
Perempuan yang berparas cantik duduk di ruangan kerjanya ,dengan memainmainkan jarinya di atas meja , terlihat dia menghayalkan seseorang .
"Dorr... Mandy kamu jam segini ngelamunin siapa hayoo" sontak saja Mandy kaget dengan keberadaan rani yang sengaja mengagetkan nya . " ran,kamu hampir saja membuat jatungku copot tau " sahut Mandy yang terlihat kesal. "maaf dehh , emang kamu lagi mikir apa sampe seserius itu ?!" rani yang penasaran dan melihat ke arah mandy yang sedang memalingkan wajahnya ke arah jendela. " Rani apa kamu pernah menyukai seseorang tapi kamu hanya memendamnya sendiri" tanya mandy , "kalau aku sih,belum pernah tuh soalnya kalau emang aku suka yah lansung aja ku beritahu , ehhh janganjangan kamu ... " ucapan Rani terpotong dengan dengan sikap mandy yang langsung pergi meninggalkan temanya yang hampir menebaknya .
"selamat pagi pak" ucap para karyawan kepada seorang pria yang baru berjalan masuk kedalam ruangannya . dia adalah direktur dari perusahan Prakdita Perkasa yaitu Hans Pradikta . lelaki yang sangat di idamidamkan oleh semua kalangan wanita karna mempunyai paras yang tampan serta porsi badan yang menjulang tinggi dengan dada yang kekar dan pria yang memiliki sifat dingin namun sangat disiplin .
"panggilkan Mandy kesini sekarang" ucapnya terhadap karyawan yang iya suruh .
Tok..Tok..Tok..
"masuk" ucap Hans . " ada apa pak ?" sahut mandy . hans menyuruh mandy duduk dan melihat ke arah mandy dengan wajah datar .
__ADS_1
"kamu kenapa ? apa kamu sakit ndy ? kenapa kamu terlihat seperti itu ? " mandy hanya menundukkan kepala dan sesekali melihat bosnya yang ada di hadapanya .
"nggak papa pak , saya hanya tidak enak badan sedikit " mandy yang mencoba terlihat baikbaik saja di hadapan Hans .
"sialan kok gue jadi begini sihh , ayolah mandy jangan sampai kamu kehilangan kendali " Gumam mandy dalam hatinya.
"oh ok , kamu bisa temani saya sebntar malam ke acara party teman saya ? " hans yang bertanya kepada mandy . " iya pak saya bisa" jawab mandy yang masih terlihat gugup . "ok baiklah sebntar sore kamu temani saya bertemu dengan client saya , siapkan berkasnya " pinta hans " baik pak " mandy pun berjalan keluar ruangan .
Mandy adalah sekertaris Hans , mereka selalu berdua karna kesibukan hans dan tanggung jawab mandy sebagai sekertaris hans .
"selamat sore pak , berkasnya sudah saya siapkan pak " mandy yang memegang telpon kantor dan memberitahu hans .
__ADS_1
"ok, saya akan keluar kamu tunggu saja di bawa"jawab hans
Mandy dan Hans bertemu di loby kantor , mobil mewah telah terparkir di depan kantor . lelaki yang berumur 28 tahun itu tampak sangat gagah dengan paduan jas yang dia kenakan ,,,, Mandy yang berjalan di samping Hans juga terlihat sangat anggun karna dia terbilang karyawan wanita yang paling cantik di perusahan itu . Mandy terpaut lebih mudah 2 tahun dari Hans . mereka naik kemobil dan mandy berusaha tenang berada di samping hans .
"Kenapa aku merasa begini setiap berada di sampingnya, kenapa hatiku selalu saja merasa bergetar kalau berada di sisinya " ucap mandy di dalam hatinya .
Di sisi lain Hans juga merasa gugup di samping Mandy "kenapa aku selalu merasa ada yang lain dari diriku setelah kejadian kemarin bersama mandy , aghhh... aku tidk boleh berfikiran anehanehh " gumam Hans yang merasa tidak nyaman dan sesekali melirik mandy di sampingnya ...
Bersambung
__ADS_1