
Hallo Sedikit curahan Hati dari Author yahh ,,, jika kalian masih ingin novel ini di Update mohon di komentar atau di like karna Dukungan kalianlah yang membuat Author bersemangat untuk menulis Novelnya .
Selamat Membaca 😚
Hans Yang berusaha mengejar deny karna ucapanya tadi membuat nya tak bisa diam , dia harus memberitahukan deny bahwa sekarang Mandy bukan lagi sekertaris nya , tapi dia telah menjadi kekasih Hans yang ingin dia jadikan istri , Deny hanya tersenyum membelakangi temannya dan berjalan menuju pintu , ia belum mengetahui bahwa kini temanya telah menemukan belahan jiwanya , ia hanya ingin menguji Hans dan melihat reaksi Hans bagaimana jika ia mendekati mandy , Deny mulai curiga dengan Hans sedari dulu karna Hans selalu saja dekat dengan sekertaris nya dan kelihatan dari sorot mata hans jika dia memandang Sekertaris nya itu .
"Deny , kamu Mau apa" Hans yang berteriak memanggil Deny dan berusaha menahannya dengan berdiri menghalangi pintu ruanganya .
Deny ingin tertawa melihat reaksi temannya yang langsung bertindak dan menghalanginya .
"Aku ingin Menemui Mandy ,, Ada masalah apa kamu" ucap deny dengan mencoba menyingkirkan hans dari pintu .
"Kamu tidak boleh menemui dia mulai sekarang " Hans meninggikan suaranya kepada deny .
"Mengapa aku tidak boleh menemui nya ,,, Apa hak mu melarangku untuk itu" Deny yang menatap sinis hans namun ia penasaran apa yang akan di katakan hans , apakah dia akan mengungkapkan jika dia telah menyukai Mandy .
"Iya Aku punya Hak , Karna Aku...." hans yang secara spontan menjawab deny yang ingin memberitahu temanya bahwa ia adalah pacar Mandy namun langsung teringat dengan janji nya terhadap Mandy bahwa ia akan merahasiakan hubunganya .
"Hahahah kenapa kamau diam , kenapa tidak melanjutkannya" Deny menertawai Hans.
"Iya Karna Aku adalah Bosnya dan dia adalah sekertaris ku , Aku punya hak untuk itu" Hans berusaha untuk mengelabui deny dengan alasanya itu .
Deny yang mendengar Hans tidak menghiraukan nya dia berjalan keluar meninggalkan hans , Namun Hans mengikuti deny dari belakang , Deny melihat Mandy yang duduk di kursi kerjanya dan Rani yang berada di samping Mandy , ia berdiri di depan meja mandy dan membukukkan badannya memandang mandy yang Tak sadar melihat kedatangan deny . Sementara Rani yang melihat tingkah laku Deny terheran karna perilaku deny.
"Kenapa Pak deny berusaha memandang mandy , menatap mandy dengan bgtu" Gumam rani dalam hatinya .
Hans yang melihat Deny begitu ingin mematahkan tulang temanya itu , karna dia berani menggagu kekasihnya dan menatapnya seperti itu , Kini wajah Hans mulai memerah dan darahnya mendidih melihat perlakuan deny Namun ia tak bisa berbuat apa apa sekarang .
"Hmmm ... Hay Nona Mandy" Deny yang berjongkok di hadapan Mandy dan tersenyum . Sontak saja Mandy kaget dengan tingkah deny .
"Ehhh pak deny ,, Ada apa pak" Mandy berdiri dan keluar dari kursinya berpindah tempat ke samping mejanya . Hans yang mematamatai Mandy dari jauh terlihat tidak tenang karna ia berharap Mandy tak menggubris nya lalu mengapa Mandy malah Mendekati deny.
"Jika aku tidak seperti tadi kamu tidak sadar akan kehadiranku nona , makanya aku mencari cara supaya kamu melihatku dan menyadari bahwa aku ada di sisimu" Deny yang langsung berdiri dan memasukkan tangannya kedalam saku celananya .
"Maaf pak , saya tadi sedang sibuk , ada apa yah pak" Mandy yang berdiri memegang tanganya di depan badanya lalu menunduk dan berbicara kepada deny .
"Tidak apa apa Mandy , Aku hanya ingin mengajak mu makan siang , apa kamu mau menemani ku lagi , aku sudah memberitahu Bosmu bahwa aku akan mengajakmu keluar makan siang nanti" ajak Deny yang tersenyum kepada Mandy .
Rani yang sedari tadi melihat Deny berbicara kepada mandy mulai mencium baubau pendekatan deny kepada mandy , Dia tertawa kecil melihat deny yang berusaha mencari perhatian mandy .
"Maaf Pak , saya masih banyak kerjaan , masih banyak berkas yang ingin sayang kerjakan , seperti nya saya tidak bisa menemani anda pak" Jawab Mandy .
"Ayolah Mandy , aku hanya ingin mengajakmu makan saja kali ini , dan lagian aku juga sudah meminta izin kepada Hans" Deny yang memohon kepada mandy dengan menyatukan kedua tanganya .
kenpa hans membiarakan aku pergi bersama pak deny apa dia tdak marah jika aku sama pak deny , Mandy yang berfikirki dengan rasa ragu .
