
Hans yang melihat deny dan mandy berpegang tangan sangat membuatnya makin marah , namun Hans tidak memperdulikan apa yang dia lihat , dia melanjutkan jalannya , Mandy yang sadar bahwa hans telah melihatnya bersama deny pasti sudah salah paham lagi , dia berniat mengejar hans dan berteriak memanggil hans namun di hadang oleh deny. " Ayo kita bicara dulu , Kamu akan bertemu dengan hans setelah kita selesai berbicara " ucap deny yang menatap serius mandy .
Mereka berjalan keluar kantor , Mandy menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya dengan hans , dan mengungkapkan hubungan nya yang sebenarnya dengan hans , deny yang mendengar semua dari Mandy merasa bersalah karna ia tidak mengetahui yang sebenarnya , ia hanya ingin membantu teman nya itu , Deny meminta mandy untuk tidak khawatir dengan perilaku Hans , deny juga memberitahu bahwa hans bersikap keras seperti itu karna dia takut kehilangan orang yang dia sayangi . Deny akan menemui hans dan menjelaskan semuanya agar iya segera berbaikan dengan Mandy . Karna semuanya hanyalah kesalah pahaman hans .
Di Rumah Hans
Hans berkumpul di ruang makan bersama dengan keluarga nya , ia tidak berbicara banyak , hans diam dan melahap makanan nya , Orang tua Hans melihat kelakuan Anakn nya merasa khawatir , Apa yang terjadi kepada anakn nya itu .
Hans kemudian meninggalkan meja makan dan berjalan menaikki tangga menuju kamarn nya tanpa sepatah kata pun .
" Pah , apa kamu melihat kelakuan anak kita beberapa hari ini , ia kelihatan Berbeda , baru kali ini aku melihat nya seperti itu , Hans yang tak biasa nya bersikap begitu terhadap kita namun beberapa hari ini dia terlihat seperti orang asing , apa dia tidak pernah berbicara kepada mu atau curhat kah " Mama hans bertanya kepada suami nya .
" iya mah ,, Aku juga beberapa hari terakhir ini melihat perilaku hans , seperti nya dia memiliki masalah , tapi dia tidak pernah berbicara kepada ku atau memberitahu ku " Jawab ayah hans yang khawatir.
" Apa mungkin Hans merasa tertekan oleh perjanjian mu dengan nya pah , untuk masalah pernikahan itu " selidik mama hans yang menatap suami nya .
" Mah , Kurasa Bukan karna itu dia berubah , mungkin saja dia ada Masalah di kantor nya " ayah hans yang berusaha mengalihkan pembicaraan istri nya .
" Aku Takut pah , jangan sampai terjadi sesuatu kepada Hans " Lirih mama hans yang menangis di pelukan suami nya .
Hans yang Berada di kamar nya melihat telpon nya berbunyi dan ia melihat di layar tertulis nama deny , dia hanya tersenyum sinis dan tidak menghiraukan kan panggilan deny .
Deny yang berusaha menghubungi Hans dan melaju ke arah rumah hans dengan mengendarai mobil nya sangat khawatir karna hans tidak mengangkat telponya .
" Ayolah Hans angkat telpon nya " Ucap Deny yang gelisah sambil menyetir .
*BRUKKKKK"
Tibatiba suara dentuman keras berbunyi Dan itu adalah Mobil deny yang kecelakaan karna bertabrakan dengan kendaraan lain , Deny di larikan kerumah sakit karna tak sadarkan diri . Ambulance membawa deny munuju Rumah sakit terdekat , Darah yang terus mengalir di kepala Deny yang tidak sadarkan diri terus keluar . Mandy yang mendapat kan Kabar bahwa Deny kecelakaan ketika saat ingin menemui hans telah di larikan kerumah sakit Sucipto , ia segera bergegas dari kantor , Mandy panik dengan keadaan Deny semoga saja Deny tidak apa apa , Sepanjang Perjalanan Mandy menangis memikirkan deny karna dia merasa bersalah kepada Deny karna melibatkan deny dengan urusan nya .
Deny yang telah sampai di rumah sakit Sucipto , di larikan ke IGD untuk mendapatkan perawatan , Dokter berlarian mendorong Deny yang telah berbaring di Atas bansal dengan tidak sadarkan diri .
"Kamu bawa dia ke ruang Operasi dan segera menghubungi kelurga nya , Pendarahan di kepalanya sangat berat kita harus melakukan tindakan operasi " Ucap Dokter yang sedang membersihkan luka deny dan memasangkan selang oksigen ke deny menyuruh susternya .
