
(Bagian 1)
Setelah menempuh waktu yang cukup lama rombongan haidar dan mapala yang lain telah sampai di lokasi camping
Rombongan mapala dan haidar Cs memarkirkan kendaraan mereka di tempat parkir yang jaraknya lumayan dekat dengan tenda camping mereka nantinya
lokasi puncak memang berada di dekat gunung, untuk sampai di tempat camping mereka akan berjalan melewati jalan yang ada di lereng gunung agar sampai di puncak, di atas puncak terdapat hamparan sabana yang indah dan luas udaranya juga sangat sejuk nan asri, di sanalah tempat untuk mendirikan tenda agar mereka dapat segera beristirahat. puncak memang agak dekat dengan pemukiman warga sekitar karena memang warga yang merawat dan mengelola tempat itu supaya tetap terjaga bersih dan juga indah
anggota mapala mendirikan tendanya di bagian bawah puncak sementara haidar CS mendirikan tenda bersama dosen pendamping di bagian atas puncak
Sementara di sisi lain mapala sudah siap dengan tendanya di bagian bawah lokasi haidar Cs
"Anak-anak Kita akan membuat 5 tenda, dua untuk mahasiswa dan dua untuk mahasiswi nanti yang satu untuk menyimpan segala kebutuhan baik itu makanan atau sarana prasarana kegiatan kita selama di sini" jelas bapak dosen yang mendampingi mereka begitu juga dengan anggota mapala yang di temani pendamping sebanyak 3 dosen sementara haidar hanya di temani 2 dosen satu laki-laki dan satu perempuan sebagai pendamping anak perempuan
haidar CS sibuk membuat tenda yang akan mereka tempati selama acara di sana, sementara ibu dosen dan para mahasiswi sibuk menyiapkan makanan, berberes perabot yang mereka bawa.
"haura kamu pinter masak ya ini kok harum sekali baunya?" tanya bu Tania dosen pendamping mahasiswi yang membantu dan memperhatikan haura yang sedang memasak sedari tadi juga dibantu oleh teman-teman yang lainnya
"tidak juga bu, tapi sering masak kalau di rumah, ina juga pinter masak bu" jawab haura sambil tersenyum
" ngeledek apa gimana ra? " jawab ina sambil mencubit lengan haura karena juara tau ina tidak bisa memasak
"aduhhh,,,, sakit na"
"habis kamu sih, aku kan gk bisa masak ra"
"bercanda aja na kalau mau belajar nanti juga bisa ra suami kamu nanti mau makan apa kalau kamu gk bisa masak mau beli di resto terus na? " jawab haura sambil tertawa
"ih enggak lah ra, makanya ajarin dong"
"sini barengan masaknya aku ajarin tapi bantuin aku juga siapkan kopi dan juga teh hangat ya na kamu bisa kan?"
"siap, bisa ra" ucap ina sambil mengacungkan jempolnya dan bersiap memulai tugasnya
"kalian ini bercanda terus udah jangan saling meledek gitu ah" ucap bu tania yang melihat kelakuan mereka berdua hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala
sementara di sisi lain
Haidar CS sudah selesai membuat tenda dan semuanya sudah beres lalu mereka istirahat sejenak
dari kejauhan haidar memperhatikan haura yang rajin dan telaten memasak, haura juga dibantu oleh teman-temanya sesekali mereka (haidar dan haura) saling lempar pandangan dan mengulas senyum
setelah beberapa menit masakan haura sudah siap semuanya, haura, bu dosen dan teman-temannya membawa makanan itu untuk disantap bersama dengan haidar CS dan bapak dosen
"makanannya sudah siap semuanya mari kita makan bersama" tutur bu Tania memberi tahu kepada semuanya
lalu banyak yang berjalan ke arah meja yang telah mereka tata rapi dengan berbagai menu masakan
"ini baunya harum sekali bu tania siapa yang memasak? banyak lagi menunya"tanya pak dosen
memang hari ini haura dan bu tania memasak banyak menu ada tongseng ayam, capai kering, ikan asap dan tempe penyet, sayur bening, mendoan, bakwan, perkedel kentang, sayur sup, gurami asam pedas, udang asam manis, cumi saus tiram dan juga lengkap dengan kerupuknya
"ini kita masak sama-sama Pak tapi pastinya haura dong kokinya, udah pinter cantik jago masak lagi pak beruntung nanti yang jadi suaminya"ucap bu tania sambil tersenyum
haura yang sedari tadi dipuji hanya diam saja karena malu, sementara haidar hanya tersenyum mendengar haura mendapat pujian dari bu tania
"dan pria beruntung itu adalah saya bu karena haura itu istri saya" gumam haidar dalam hatinya
" yasudah ayo kita semua makan"ajak bu tania
"mari anak-anak kita makan" ucap bapak dosen juga
"mari pak, bu" ucap haidar CS
kemudian mereka semua mengambil makanan dan duduk bersama, lalu berdoa dan makan dengan lahap serta tenang
waktu menunjukkan pukul 12:30 setelah makan dan istirahat sebentar semuanya melakukan shalat berjamaah.
