
Hayyy para pembaca ,,, mohon maaf ya jika ada salah dalam mengetik , jangan segansegan memberi komentar supaya saya bisa mengetahui apa yang harus saya perbaiki hehehhe ... Semoga kalian menyukai novel saya yah .
Baiklah , kita lanjut lagi . Terimah kasih ..
SELAMAT MEMBACA
Hans mengendarai mobil dengan penuh pertanyaan di dalam kepalanya apa yang membuat Ayahnya menyuruhnya cepat pulang ke rumah , Di sisi lain Mandy sesekali melirik hans yang kelihatanya memikirkan sesuatu namun dia enggan menanyakan kepada bosnya .
"Mandy , kenapa kamu melihatku seperti itu" Hans yang tak sengaja melihat mandy yang menatapnya .
"nggak papa pak , cuman dari tadik saya melihat bapak sedang memikirkan sesuatu" mandy yang tersenyum pelit karna ketahuan oleh hans bahwa ia sedang menatap bosnya .
"hahahha ,,, aku kirain kamu kenapa menatapku seperti itu , atau jangan-jangan kamu terpesona dengan wajahku yang tampan ini" goda hans yang menunjukkan jarinya ke arah mandy .
__ADS_1
Mandy hanya tersenyum akan godaan Bosnya itu . "ahh nggak pak , bapak aja yang kepedean " jawab mandy yang tersenyum malu kepada hans .Mereka telah sampai di depan rumah Mandy "Makasih yah pak" ucap mandy yang menutup pintu mobil . "iya seringsering kalau boleh Ndy" jawab hans yang melihat mandy menunduk dan masuk ke dalam rumahnya .
Di Rumah Hans
Ayah hans dan Ibunya sedang berkumpul di ruang tamu dengan Kerabatnya , yahh dia adalah Pak wijaya Sahabat pak Pradikta sewaktu Kuliah dulu. Dia juga pengusaha sukses yang hampir setara dengan pak Pradikta . Pak wijaya mempunyai seorang Putri cantik yang hampir seumuran sama dengan Hans bernama Dita Wijaya .
"iyaaa ,,, Aku masih ingat , waktu itu kau dan aku berjanji jika kita mempunyai seorang anak Kita akan menjodohkanya" ucap Wijaya yang tertawa .
"hahahha ,, ternyata kau masih mengingatnya , Putrimu tampak sangat cantik , Jika aku menjadikan dia menantu betapa senangnya aku wijaya" ucap pak Pradikta sambil mengelus kepala Dita .
"Aku juga mendengar bahwa putramu Hans tumbuh dengan mempunyai wajah rupawan serta menjadi pengusaha muda sukses , aku akan sangat setuju jika kau menikahkan putramu dan putri ku" pak wijaya yang berbicara dengan tersenyum melihat ke arah Dita.
"Apa kau setuju jika aku menikahkanmu dengan Hans nak" tanya pak Pradikta kepada Dita .
__ADS_1
"Saya tergantung dengan orang tua saya om , Jika orang tua saya menyetujuinya, saya juga akan menuruti orang tua saya" jawab Dita tersenyum ke arah orangtuanya.
"Baiklah , Berarti tak ada masalag , sebentar lagi hans akan tiba kita akan memberitahunya pasti dia akan setuju " Pak pradikta tersenyum lega dan penuh dengan rasa bahagia .
Mandy yang sedang berajalan masuk kerumahnya tersenyum mengingat perilaku Hans akhirakhir ini yang membuat pipi nya memerah .
"Assalamu'alaikum Ma.." ucap mandy yang mensalami tangan ibunya
"Walaikumsalam , eh anak mama udah pulang . kamu langsung masuk kamar bersihin badan lalu istrahat mama mau memasak dulu nak " Mama Mandy yang tengah nonton TV di ruang tamunya . "iyaa Ma , Masak yang banyak" Mandy mencium pipi Ibunya. kemudian berjalan masuk ke kamarnya.
Di sisi Lain Hans telah sampai di Halaman rumahnya , Dia melihat Mobil terparkir di depan Rumah . "Mobil siapa itu" gumam Hans dalam hatinya , Dia berjalan masuk dan melihat Orang tuanya sedang Bersama orang yang Tidak ia ketahui .
"Ehh , Anak Mama udah pulang" ucap Mama hans yang berdiri menghampiri hans.
__ADS_1
Bersambung