Direktur Adalah Suamiku

Direktur Adalah Suamiku
#pertanyaan


__ADS_3

Hans yang berjalan keluar dari ruanganya mencari mandy . dia tak bisa tenang jika tak melihat sekertarisnya itu , apapun alasanya dia sepalu memanggil mandy untuk bisa melihatnya , sehingga suatu hari iyya pernah menyuruh mandy untuk seharian mengerjakan pekerjaan nya di dalam ruanganya hanya untuk melihat wajah sekertaris nya itu .



"Rani , apa kamu melihat Mandy" tanya hans kepada rani .


"ohiya pak , Baru saja dia ke toilet pak " jawab rani .


"ohh baiklah ,,, Suruh dia ke ruangan ku jika dia sudah datang Ran" pinta hans kepada rani .


"ohiya pak ,, Baik" jawab rani .


Hans Meninggalkan Rani ,,tak lama kemuadian Tibatiba Mandy datanga . "Mandy kamu di cariin sama pak Hans " ucapa Rani kepada Mandy .


"Ada apa pak Hans mencariku Ran"


"Mana aku tau ,,, sono kesana aja langsung sapa tau lo mau di lamar" rani yang tertawa


"sialan lo ,,, yah udah gue keruangan pak hans dulu" Mandy yang berjalan keruangan Hans.



Tok..tok..tok


__ADS_1


"Permisi pak ,,, apa bapak mencari saya" tanya mandy kepada hans yang duduk di kursinya .


"Iyya,,,kamu duduk dulu" Mandy hanya mengangguk dan duduk di sofa , dia berjalan dan duduk samping Mandy .


"Mandy aku mau bertanya"


"iya pak , ada apa "


"Apa kamu ada hati sama deny" Mandy tertegun dengam pertanayaan Hans ," kenapa dia bertanya begitu , apa dia tidak tau kalau selama ini yang aku sukai bukan pak deny tapi dia" gumam mandy dalam hati . "hey Jawab Mandy" hans yang melihat Mand hanya diam tanpa kata .


"tidak pak , saya sama pak deny hanya teman kantor saja" jawab mandy langsung.


"ooh , lalu apa ada orang lain yang kamu sukai " tanya hans lagi dengan serius .


"T...Tidak ada pak,,Memang kenapa pak "jawab Mandy gugup .


Handphone Hans berbunyi dan langsung mengambilnya darii saku celana . "iyya ada apa pah " hans yang berbicara dalam telpon .


"Hans kamu cepat Balik kerumah yah" ucap papanya.


"ada apa pah,,, apa di rumah ada masalah" hans panik karna ucapan papanya yg menyuruhnya cepat pulang kerumah .


"Tidak ada nak , ada yang papa ingin bicarakan saja" .


"Baiklah pah" jawab Hans dan mematikan telponya. Dia melihat ke arah mandy yang sedari tadik memperhatikanya ketika berbicara di telpon sama papanya.

__ADS_1


"Ada apa Pak" mandy yang membatu , karna hans melihat mandy dengan tersenyum .


"tidak Apaapa ,, kamu pulang kantor sebentar Sama siapa" tanya hans .


"Sama Rani pak , kenapa pak "


"Ohhh ,,Kamu pulang bareng aku aja , hari ini papa memintaku pulang cepat jadi sekalian kita pulang bareng " .


"nggak usah pak ,, saya takut merepotkan kan bapak"


"Tidak Mandy. aku sama sekali tidak kerepotan " sahut Hans yang tibatiba mencubit pipi Mandy .


"B,,,Baiklah pak" Mandy terpaku akan perlakuan hans yang langsung mencubit pipinya . "ohh tuhan , kenapa jantungku terasa mau copot " gumam Mandy dalam hatinya .


"Kamu kenapa ,, apa kamu sakit ,kenapa pipimu memerah" tanya hans yang melihat mandy hanya menunduk .


"Tidak pak ,,, aku tidak papa, kalau begitu saya permisi keluar dulu pak masih banyak yang harus saya kerjaka." Mandy yang berdiri dan langsung berpamitan sama hans karna dia takut akan reaksinya akibat ulah Hans .


Hans hanya tersenyum melihat mandy , karna dia tahu bahwa perlakuanya tadi membuat mandi merasa malu .



Bersambung


__ADS_1



__ADS_2