa ra" tanya haidar tiba-tiba berada di belakang haura seraya mengagetkan haura saat memasak di dapur


"kak haidar,,,,ngagetin aja ih... (sambil berbalik menatap suaminya) masak sup sama ayam kak, mau sarapan sekarang engga ini ada jam kuliah pagi kan kak? "tanya haura


"iya sekarang aja kita sarapan ra nanti telat"ajak haidar lalu duduk di ruang makan yang berada di sebelah dapur


mereka berdua lalu menyantap sarapan dengan tenang, hanya ada suara sendok dan garpu saja, setelah itu haura membereskan dapur dan dibantu juga oleh Haidar lalu siap-siap untuk berangkat ke kampus


" kak haidar tunggu haura sebentar mau benerin hijab dulu boleh? "tanya haura


" hemmm" hanya jawaban itu yang keluar dari mulut haidar


lalu haura lari ke kamar mengambil perlengkapan ke kampus dan berdandan, setelah 5 menit haura turun untuk berangkat bersama haidar


sepanjang perjalanan haura dan haidar hanya diam dan saling lempar tatapan lalu mengelak ke arah lain bergantian


kampus...


"kak kenapa parkir ke dalam hampir dekat kelas kita? gk turunin haura di gerbang saja nanti kalau teman-teman lihat dan banyak tanya gimana? " tanya haura sambil menata tas dan bukunya


walaupun kampus mereka dekat dengan rumah tetapi haidar membawa mobil agar haura bisa nyaman dan tidak bawa motor sendiri.


"engga apa ra mereka tidak akan tahu kalau kamu satu mobil sama aku. kamu jalan duluan ya nanti aku nyusul mau ke KOPMA (koperasi mahasiswa) sebentar ya ada yang perlu aku urus ke kak dian"


"iya kak, salim dulu" haura mengulurkan tangannya untuk menyalami haidar sementara haidar memberikan kecupan singkat di kening haura, setelah itu haura turun dari mobil haidar melewati kantor jurusan lalu menyusuri koridor menuju ke arah kelas, sementara haidar hanya memperhatikan dari dalam mobil untuk memastikan bahwa temannya tidak ada yang melihat mereka berangkat bersama, karena mereka sudah berangkat agak pagi dari jam masuk biasanya


Semakin jauh haura dari pandangan haidar tiba-tiba ina ada di belakang haura


"pagi ra, sendiri aja gk bareng sama laily?" sapa ina menghampiri haura


"eh ina, engga na soalnya aku berangkat dari rumah tante jadi engga mampir ke kosan dulu, udah yuk masuk" jawab haura


kemudian mereka bergandengan masuk ke dalam kelas (maaf na aku bohong lagi ke kamu. aku belum bisa cerita semuanya, aku enggak mau kalau kamu tau pernikahan aku sama kak haidar nanti kak haidar bisa marah sama aku karena kita sudah janji akan merahasiakan pernikahan ini untuk sementara waktu.


Jam menunjukkan pukul 8 pagi semua mahasiswa sudah kumpul di kelas melangsungkan pembelajaran bersama bapak dosen, setelah mata kuliah berakhir, bapak dosen memberikan penjelasan mengenai acara camping kelas yang diadakan setiap satu tahun sekali.


Acara ini memang tidak wajib untuk semua mahasiswa akan tetapi untuk mapala dan anggota turing bisa ikut acara tersebut. kebetulan haidar dan teman cowok sekelasnya termasuk dalam anggota turing, bagitu juga haura serta teman satu kelas mereka ikut mapala. mereka sering mengadakan acara camping sendiri satu kelas sebagai bentuk solidaritas dan tentunya dengan izin dari pihak kampus.


Pelajaran selesai dosen keluar dari ruang kelas


"gimana minggu depan pada ikut semua gk mau acara turing sekalian camping" tanya hasan


"ikut dong...ikut lah bro,,, ikut tentunya..." teriakan mereka semua di kelas


"gimana pak ket? bisa ikut kan apa sibuk kerja?" tanya maul kepada haidar


"ikut lah bro, rencana acara camping ini kan barengan sama mapala gimana nanti kalau aku izin sama dosen pendamping kalau nanti kita satu kelas acara sendiri. kegiatan kita tetap sama dengan mapala cuma kita sebelahan tempatnya sama mereka terus kegiatan tetap sama juga, jadi nanti kita punya program dan struktur sendiri, gimana pada setuju gk? " tanya haidar


"setuju" jawab mereka serentak


tentunya dosen pendamping akan mengizinkan karena haidar cs adalah mahasiswa yang rajin, bertanggung jawab serta bisa diandalkan


"aku sama hasan ke kantor jurusan dulu teman-teman tunggu kabar baiknya" seru haidar


lalu mereka berdua jalan menuju kantor jurusan, setelah 30 menit mereka berdua keluar dengan semangat dan tawa yang sumringah karena mereka sudah dapat surat serta mengantongi izin dari dosen pendamping serta fakultas.


