
Sepulang Kantor Hans dan Mandy beranjak kerumah Mandy , Hans ingin Meminta Izin kepada Ibu Mandy karena akan membawanya makan malam bersama keluarga PRADIKTA .
Hans dan Mandy telah sampai di depan rumah Mandy . Mandy menarik Tangan Hans untuk Masuk kerumahnya .
" Ayo masuk . . . Mama Ada di dalam , Biasanya kalau jam segini mama sedang Masak di dapur. " Ucap Mandy kepada Hans .
Hans hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum .
" Assalamu'alaikum . . . " Mandy masuk dan menggandeng tangan hans .
" Walaikumsalam . . . " jawab Mama Mandy yang keluar dari dapur .
" Ehh Tante , Maaf Mengganggu tan " Hans langsung mengambil tangan mama mandy dan menyalami nya .
" Loh ini bukan nya Pak hans , Bos nya mandy ? , Ayo silahkan duduk nak , Tante mau buatin minum dulu " Tanya Mama mandy yang terlihat segan kepada Hans .
" Nggak usah Repot repot Tan , Aku hanya ingin Meminta Izin Untuk mengajak Mandy , Saya ingin membawa mandy bertemu dengan Orang tua saya tante " Hans membertahu dan tersenyum ke mama mandy .
" Ada apa Nak , apa Mandy membuat masalah di kantor nya ? ? " Mama mandy yang panik mendengar Hans .
" Begini tante , Saya dan Mandy pacaran , Orang tua saya ingin bertemu dengan pacar saya " Hans langsung Memberitahu Mama mandy .
" Ohh Kamu dan Anak Tante Pacaran , Kok Mandy nggak pernah bilang " . Mama Mandy yang senang mendengar bahwa anaknya kini memiliki seorang pacar .
" Iya Mah , Aku dan dia sudah jadian 2 minggu yang lalu , Apa aku bisa pergi ma sama Hans " sahut Mandy yang keluar dari Kamaranya .
" Baiklah , Pergilah Nak , Jangan terlalu malam kamu pulang yah " Jawab Mamanya .
" Ma , , , Mandy pergi dulu yah , Assalamu'alaikum Ma " sahut mandy .
" Kalau begitu saya pamit dulu tante , Saya akan membawa pulang Mandy tepat Waktu " Hans menyalami tangan mama mandy dan berjalan keluar dari rumah.
.
.
.
Hans Dan Mandy Manaikki mobil dan berjalan meninggalkan rumah. Mama Mandy hanya tersenyum melihat Anak nya kini sudah menjadi tumbuh dewasa dan memiliki seorang kekasih .
" kamu sudah tumbuh dewasa nak , Suatu saat Nanti kamu akan menikah dan meninggal kan Mama " Gumam Mama Mandy dan meneteskan air mata nya sambil berjalan Masuk .
( " D i M O B I L " )
.
.
.
" Sayang kamu terlihat sangat cantik memakai gaun itu " Ucap hans yang mengusap pipi Mandy dan melihat Mandy yang mengenakan gaun.
" Kamu baru sadar sekarang ! , dari mana saja kamu selama ini , Apa kamu tidak tahu bahwa aku itu cantik dari dulu " Mandy yang tersenyum pelit ke Hans .
" Kamu yahh di puji dikit sudah kepedean begitu , Tapi emang sih kamu itu cantik banget sayang " Hans mengusap rambut Mandy .
" Kamu nyetir yang bener aja , Nanti kita terlambat " Mandy menyandarkan kepala nya di lengan Hans .
" Cie ada yang tidak sabar nih ketemu sama calon mertua " Ledek Hans dan melirik Mandy .
" Eh B . . . bukan begitu , aku hanya tidak ingin orang tuamu menunggu kita terlalu lama " ucap mandy yang cemberut mencoba terlihat santai dan kembali duduk di kursi nya .
" hahaha iya iya sayang , , , Sebentar lagi kita akan sampai , Kamu jangan cemberut lagi " hans mencium kepala mandy .
Setelah lama di perjalanan , Mandy dan Hans sampai di depan rumah , Hans memarkirkan mobilnya . Mandy turun dari Mobil di bantu dengan Hans yang memegang tangannya .
tibatiba mama hans keluar menyambut mereka .
"Eh anak mama sudah Pulang , Apa ini Calon Mantu Mama , Wahh Cantik sekali , Anak mama memang Jago cari Perempuan. ayo masuk sayang , Hans ayo Masuk papamu sudah menunggu kita di dalam " Mama Hans Menggandeng Tangan Mandy dan Membawa Mandy masuk ke Rumahnya .