Setelah itu mereka melaksanakan apel dan diskusi tentang kegiatan sore ini dan juga besok bersama mapala yang lain.
untuk kegiatan mapala diketuai oleh furqon dan untuk haidar CS diketuai oleh haidar karena memang acara touring motor haidar ketua nya. mereka memiliki kegiatan sendiri-sendiri setelah apel selesai mereka kembali ke tenda masing-masing untuk bersiap-siap
"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh" ucap haidar
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh"jawab semuanya
" Teman-teman yang saya sayangi alhamdulillah pada hari ini kita semua senantiasa masih diberikan kesehatan untuk melaksanakan kegiatan bersama di tempat yang indah ini, yang terhormat terimakasih kepada bapak dan ibu dosen yang setia menemani dan selamat beristirahat untuk beliau. (bapak dosen dan ibu dosen sudah beristirahat di tenda Masing-masing sedari tadi karena capek)
Utuk acara mapala sendiri sejatinya meliputi kegiatan seperti aktivitas pendakian gunung (mountaineering), pemanjatan (climbing), penelusuran gua (caving), pengarungan arus liar atau arung jeram (rafting), paralayang, penyelaman (diving) penghijauan dan bahkan penerbitan media-media yang bertema lingkungan, namun dari beberapa hal tersebut mapala bagian kak furqon yang akan melaksanakan secara lengkap juga menyesuaikan ketersediaan tempat disini. untuk tim kita karena kita camping mandiri akan melaksanakan
Pendakian gunung (mountaineering)
Pemanjatan (climbing)
Explore alam di sini melalui medsos mapala guna untuk mengenalkan alam yang indah kepada khalayak ramai nanti bisa dikoordinasikan kepada kepala mapala kampus untuk di ekspos bagian jurnalistik di kampus
Untuk siang menjelang sore yang berbahagia ini kita akan masuk ke hutan yang ada di depan sana untuk mencari kayu bakar yang nantinya akan kita gunakan acara api unggun malam terakhir nanti, juga untuk para mahasiswi bisa memetik sayur dan buah yang sudah disediakan di kebun dekat puncak sana (haidar menunjuk ke arah kebun), karena kita disini hanya 3 hari mohon kita semua bisa menjaga sikap, lisan dan juga attitude kita bersama, nanti akan dibagi mecelle menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok mahasiswa dan mahasiswi bisa di mix nanti harus memperoleh kayu bakar dan juga sayur yang akan di masak untuk makan malam kita.
sementara untuk nanti malam semuanya harus ikut mempersiapkan kegiatan besok karena besok kita akan melakukan pendakian gunung di puncak untuk membersihkan segala sampah dan juga sesuatu yang mengganggu kebersihan lingkungan sekitar sana, untuk itu malam nanti harus cukup istirahat agar pagi hari badan kita segar kembali dan kuat untuk mendaki gunung, kebetulan kita sudah mendapat izin dari pengelola disini. terimakasih untuk perhatiannya kalau ada yang belum jelas bisa ditanyakan kembali kepada saya atau wakil saya hasan" penjelasan haidar panjang lebar
"jelas"
"jelas"
__ADS_1
jawab mereka serentak
kemudian haidar memimpin doa
Bismillahirrahmanirrahim......... selesai
Mereka kini mulai memasuki hutan untuk mencari kayu bakar baik mahasiswa maupun mahasiswi
"temen-temen kalau ada yang capek harus bilang dan boleh beristirahat sebentar" ucap hasan mewakili haidar kepada temen-temennya
"oke siap" jawab semuanya
"ra, kamu gk pengen istirahat aja nih nemenin aku? "ucap ina
"boleh na, kamu haus gk na? ini minum dulu" sambil menyodorkan sebotol air mineral kepada ina
"makasih ra" hanya di balas anggukan dan senyum oleh haura
sejujurnya haura juga merasa lelah karena capek di perjalanan, udara juga dingin ❄🍃 sampai sana langsung memasak untuk semuanya dan juga kegiatan tetapi alhamdulillah haura bahagia dan juga ceria bisa ikut acara camping lagi, pasalnya haura tidak bisa selalu ikut seperti teman yang lain karena memang tidak di izinkan oleh orang tuanya untuk acara yang memang tidak diwajibkan atau darurat harus ikut dari kampus
setelah kayu bakar terkumpul para mahasiswa yang mengangkatnya, karena mahasiswi akan memetik sayur dan buah-buahan yang disediakan di kebun di puncak sana, jarak antara hutan dengan kebun memang sangat lumayan masih 400mrteran mereka harus berjalan mahasiswa pun ikut membantu karena saat mencari kayu bakar mahasiswi pun ikut andil untuk membantu.