Apa yang harus di lakukan Mandy dia tidak ingin membuat Hans Marah karna kedekatan nya dengan deny , ia tahu bahwa Hans sudah melarangnya untuk berdekatan dengan lakilaki lain . Namun di posisinya sekarang ia tidak mungkin menolak deny .
__ADS_1
"Baiklah pak saya akan ikut bapak" Jawab mandy dengan muka parau .
Di sisi Lain Hans melihat Mandy yang menyetujui ajakan deny kecewa dan sangat membuat hatinya merasa tercabik-cabik , apa Mandy tidak memperdulikan perasaan hans jika dia bersama dengan Pria lain ,Pikirnya. Hans membalikkan bandannya dan kembali keruanganya .
Dilain tempat terlihat seorang gadis yang telah mengendarai mobil menuju kantor Wijaya Kusuma , ia adalah Putri dari pak wijaya (Dita) . ia terlihat bahagia dan memancarkan senyum di wajahnya mengingat bahwa dia akan di jodohkan dengan Hans , Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan nya untuk menjadi calon istri dari pria tampan itu , Apapun yang terjadi Dita berharap bisa memiliki Hans .
Tiba waktunya makan siang , Mandy mencari Hans di ruanganya namun tidak melihatnya , ia telah mencari hans dan berusaha terus menghubunginya namun nomor telepon Hans tidak dapat di hubungi , Mandy sangat khawatir di mana Hans sekarang . tibatiba Deny berpapasan dengan Mandy di depan ruangan Hans dan mengajak mandy untuk segera ke restoran yang ingin mereka tempati . Namun Mandy tidak bersemangat karna dia ingin menemui Hans sebelum pergi dengan deny .
Mandy dan deny telah sampai ke restoran yang pernah ia tempati makan sebelum nya , Ia kepikiran terus dengan hans , sejak tadik nomor telepon hans tak bisa di hubungi , tak biasanya hans seperti ini , Mandy merasa tidak bersemangat dan tidak berselera untuk makan .
"Mandy kenapa makanannya tidak di makan" ucap deny yang melihat mandy hanya mengaduk makannya sedari tadi .
"Iyyap pak , saya Hanya tidak berselera hari ini untuk makan" Jawab Mandy .
"Kamu kenapa Mandy,,, apa kamu tidak menyukai makananya" ucap deny .
"saya suka kok pak" Mandy yang mulai memakan makananya .
"Baiklah jika kamu tidak ingin lagi jangan di paksakan , kita langsung balik aja ke kantor" Sahut deny kepada Mandy .
Mandy yang melihat mobil Hans segera turun dari mobil deny , Dia ingin bertemu dengan kekasihnya Bahwa dia dari mana saja , mengapa ia tidak bisa di hubungi tidak kah dia tau betapa khawatir nya mandy terhadapnya .
"Heyy bro dari mana saja kamu" deny yang berjalan di teras kantor dan mandy yang berjalan di sampingnya .
"Dari luar " jawab hans dingin dan berjalan melewati deny dan Mandy. mata hans melirik sinis ke arah mandy .
Degg...
Jantung mandy seakan ingin berhenti , Melihat perilaku hans ia begitu takut dan khawatir apa mungkin hans marah melihatku dengan pak deny tadi , mandy yang membatu dengan mata yang berkacakaca.
Deny hanya menaikkan kedua pundaknya dan merasa tak tahu dengan perlakuan hans , ia berpamitan dengan mandy dan pergi meninggalkan kantor.
Di Ruangan Hans
Hans terlihat kesal melihat mandy dan deny tadi , Kini hans duduk di kursinya dengan memegang kepalanya.
"Arggghhhh.... Mengapa kamu membuat ku seperti ini Mandy " Teriak Hans dan melempar semua benda yang berada di atas mejanya . ia merasa sakit hati karna melihat mandy yang berjalan dengan pria lain. Tak lama kemudian Mandy yang mendengar suara keributan di ruang Hans berlari dan masuk keruangan Hans. Mandy kaget melihat Ruangan hans yang kini berantakan dan Hans yang terlihat sangat kacau .
__ADS_1
"H,,,hans" Mandy yang berusaha meraih kepala hans dan terlihat gugup .
"Jangan menyentuh ku Mandy , kamu keluarlah" Hans menyingkirkan tangan mandy dengan posisi yang masih duduk di kursi nya dan menundukkan kepalanya.
"Kamu kenapa hans,,, Apa yang membuatmu seperti ini , sedari tadi aku mencari mu dan menghubungimu namun aku tak menemukan jawaban." Mandy kini menangis dan menatap hans karna ia sakit melihat perlakuan hans kepadanya.
"Keluar lah Mandy" Hans masih tidak ingin melihat Mandy dan menyuruhnya keluar .
"Hiksss.... Jawab aku Hans , kamu kenapa , mengapa kamu bersikap begini kepada ku , apa salahku Hans , Tolong beritahu aku" Mandy yang tersungkur ke lantai dan menangis tersedu-sedu karna perlakuan Hans .