haidar dan hasan berjalan menuju koridor kampus untuk menyampaikan berita ini kepada yang lainnya, setelah sampai Kelas hasan menyampaikan kalau pak dosen sudah mengizinkan, lalu michell selaku sekertaris mencatat siapa saja yang akan ikut karena tidak ada pemaksaan untuk ikut atau tidak walaupun lebih seru ikut semua


"Ra, kamu ikut kan apa mau izin bunda dulu biasanya bunda aisya khawatir kalau kamu ikut acara ginian? laily sama ina ikut, yang lain juga ra, cowok-cowok ikut semua juga lo ra


Haura menatap haidar sebenarnya pengen ikut takut haidar tidak mengizinkan bukan karena takut dilarang bunda aisya karena setelah menikah haura harus izin sama suaminya. setelah itu haidar menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengijinkan haura ikut.


"iya deh cell aku ikut pasti bunda ngizinin kok cell" jawab haura lalu dipeluk sama teman-teman nya karena walaupun haura juga aktivis jarang ikut kalau bukan acara resmi kampus.

__ADS_1


setelah diskusi mereka semua pulang ke rumah Masing-masing. haura berjalan sampai gerbang utama setelah semua temannya pulang. sementara haidar menunggu dari belakang. laily dan ina pulang lebih dulu karena tau haura akan pulang ke rumah tantenya yang ada di kota J


setelah itu haura naik ke dalam mobil haidar dan melakukan mobilnya menuju rumah mereka


Rumah


.


.


.


"kak, aku mandi duluan ya nanti habis itu baru kak haidar sekalian aku siapkan makan siang"


"iya ra, apa gk mandi bareng aja ra biar cepat, ini aku udah lapar banget" jelas haidar sambil memegang perutnya yang sangat lapar dan juga dicubit oleh haura. lalu haura masuk ke kamar mandi dan tersenyum, haidar juga cengengesan di atas ranjang karena suka sekali menggoda haura


selang beberapa menit haura dan haidar selesai mandi dan kelur kamar lalu haura menyiapkan makan siang mereka. haura menyiapkan makan di piring haidar.


"ra enggak apa kan kamu ikut acara minggu depan? aku tadi ngizinin karena biar sekalian bisa jagain kamu


" iya kak gk apa, aku juga pengen ikut kak, ayo makan dulu kak"


kemudian mereka berdua makan dengan cepat lalu istirahat ke kamar.


Esok hari


.


.


.


Pagi Hari telah tiba, matahari memancarkan sinar yang begitu terang dan indah sebab semalam kota K di Guyur hujan yang sangat lebat petir dan kilat juga menyambar-nyambar begitu lantang, haura dan haidar masih tertidur pulas sejak selesai shalat subuh, haidar memeluk haura di dada bidangnya juga haura yang memeluk haidar sangat erat karena pagi itu cuaca sangat dingin, mereka tidur dengan satu selimut untuk pertama kalinya. semakin hari hubungan mereka semakin membaik


Hari ini adalah hari dimana haura dan haidar akan pergi touring dan camping ke puncak di kota S yang jaraknya lumayan jauh dari Kampus


Tiba-tiba Haura membuka matanya


"Kak maaf Haura telat bangunnya" jawab Haura sambil mengerjapkan matanya berkali-kali dan beranjak dari tempat tidur


"kak haidar kamu siap-siap dulu dan segera mandi aku mau ke dapur buat sarapan kita dulu biar cepat selesai"


"iya ra aku mau mandi dulu" jawab haidar


lalu haura segera menuju dapur begitu juga dengan haidar segera bergagas untuk mandi


15 menit kemudian masakan haura matang dan sudah siap di atas meja makan lalu haura melangkahkan kakinya untuk mandi karena haidar sudah selesai mandi setelah itu mereka sarapan bersama


Di meja makan


"kak ini sarapannya" ucap haura sambil meletakkan di depan suaminya


"makasih ra" balas haidar dan dibalas anggukan oleh haura


"ra nanti kan pakai motor kamu boleh memakai celana tapi bajunya agak panjang ya bawah lutut jangan kayak temen-temen yang lain, nanti dari sini sekalian aku bonceng ke kampus biar perginya ke puncak bisa aku bonceng sekalian karena lumayan jauh" pinta haidar karena haidar tidak mau aurat istrinya kelihatan


"iya kak" kak haidar protektif banget tumben seru haura dalam hati


mereka melahap makanannya dengan cepat lalu mempersiapkan kebutuhan apa saja yang mereka bawa


waktu menunjukkan pukul 07:30 pagi mereka segera ke kampus karena pukul 08:00 mereka akan berangkat dari kampus menuju puncak kota S


kampus


banyak yang sudah kumpul dari mapala juga akan segera berangkat karena mereka tidak memakai motor melainkan memakai mobil pribadi kampus, sementara haidar CS membawa motor sport mereka karena memang kelas haidar dan dosen pendampingnya selalu seperti itu tiap pergi touring karena lebih seru. mereka nanti mengekor dari belakang mobil mapala