Kebun
"masyaallah ini indah sekali" ucap haura
" iya ra mana banyak buah dan sayur segar lagi" jawab laily
"iya ini kenapa rapi sekali ya ra penataannya"ucap ina juga sambil memegang buah anggur yang ada di depannya berbuah dengan lebatnya
lalu mereka semua memetik buah yang mereka perlukan
" temen-temen kita hanya akan memetik seperlunya saja tidak boleh berlebihan dan harus hati-hati karena kalau tidak maka buah atau sayuran yang lain akan layu bahkan mati, kita harus menggunakan gunting untuk mengambil buahnya dan juga sayuran nya harus Hati-hati " pinta haidar selalu ketua
semuanya mengangguk faham
"siap pak ket.... " seru ubait
"siap bos" seru hasan, maul dan yang lainnya
Setelah satu jam lamanya mereka mengambil kayu bakar dan sayuran akhirnya mereka semua kembali ke tenda untuk beristirahat sebentar, sholat asyar dan juga mandi setelah itu mereka berjalan-jalan di sekitar tenda
Dari kejauhan hasan dan maul memperhatikan haura yang terlihat sempoyongan memegang kepalanya dan terlihat sakit
selang beberapa menit haura pingsan di depan ina dan juga laily, untungnya ina sigap memegangi tubuh haura
"ra, bangun ra ada apa ra kamu kenapa? haura jangan bikin aku khawatir" ucap laily pasalnya laily tau jika haura punya riwayat anemia dan juga sakit lambung karena saat di kos sering kambuh, bahkan pernah tengah malam anemia nya ngedrop lemas dan tidak bisa bergerak kemudian di jemput ayah juga bundanya untuk pulang ke rumah hampir satu mingguan sakit baru bisa masuk kuliah lagi
"ra bangun, tolong... haura pingsan"ucap ina meminta bantuan kepada teman-temannya
hasan dan maul menghampiri haura, namun tanpa disangka haidar juga berdiri di belakang mereka saat hasan mau mengangkat tubuh haura yang tergeletak di pangkuan laily
" San, maaf biar aku saja yang ngangkat haura"pinta haidar
Hasan pun lalu mengurungkan niatnya dan mundur mengalah bingung dengan perlakuan haidar karena selama ini haidar orangnya memang cuek, irit bicara apalagi soal urusan cewek, terlebih haura dan hasan memang teman dekat haidar pun tau itu
"emang haura itu siapa kamu sok ngerebut dan perhatian gitu" seru hasan dalam hati
lalu haidar mengangkat tubuh haura dan masuk kedalam tenda darurat, oh iya ada tenda darurat yang dekat dengan dapur dan barang-barang, di sana juga disediakan kasur kecil lengkap dengan kotak obat P3k dan yang perlengkapan obat lainnya
Kebetulan anak mapala membawa tenaga medis kemudian maul memanggilnya untuk memeriksa keadaan haura
banyak yang menjenguk dan khawatir dengan haura, setelah di periksa
" siapa yang bertanggung jawab di sini selain dosen pendamping? " tanya bidan tersebut karena banyak yang menunggui haura
"saya bu ketua di sini" jawab haidar
"baiklah ananda cuma kecapean mas tolong ini obatnya di minum 3x sehari dan biarkan dia istirahat, tolong jangan lupa ada yang jagain salah satu di antara temannya" pinta bu bidan
"baik bu terimakasih" ucap haidar
"mari saya antar bu" lalu maul mengantar bu bidan keluar dari tenda
"Anak-anak biarkan haura istirahat dulu kalian juga istirahat, laily jagain haura ya nanti gantian sama ina atau yang lain" kata pak dosen
lalu semuanya pergi untuk mandi, sholat dan istirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 16:00.