Mandy telah Sampai Di rumah sakit , Mandy berlari ke ruang administrasi dan menanyakan apakah ada pasien yang baru saja kecelakaan bernama DENY di rumah sakit ini . Suster yang membuka Daftar Nama pasien memberitahu Mandy bahwa benar deny telah di rawat dan sementara di operasi .
Mandy Menunggu di depan ruangan Operasi dan sesekali melihat ke arah pintu ruangan dan berbolak balik dengan sangat khawatir .
" Ya allah , selamatkan deny " ucap Mandy yang cemas dan menangis tidak tenang di depan ruangan Operasi .
Hans yang melihat telpon genggam nya di kasurnya tidak berdering lagi dan mengambilnya dengan berfikirki mengapa perasaan nya tidak enak , Hans yang melihat panggilan Deny sebanyak delapan kali penasaran kenapa deny menelpon nya sebanyak ini. Hans menelpon kembali nomor deny.
" Hallo , mengapa kamu menelpon ku berkali-kali " ucap hans yang menempel kan telponya ke telingah nya dengan bernada dingin .
" Hallo pak , Pemilik Hp ini telah mengalami kecelakaan dan sekarang dia berada di rumah sakit Sucipto " Suster yang menjawab telpon hans memberi tahu hans.
Deggg ...
Hans yang merasa detak jantung nya berhenti kaget dengan apa yang telah ia dengar , Hans mematikan teleponnya bergegas kerumah sakit dangan tangan yang gemetaran , Dia sangat takut dengan keadaan sahabat nya itu .
__ADS_1
Deny yang telah selesai di operasi di pindah kan ke ruangan Lain ,, Deny masih tidak sadar kan diri karna koma , Mandy yang duduk di samping Deny sambil Memegang tangan deny dan meminta maaf tidak sanggup melihat deny yang sedang koma .
Hans yang telah sampai di rumah sakit mencari informasi tentang deny , dan berlari di sepanjang lorong rumah sakit mencari kamar deny .
Hans yang sedang berada di depan kamar deny langsung membuka pintu .
Hans langsung Tertegun Melihat Mandy yang berada di samping deny dengan menangis , pikiran Hans mulai hancur dengan apa yang dia lihat , Di sisi lain Mandy yang langsung berdiri melihat Hans dan menghapus air matan nya berjalan mundur , Ia sangat gugup jangan sampai hans salah paham lagi dengan dirin ya , Mandy yang berniat memberitahu tiba tiba Hans berjalan melewati mandy dan duduk di samping deny dengan menatap teman nya.
" Den ,, Apa yang terjadi , Mengapa kamu seperti ini , bangunlah aku ingin berbicara dengan mu lagi sialan " Hans yang bersuara serak dengan tangan gemetar memandang deny.
" Sabarlah Hans , Deny mengalami kecelakaan dan ia telah di Operasi " Mandy bersuara di belakang Hans dan mengulurkan tangan nya memegang pundak hans .
"Jangan menyentuh ku , Aku sudah mengetahui semuanya " Hans yang langsung memberi tahu mandy . Mandy langsung menarik tangan nya kembali dengan mata yang ber kaca kaca melihat Hans .
" Katakan lah apa yang kamu ingin kan sekarang , jika kamu ingin mengakhiri segala nya aku akan menuruti mu "
Mandy yang mendengar Hans berkata seperti itu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya , Iya seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Hans , Bagaimana bisa Hans berkata seperti itu .
" Kenapa Hans ,,, mengapa kamu berkata seperti itu " Mandy yang menangis dan langsung jatuh di lantai menatap hans yang mebelakangi nya .
" Akhiri saja hubungan kita , Aku tidak ingin membuat keributan di sini " Hans yang berdiri di tempat duduknya dan meninggal kan mandy .
" Tidak mungkin ,,, Aku tidak percaya semua ini , mengapa bisa seperti ini " Mandy memeluk kedua lutut nya di lantai dan menangis menggeleng kan kepala nya .
Ke esokan Hari nya , Hans dan mandy mulai beraktivitas lagi di kantor seperti biasa nya , Hans yang baru saja sampai di ruanga nya melihat berkas yang iya cari di rumah namun tidak menemukan di mejanya , Mandy yang tibatiba berada di depan ruangan hans dengan membawa berkas di tangan nya menguat kan Hati nya ketika ingin masuk keruangan Hans .