__ADS_1


"ra nanti kamu bonceng siapa? tadi kamu berangkat sama haidar" tanya laily dan juga ada ina di sampingnya


"iya aku jalan dari sebrang gapura depan sana lalu kak haidar lewat sekalian aku dibonceng sama dia, gk tau ly nanti bonceng siapa aja terserah" ucap haura dingin


karena ada yang boncengan cewek dengan cewek dan juga cowok cewek, haura hanya berharap di bonceng suaminya sendiri agar lebih nyaman


setelah pak dosen pendamping membagi boncengan ternyata haura di bonceng sama ubaid dia adalah teman haura yang sangat konyol dan humoris karena haidar membonceng kan nela sementara ina bersama arif dan laily bersama kak riyana


di tengah jalan mereka semua mengendarai motor dengan bersamaan dan beriringan


haidar sejak tadi memperhatikan istrinya ada rasa khawatir dan tidak rela karena ia tau ubait akan ugal-ugalan membonceng haura walaupun itu hanya untuk bercanda semata, namun perasaannya sudah tidak karuan


tiba di rest area mereka semua berhenti untuk sekadar minum dan beristirahat


nela yang sejak tadi memperhatikan ubait membonceng haura di depan haidar tiba-tiba bersuara


"kak nanti haura bonceng kamu aja sih itu kasian di boncengin pak ubait (panggilan nela ke pada ubait) ugal-ugalan mana haura diam saja melihat tindakannya kalau sama aku pak ubait pasti gk akan berani haura kan pendiam kak" ucap nela


haura yang sejak tadi diam karena takut mau ngomong sama ubait juga tidak enak


" ra kamu nanti bisa bonceng sama aku biar nela bonceng ubait saja"kata haidar


haura hanya mengangguk pelan


setelah mereka bersiap


" pak ubait aku saja yang bonceng kamu, karena kamu ugal-ugalan gitu kasian haura biar haura bonceng kak haidar saja lihat tuh haura sampai takut" nela sambil melotot tajam ke ubait namun hanya balasan cengengesan darinya karena ubait tidak berani kalau sama nela karena nela galak nanti bisa-bisa ubait dipukul olehnya. nela juga teman yang baik bagi haura nela sangat tau kalau haura sangat pendiam, anggun dan suka tidak enak dengan teman yang lain.


"maaf ya ra" ucap ubait sambil cengengesan


lalu mereka menyusul teman dari belakang karena yang lain sudah melajukan motornya dahulu, haidar motornya memang sengaja di urutan belakang saja agar bisa nyaman bersama haura, lalu ubait melajukan motornya di depan haidar begitu juga dengan haidar


"ra maaf ya kalau kamu kurang nyaman sama ubait dia memang gitu seperti biasa"tanya haidar khawatir


"gk apa kak santai saja aku juga hafal karena temannya sejak dulu, tadi aku gk enak kak nolak pak dosen karena dipilihkan sama kak ubait, maaf ya kak haura tadi gk izin dulu ke kakak (ucap haura takut) tapi sekarang kan aku sudah boncengan sama kakak, btw nela tau aja kak"


"iya ra dia sejak tadi khawatir sama kamu lihat tingkah ubait kayak gitu, yaudah pegangan ya ra yang kenceng itu ubait sama nela agak kenceng takut tertinggal" jelas haidar


"iya kak" haura memegang pinggang haidar dan tanpa berkata-kata haidar menarik tangan haura agar memeluk dan melingkarkan tangan haura ke perut haidar karena memang beberapa hari ini haidar agak bucin dengan istrinya


"kak nanti kalau dilihat yang lain gk enak" ucap haura


"mereka gk akan lihat ra masukin tangan kamu kedalam saku jaket ya biar gk dingin karena sudah masuk kawasan puncak" pinta haidar


haura hanya menurut kata suaminya


20 menit kemudian udara terasa sangat dingin begitu juga dirasakan haura padahal sudah memakai mantel warna pinknya


"ra dingin gak?" tanya haidar


"dingin sekali kak padahal haura sudah memakai mantel tebal gini" jawab haura


haidar lalu menepikan motornya sebentar ke tepi jalan lalu membuka tasnya


"ini pakai ra" haidar memberikan sarung tangan yang ada pita kecil pink ke haura


"kak haidar dapat ini dari mana?" selidik haura


"kemarin-kemarin sepulang kerja mampir ke mall sama temen-temen aku lihat ini ingat kamu ra kita kan mau touring pasti dingin aku belikan kamu syal yang baru sama kaos tangan buat kamu" jawab haidar


"makasih ya kak ini cantik sekali" kata haura


"ini syalnya aku masukin tas kamu ra" lalu haidar memasukkan syal warna pink itu kedalam tas haura


setelah itu mereka melajukan motor sport nya kembali untuk mengejar ubait yang berada di depannya agak jauh

__ADS_1


maaf kaka" baru update karena sakit, kalau mampir jangan lupa saran, like dan dukungannya kak ini karya pertamaku semoga yang baca suka ☺


__ADS_2