Di tenda...
"ly, haura belum sadar juga? " tanya haidar
" belum dar, haura memang biasa seperti ini saat di kos dulu pernah di jemput ayah bunda pulang karena gk kuat bangun anemia sama lambungnya kambuh" jawab laily
"deg,,, (haidar agak kaget pasalnya bunda dan ayah tidak pernah menceritakan keadaan haura kepadanya membuat haidar tambah khawatir karena dia yang mengajak istrinya pergi camping) kamu bisa mandi dulu biar aku yang gantian jaga haura kebetulan aku sudah mandi ly" ucap haidar dari pintu tenda
"baiklah aku mandi dulu jagain sahabat aku kalau ada apa-apa panggil aku ya dar atau ina" jelas laily lalu meninggalkan haura dan pergi mandi
Haidar lalu menutup pintu tenda walaupun tidak semuanya. haidar mendekat kepada haura
"ra, ini sudah setengah jam tapi kamu belum bangun (haidar menggenggam tangan haura dan menciumnya) bangun ra sadar kalau papa sama mama tau aku pasti di marahi karena gk bisa jagain kamu"ucap haidar lirih
deg,,, seketika ina dan nela melotot saling adu pandangan, sebab haura memanggil orang tuanya dengan ayah bunda kalau haidar menyebut papa mama berarti orang tua haidar dong ucap ina pelan, lalu nela membungkam mulut ina, sejak tadi tanpa disangka ucapan haidar terdengar oleh ina dan juga nela yang tidak sengaja akan masuk ke tenda menjaga haura
"haura, bagun ra"kata haidar lirih namun masih terdengar oleh haura yang kemudian pelan-pelan membuka matanya karena sedikit pusing di bagian kepalanya
" kak haidar" haura memanggilnya
"haura kamu sudah bangun sayang?, aku khawatir dengan keadaan kamu "
"sayang? "ucap ina lagi dari balik tenda namun haidar tak menyadari itu karena haidar sangat khawatir dengan istrinya
"maaf kak udah buat kamu khawatir, kak haidar gk usah tlvn ayah sama bunda ya"
" iya enggak ra, tapi kamu makan dulu ya nanti diminum obatnya" lalu haidar menyuapi haura dengan penuh kasih
"kalian ngapa... " ucap laily langsung d tarik dan dibungkam dengan tangan ina lalu nela menunjukkan laily ke arah haura dan haidar laily juga kaget mereka seromantis ini kemudian mereka bertiga menjauh dari tenda itu
"eh ly kamu gk curiga kalau mereka ada apa-apa gitu? " ucap ina
__ADS_1
"memang mereka kenapa na, wajar mereka teman" jawab laily
"teman gimana ly tadi kita denger haidar manggil haura sayang ly,,, kamu tau kan ly kalau mereka jarang interaksi yang kita tau haura dekatnya sama hasan kan kenapa sama haidar mendalam seperti itu" protes nela
"what??? apa????" heran laily
"gini saja kita tunggu sampai nanti malam atau besok untuk memastikan mereka punya hubungan apa karena aku pernah sesekali melihat haura dibonceng haidar setelah sampai kampus haidar ngasih uang saku haura, terus pakai salim segala haura nya na, ly, kurang jelas apa hubungan mereka coba " jelas nela
"kamu yakin nel? engga sedang ngada-ngada kan" tanya ina
"1000% malah aku yakin na" ucap nela sambil tertawa
"udah kita buktikan dulu jangan suudzon, biasanya haura selalu cerita apapun sama aku nel termasuk masalah pribadinya dan semenjak dia nginep di rumah tantenya gk ngekos lagi kita jarang cerita-cerita gitu"kata laily
" ada apa kalian di sini? " tanya bu tania, hasan dan juga maul
"eh ibu tania, ndak ada apa-apa ini habis lihat keadaan haura bu" jelas ina
"ibu juga mau ke sana kalian mau ikut lagi ini sama hasan maul juga? " tanya bu tania
" boleh bu kita ikut ke sana" jawab nela lalu menyenggol tangan nela dan juga laily mereka mengekor di belakang bu tania
masuk tenda
" haura gimana keadaan kamu nak? haidar juga di sini? "
"iya bu tadi gantian sama laily jagain haura" jawab haidar lalu bangkit dari tempat duduknya