Tok...Tok..
" Pak ini berkas yang hari ini anda bawa untuk rapat nanti " Mandy yang menjulur kan berkas kepada Hans .
" Letakkan di atas meja " jawab Hans yang singkat sambil melihat telpon nya . dia tidak ingin melihat wajah Mandy .
Mandy yang mendengar Hans langsung menyimpan berkas hans di mejabnya , Mandy berjalan Keluar dri ruangan Hans , Tiba tiba Air mata Mandy Jatuh tanpa ia sadari " Hatiku sangat sakit melihat sikap nya tuhan " lirih Mandy dalam hati dan menghapus air mata nya lalu meninggal kan ruangan Hans .
Hans juga merasakan sakit ketika berperilaku begitu dengan Mandy , namun dia berusaha kuat di hadapan Mandy .
" Mandy , bagaimana dengan keadaan pak deny " tanya rani kepada mandy .
" Pak deny masih belum sadar kan diri Ran " jawab Mandy .
" Sebentar pulang kantor kita ke rumah sakit yah , aku ingin menjenguk pak deny " pinta Rani . Mandy Mengangguk kan kepala nya sebagai tanda bahwa ia setuju .
Hans berjalan keluar dan menuju meja Rani
" Ran . temani saya rapat sebentar " ucap Hans kepada Rani .
__ADS_1
" I...ya pak " Rani yang gugup karna heran dengan ucapan Hans.
" Baiklah " ucap Hans dan pergi meninggal kan Rani .
Mandy yang melihat Hans mengajak Rani merasa seakan akan ada yang menusuk hati nya , Ia merasa sesak dengan apa yang di rasakan nya , Mata Mandy berkaca kaca karna berusaha menahan Air mata nya .
" Ehhh ,,, Kenapa tibatiba Pak hans menyuruh ku untuk menemani nya rapat , Bukan kah yang menjadi sekertaris nya itu kamu Ndy " tanya Rani kepada Mandy yang penasaran .
" Dia juga bosmu , Jadi wajar saja jika ia memintamu menemani nya " Jawab mandy yang berusaha tersenyum ke arah Rani .
Dua minggu kemudian , Mandy dan Hans masih Seperti biasanya , Mereka Hanya menjalan kan tanggung Jawab nya di Di kantor Namun tidak seperti dulu lagi . Deny yang masih belum sadarkan diri masih menjalani perawatan di rumah sakit , Sesekali Mandy merawat Deny begitu pun Hans yang juga sering berkunjung melihat teman nya .
Hari hari Hans dan Mandy terlihat tidak bersemangat , Mereka masih sangat menyangi dan sulit untuk saling melupakan .
Di Rumah Hans .
Hans dan keluarga nya Berkumpul di Ruang tamu , Hans yang biasa menghabis kan waktu nya dengan keluarga nya menonton Tv.
" Hans ini sudah 20 Hari , apakah Kamu telah mendapat kan seorang perempuan yang ingin kau nikahi " Tanya ayah Hans yang melihat Putra nya hanya berkhayal .
" Belum pah " jawab Hans .
" Ingat tinggal sepuluh hari lagi Hans , jika kamu tidak menemukan seseorang , maka kamu akan menikah dengan Dita " tanya ayah nya dengan tegas .
" Iya pah , Hans tau . Hans ingin beristirahat dulu " Hans meninggalkan Ruang tamu dan berjalan menaikki tangga menuju kamarnya.
Hand merebah kan badan nya di kasur , Dia Memikir kan Mandy dan Memikirkan perkataan Ayah nya , Harus dia menikahi Dita , dia merasa tak ingin mencari wanita lagi semenjak putus hubungan dengan Mandy .
Di sisi Lain Mandy yang Tidur di pangkuan mama nya hanya berdiam diri dan terus memikirkan Hans .
" Mandy apa kamu tidak apa apa Nak , beberapa akhir ini mama melihat mu hanya berdiam diri " tanya ibu nya yang mengelus kepala mandy .
" Mandy baik baik saja Ma ,,, Mandy hanya ingin tidur di pelukan mama " Jawab Mandy yang tidur di paha mama nya sambil menyembunyi kan air mata nya yang jatuh .
" Baiklah nak , Tidurlah mama akan berada di sisi mu nak " Mama mandy tau bahwa anak nya pasti sedang ada masalah namun ia tak ingin bertanya lebih dalam lagi kepada anak nya .
Bersambung
__ADS_1