Hans yang melihat mandy dengan keadaannya merasa tak tega tapi hans sangat kecewa dengan mandy. ia tidak ingin wanita yang sangat ia sayangi melukai hatinya apa lagi pergi bersama dengan lelaki lain .
"Apa kau tau mandy ,, Aku begitu sakit melihatmu pergi bersamanya , Bukanka aku sudah memberitahumu sebelum nya bahwa hanya aku yang boleh mendekati mu. " Hans yang berdiri dan duduk di lantai bersandar di dinding dengan mata yang berkacakaca .
Mandy yang Mendengar Hans langsung mengerti apa yang membuat Hans sangat marah, ternyata hans tidak menyukainya yang pergi dengan deny. Mandy berdiri dan memeluk hans . "Maafkan aku Hans ,, Aku hanya pergi makan siang denganya , sebelumnya aku mencari mu namun aku tidak menemukanmu , aku tidak ada tujuan lain selain menemaninya makan , ku mohon maafkan aku hans , aku mohon..." Mandy yang memeluk hans dan menangis di belakang hans .
"Sudahlah. aku hanya ingin sendiri dulu, kamu keluarlah" Hans melepaskan tangan mandy dan berdiri membelakangi mandy.
"Jangan membuat ku seperti ini hans ,,, aku mohon , aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kamu bersikap seperti ini kepadaku , percayalah hans hanya kamu yang ada di hatiku . ku mohon percayalah kepadaku" tangis mandy pecah dan tersedusedu memeluk hans dengan posisi berdiri . Hans yang tak tega melihat mandy,Ia berusaha lepas dari pelukan mandy dan berjalan keluar ruangannya , ia masih belum bisa memaafkan Mandy dengan apa yang sudah terjadi.
Mandy yang kelihatan rapuh dan hanya bisa bersimpuh di lantai melihat hans yang meninggalkan ruangan "Maafkan aku hans" Lirih mandy yang terisak .
Kini semuanya menjadi suram bagi Hans dan Mandy karna Salah paham , Mandy yang melamun di kursinya terlihat sangat sedih mengingat hans , Rani yang melihat Mandy sepulang dari makan siang bersama dengan pak deny terlihat sangat menyedihkan , Apa yang telah terjadi pada Mandy mengapa dia kelihatan seperti sedang ada masalah , Rani masih berfikir dan sesekali melihat temannya .
"Mandy...Apa kamu sedang ada masalah, mengapa kamu terlihat murung " Rani memegang bahu mandy .
"Nggak papa Ran " Mandy menjawab Rani.
"Sebaiknya kamu pulang saja jika kamu sedang tidak enak badan Ndy " ucap Rani kepada mandy yang tak tega melihat mandy dengan kedaaan seperti sekarang .
"Aku baikbaik saja Ran , aku ke toilet dlu yah" Mandy berdiri dan pergi meninggalkan Rani .
Rani mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya kepada mandy , Setelah melihat mandy yang tidak kelihatan lagi , Rani menelpon deny dan berusaha menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada Mandy , Namun deny Memberitahu bahwa dia dan Mandy tak ada masalah sama sekali.
Hans yang berjalan keluar , tak sengaja berpapasan dengan Mandy , Mandy juga melihat Hans yang sedang berjalan , Hans berjalan melewati Mandy tanpa menoleh atau menyapa Mandy , ia seolah-olah tak mengenali mandy , Hans yang melihat kondisi mandy benar-benar tak tega tapi hans masih tidak ingin berbicara kepada kekasihnya , berbeda dengan Mandy , ia benarbenar tak percaya bahwa kini Hans berperilaku seakanakan tak mengenalinya .
Deny yang telah mengetahui kondisi mandy , langsung bergegas menemui mandy dan berniat ingin menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi .
Kini deny berada di kantor Hans , ia mencari Mandy menelusuri semua lorong kantor . Deny melihat Mandy yang berjalan dengan muka sedih "Mandyy..." deny memanggil mandy , ia melihat deny namun ia tak ingin menemui deny lagi , dia tidak ingin mendekati deny lagi , ia takut jika hans melihatnya lagi . Mandy melihat deny sekilas dan berusaha berlari membalikkan badannya meninggalkan deny dan tak menghiraukanya . Deny yang melihat Mandy menjauhinya, deny Mengejar mandy dan manahannya .
"Kamu jangan menghindariku Mandy , Aku ingin berbicara dengan mu sebentar saja" deny menahan tangan Mandy .
"Maaf pak , kalau bisa kita jangan sering-sering bertemu" Mandy yang berusaha meninggalkan deny dan melepaskan tangannya .
"Sebentar saja Mandy. kali ini saja aku tidak akan mengganggumu lagi , tapi ikutlah dengan ku sekarang , ini penting dan ini menyangkut dengan ku juga" Deny yang memohon kepada Mandy Sambil memegang Tangan Mandy .
Tibatiba Hans datang dan Melihat Mandy dan Deny yang sedang berpegangan tangan .
Bersambung
__ADS_1