"alhamdulillah bu, haura baik-baik saja insyaallah nanti akan sembuh bu" ucap haura
"cepat sembuh ra besok kita mau naik gunung loh" goda hasan
" gk ikut juga gk apa hasan biar haura istirahat dulu" ucap bu tania
haura hanya tersenyum
" ya sudah kalian (ina,laily,nela) jagain haura yang lain ayo keluar biar haura istirahat kita kegiatan lagi"
"baik bu" jawab haidar, hasan dan maul lalu keluar tenda bersama bu tania untuk melaksanakan kegiatan yang lainnya
Malam hari setelah shalat magrib
"malam ini kita ada waktu free sebelum pendakian besok, bapak dan ibu pendamping sudah memberikan kita izin untuk berjalan-jalan keluar tetapi tetap di area camping kita tidak jauh dari area parkir ada banyak penjual makanan dan juga pasar malam untuk yang keluar bisa absen dulu dan untuk yang stay di tenda juga boleh. kita kembali sebelum pukul 9 malam" jelas haidar
"siap" jawab mereka serentak
haura berjalan bersama ketiga sahabatnya
"kita akan ikut keluar" kata nela
"haura kamu ikut? bukankah masih sakit harus istirahat dulu? " tanya micell dan liana
"gk apa aku sudah sembuh aku ingin ikut kan ada kalian juga"
"yasudah haura boleh ikut bersama kalian, tapi ikut dengan saya karena kalau ada apa-apa saya ketuanya harus bertanggung jawab"jelas haidar
" oke" jawab ina
mereka semua ikut ke pasar malam kecuali hasan dan 6 mahasiswi lainnya karena hasan lelah lebih memilih beristirahat di tenda bersama bapak pendamping
"ra, kamu yakin sudah sembuh?" tanya haidar
"sudah kak, boleh gk kak kita ke tempat itu? "
haura menunjuk pada taman lampion di sebrang jalan puncak yang begitu indah apalagi terkena sinar bulan purnama terlihat sangat indah
"mau kemana ra? " tanya ina
"Sebentar ya kalian duluan saja"
lalu mereka berlalu tetapi laily bersembunyi di belakang haidar dan haura untuk memastikan mereka punya hubungan seperti apa
"ra, boleh aku ngomong sesuatu? " tanya haidar
"boleh kak"
haidar mengeluarkan kotak merah dari jaketnya
"ra, kita pakai cincin nikah kita ya, mulai malam ini aku ingin kita menjalani pernikahan seperti pasangan yang lain walaupun awalnya kita di jodohkan, kasih aku kesempatan ra buat memperbaiki pernikahan kita
"haura nurut kak haidar saja, bukannya aku selalu setuju apapun asal itu untuk kebaikan kita kak" haura meneteskan air matanya lalu haidar memakaikan cincin di jari haura begitu juga haura
mereka berpelukan, haidar juga mengecup kening haura.
"terimakasih istriku, i love you"
"love you more, suamiku"
dari tempat persembunyian laily
"suami? istri? kapan mereka nikah teman kampus tidak ada yang diundang apalagi aku sahabatnya" gumam laily yang juga di dengar oleh hasan yang seketika berada di samping laily tanpa sengaja karena hasan juga sudah curiga dengan mereka berdua makanya memilih berbohong bahwa ia akan stay di tenda dan membuntuti mereka
"pantas saja haidar sok manis ternyata mereka sudah menikah ly"
"kamu ngagetin aja san ih"
lalu laily menarik hasan menghampiri mereka berdua
"ini apa ra jelasin ke aku, suami istri maksudnya apa? selama ini kita sahabatan ra tapi aku bahkan gk tau kalau kamu sudah nikah sama haidar"
"ly maafin aku"
"kamu hutang penjelasan sama aku ly kalau pulang camping"
"sama kita semua juga dar" ucap hasan menepuk bahu haidar dan mengajak laily menenangkan dirinya
"kak laily gimana pasti sangat marah dia sahabat aku tapi aku menikah gk cerita ke dia"
"nanti kalau kita pulang akan aku jelaskan kepada mereka semua kamu tenang dulu ya ra" haidar menenangkan haura lalu mereka kembali ke tenda
__ADS_1
next episode kita tunggu....
Terimakasih yang sudah mampir episode 19&20 mohon maaf agak panjang readers terimakasih yang sudah mampir jangan lupa like dan saran kalian 😍