Hans tersenyum melihat mandy yang di Seret oleh mamanya , Hans tau dengan sifat mama nya itu , Pasti dia akan sangat bersemangat jika ada yang ia senangi .
Mandy yang tak sempat menyapa mama Hans hanya bisa pasrah karna mama hans begitu semangat membawa mandy masuk ke rumah nya hingga iyya hanya pasrah menuruti mama Hans .
" Pa. . , liat siapa yang datang ." ucap mama hans kepada suami nya .
__ADS_1
" Hallo Om saya Mandy pacar nya Hans " Mandy menyalami tangan papa Hans .
" Ohh Hans pandai juga mencari wanita Ma , ayo silahkan duduk Nak " papa Hans tersenyum dan menyuruh mandy untuk duduk .
" Siapa dulu dong pa , Anak Mama " Mama hans memeluk Hans yang berdiri di samping Mandy .
" Ayo duduk nak , , " Mandy mengangguk dan Duduk di sofa .
"Kamu ketemu sama Anak om di mana Nak " tanya pak Pradikta .
" S...saya bekerja di kantor nya Hans Om , Saya sekertaris nya " Ucap Mandy Gugup.
" Owalah , , ternyata kamu satu kantor dengan anak om , kenapa baru datang sekarang nak , kan kalau tau gitu om nggak akan Repot repot menjodohkan hans " Sahut papa Hans sambil Tersenyum .
" Orang jadian nya , Baru Dua minggu yang lalu kok " Hans langsung berbicara di selasela percakapan orangtua nya.
" Hahahaaha ,,, Terus kalau udah jadian 2 minggu yang lalu kenapa baru bawa mandy ke sini Hans " ucap mamanya sambil mengelus kepala Mandy.
Hans dan Mandy hanya diam , mereka tak mungkin mengatakan bahwa selama ini alasan Hans tak membertahu orangtua nya karna mereka sempat bertengkar karna kesalahpahaman Hans .
" Yah sudah , Tidak papa , sekarang papa mau nanya ke kalian kapan kalian akan menikah " Papa hans langsung menatap hans dan mandy dengan Serius .
Deg
Jantung Mandy seakan ingin berhenti .
" Bulan depan pah ... Hans ingin secepatnya menikahi mandy , tapi Hans juga kasi waktu ke mandy untuk memberitahu ibunya " Ucap hans yang menatap Mandy yang terheran mendengar masalah pernikahan .
" Astaga . . . Ternyata ini yang ingin di bicarakan orang tua Hans , Aku benar-benar tidak menyangka , Aku belum cukup sebulan jadian sama Hans dan sekarang akan Menikah dengan nya " ucap Mandy dalam hatinya yang masih tidak percaya .
" Baiklah , beritahu ibu mu nak secepatnya , kalau semuanya sudah siap maka kita akan menyelenggarakan pesta pernikahan kalian " ucap papa hans kepada Mandy .
" I . . . Iya Om " Mandy gugup dan masih tidak menyangka , Betapa bahagia nya dia mendengar orangtua Hans .
Malam mulai Larut , Hans berpamitan ke orangtuanya untuk mengantarkan pulang Mandy , Mandy juga berpamitan kepada orang tua Hans . Orang tua Hans mengantar Mandy sampai Di halaman Rumah .
( " D I M O B I L " )
" Hans . ." ucap Mandy yang melihat hans sedang menyetir.
" Mmm iyya sayang , ada apa ? "
" Apa kamu yakin untuk secepat itu menikahi ku " Tanya mandy yang masih tidak percaya .
" Iya sayang , aku yakin , dari dulu aku ingin menikahi mu , memang kenapa sayang , apa kah kamu belum siap untuk menikah denganku ? " Tanya hans sambil memegang kepala mandy .
" Nggak kok , aku siap , cuman aku nggak nyangka aja kita bisa secepat itu akan menikah ' sahut mandy yang menempel ka tangan Hans di pipinya.
" Kan aku udah bilang , Kamu yang akan menjadi istri ku sayang " Hans tersenyum dan mencium kening Mandy .
.
.
.
Mandy dan Hans kini telah sampai di depan Rumah Mandy . Hans berpamitan pulang ke ibu Mandy , Setelah Hans pergi Mandy masuk dan Duduk di sofa bersama Ibunya .
" Ma . .. Mandy ingin Bertanya " Lirih mandy yang sandar di bahu mamanya.
" Bertanya apa sayang . . . " Tanya Mamanya sambil mengelus pipi mandy .
"Jika Mandy dengan Hans menikah apa kah mama setuju ? " Tanya mandy yang membetulkan duduknya dan menatap mamanya .
" Iya nak , Mama sangat setuju , Hans adalah pria yang Baik , Dia akan menjagamu dan membahagiakan mu . Mama juga tidak bisa menjaga mu nak , suatu saat nanti mama pasti akan pergi meninggalkanmu " sahut ibu mandy dengan lirih .
" hiks .. Mama nggak boleh ngomong begitu , mama harus di tetap bersama dengan mandy , Mandy bakalan bersama terus dengan mama " Mandy menangis sambil memeluk ibunya.
__ADS_1
" sudah anak mama nggak boleh cengeng begitu , sini cerita sama mama , memang apa yang di ceritakan hans dan keluarganya tadi sayang " tanya mama mandy.
" Orang tuanya Hans ingin mengadakan pesta pernikahanku dengan hans bulan depan Mah " Mandy memberitahu ibunya dengar serius .
" wahh anak mama udah mau nikah ,, bagus dong sayang , lebih cepat lebih bagus juga kan " jawab mamanya yang sangat senang memeluk mandy .
"iyya mah , Mandy juga nggak nyangka " sahut mandy tersenyum .
" kalau sudah jodoh yah mau bagaimna lagi sayang " sambil memeluk mandy .
.
.
.
.
Keesokan hari nya seperti biasa Mandy selalu di jemput oleh Hans , Mandy dan Hans telah sepakat untuk tidak menyembunyikan lagi hubungan nya di Kantor.
Semua orang kantor telah mengetahui hubungan Mandy dan Hans .
" Permisi apa Pak Hans ada ? " Tanya seorang perempuan kepada karyawan resepsionis .
" Iya bu pak Hans sedang di Ruangan nya " Jawab karyawan nya.
Tanpa berpikir lama perempuan itu langsung menuju ke ruangan Hans , Rani yang melihat perempuan itu langsung bertanya kepada Resepsionis .
" Tadi itu siapa , kenapa dia terlihat sangat Marah " ucap Rani sambil melihat perempuan yang berjalan tadi.
"Ohh aku juga nggak tau , Cuman dia tadi nyariin pak Hans , Sapa tau dia pacar simpanan Pak hans lagi " Sahut resepsionis .
" Husssttt kamu jangan sembarang bilang kalau nggak tau apa apa " ucap Rani yang kesal mendengar resepsionis nya.
Rani berfikir " bagaimana mungkin Hans bisa mempunyai simpanan , wahhh nggak bisa di biarin , perempuan itu menuju ke ruangan Hans , sedangkan Mandy juga sekarang berada di dalam . sepertinya bakalan ada bencana nih " rani langsung berlari mengikuti perempuan tadi dari belakang. .
" Sayang udah ah ,,, Kamu makin Hari makin Manja kayak anak kecil " Ucap Mandy yang berusaha melepaskan tangan Hans yang memeluknya .
" Biarin , Kamu mau bilang apa tentang aku , lagian sebentr lagi kita akan nikah , Aku akan menjadi bayi besar mu yang akan kau urus setiap Saat " Jawab Hans yang memeluk Mandt dan mencium leher mandy .
Klakkk . . .
Suara pintu terbuka dan terlihat seorang perempuan yang sangat kesal sekali karna melihat hans dan mandy yang bermesraan .
" Oh jadi ini perempuan j*lang itu , yang membuatmu membatalkan perjodohan kita " Dita Memaki mandy dan menunjuk mandy dengan kasar .
" D I T A ! ! ! . Jaga Ucapan mu , Kau tau dengan siapa kau berbicara " Ucap Hans yang geram melihat Dita .
" Aku tau siapa dia , Dia adalah Perempuan Pel*c*r yang telah menggodamu " .
PLAK . . .
Hans langsung menampar Dita
"Kau sudah kelewatan , Dia bukan seperti yang kau bilang , Dia adalah Calon istriku , Sebaiknya kau keluar dari ruangan Ini " Hans sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat Mandy di hina"
Dita tidak berkata-kata. dia terlihat sangat kesal dan langsung meninggalkan ruangan Hans .
Mandy yang sedari tadi hanya diam menyaksikan Dita dengan Hans dan tertegun karna di Maki oleh Dita.
" Sayang Jangan dengarkan dia , Dia adalah wanita yang ingin di jodohkan bersamaku , dia adalah anak om Wijaya sahabat papa " Hans memeluk mandy dan menjelaskan semuanya .
"Iyaa sayang , aku tidak papa , aku hampir saja mati berdiri karna melihatnya , aku berfikir dia adalah selingkuhan mu " Ucap Mandy yang melihat hans dengan muka datar .
Bersambung
__ADS_1