
" Srak Srak" sambil membersihkan barang barangnya yang kotor. Terdapat bunyi dering Hp Psi. Sebuah panggilan yang meneleponya. Dengan cepat Psi mengangkat panggilan teleponya.
" Psi" Ujar Vivi sambil teriak. Membuat psi kaget akan teriakan Vivi.
" Kenapa teriak ?" Ujar Psi sedikit kesal kepada temanya itu yang tiba-tiba berteriak.
" Kamu sudah pulang kah Psi ?" Ujar Vivi yang tidak percaya apa yang dia dengar.
" Hem iya " Ujar Psi singkat, sambil membersihkan barangnya yang terkena debu. Di mana sudah ditinggalnya lebih dari 1 bulan. Ketika dia berada di rumah sakit karena mengalami koma.
" Tapi dokter kan bilang kamu harus istrahat di Rs selama 3 minggu, jangan kan 3 minggu belum 2 minggu kamu sudah memilih pulang " Ujar Vivi sedikit khawatir kepada temanya. Takut tiba tiba Psi sakit lagi.
" Aku sudah merasa baikan dah Vi, sisa waktu istrahatnya aku memilih di rumah aja." Ujar Psi yang selesai membersihkan barangnya dan berjalan menuju kamarnya.
" Kamu emang benar keras kepala " Ujar Vivi di balik teleponya.
" Hehe" Kata Psi sambil ketawa dan berbaring di tempat tidurnya dan memainkan tangan ke cahaya lampu.
" Ya sudah lah kalau itu maumu, Habis dari cafe aku pergi ke tempatmu ya" Ujar Vivi penuh semangat.
" Kayaknya engak bisa deh vi" Ujar Psi dan langsung berdiri dari tempat tidurnya.
" Kenapa " Ujar Vivi sedikit kebingungan dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai.
" Kamu mau pergi " Ujar Vivi penuh tanda tanya.
__ADS_1
" Yap, Saya mau berkunjung ke suatu tempat" Ujarnya sambil berjalan ke arah jendela kamarnya, membuka jendela dan melihat ke arah luar. Dan tidak lupa Psi mulai menghirup udara segar yang masuk ke kamarnya.
" kemana? " Ujarnya penuh penasaran
" Rumah lamaku, Maksudku Keluargaku " Ujar Psi dan langsung terdiam mendengar perkataanya sendiri.
" Hah, Bukankah kamu mengatakan dulu kepadaku kamu anak panti ya, atau akubsalah dengar ya ??" Ujar Vivi sedikit kebingungan mendengar perkataan rekan kerjanya. Mendengar perkataan Vivi membuat Psi cuma hanya tersenyum dan menjawab pertanyaaan.
" Anak panti bukan berarti tidak memiliki keluarga bukan ?" Ujarnya
" Emm..." Ujar Vivi yang cuma hanya mengangguk.
" Ya sudah kalau begitu ya, saya matikan hp saya dulu " Ujar Psi dan mematikan handphone dan berjalan ke lemari.
Psi diam sejenak memandang lemarinya dan menghela napas. Sesudah itu Psi menganti bajunya dan mulai mengikat rambutnya. Tidak lupa Psi juga mengambil tasnya dan juga membawa beberapa uang. Pergi berjalan meninggalkan kamarnya dan menuju ke depan pintu. " Krak" Suara bunyi pintu terbuka dan Psi pun mulai meninggalkan rumahnya.
1 jam kemudian bus telah sampai di stasiun berikutnya. Psi pun terbangun karena bunyi jam hpnya dan bergegas keluar ke stasiun. Dan berjalan kaki menuju ke rumah lamanya. Sambil berjalan Psi pun mulai mengenang masa lalunya bersama ayah dan ibunya. Tanpa terasa air matanya mulai jatuh ke bawah.
" Aku tidak menyangka memiliki masa lalu sepahit ini" Ujar Psi sambil bergumam.
Terdiam sebentar memandang rumah lamanya. Terdapat memori masa lalu Psi mulai berjalan di dalam otaknya. Dengan pelan Psi membuka gerbang pintu rumah lamanya. Yang terdapat garis police line, dan berjalan melewati garis itu.
Terdiam cukup waktu lama ketika dia berjalan di depan pintu rumah lamanya. Dan Psi pun mulai bergumam kepada dirinya lagi.
"Ma, Pa Adriana pulang" Ujar Psi berusaha menahan tangisanya dan membuka pintu rumah lamanya. Terus berjalan masuk ke rumah lamanya. Psi terdiam seribu bahasa memori lamanya ketika dia masih kecil, ketika pulang selalu disambut kedua orang tuanya.
__ADS_1
Psi pun mulai terus berjalan masuk ke dalam rumah lamanya. Menelusuri tiap lantai dan dinding yang sudah berdebu. Menaiki tangga menuju ke kamar orang tuanya. Psi terdiam dan menutup matanya sebentar dan mengali memori lamanya bersama orang tuanya.
Akhrinya Psi pun mulai menghela napasnya dan berjalan keluar menuju kamarnya. Memasuki kamarnya dan berkeliling kamarnya untuk mengenang masa kecilnya. Dan mulai mengikuti tragedi kematian orang tuanya. Berjalan menuruni tangga dan menuju ruang tamu.
Terdiam di ruang tamu, dan Psi mulai berjalan masuk ke dalam. Berhenti tepat di mana mayat ayahnya dan ibunya berada dan Psi pun mulai duduk ke lantai.
" Ma , Pa" Merasakan seolah olah bahwa orang tuanya berada di samping sisinya, meraba lantai yang berdebu. Dan Psi pun mulai menangis dengan keras dalam waktu cukup lama. Psi pun mulai menutup matanya dan membuka matanya.
" Ma, Pa tenanglah di alam sana. Saya akan mencarinya sampai ketemu" Ujar Psi dengan tekad kuat. Akhirnya dia berdiri menuju ruang kerja ayahnya. Menelusuri ruangan kerja ayahnya. Tidak lupa mengecek tiap tempat. Psi pun mulai berpikir dimana ayahnya menyimpan cacatan pribadinya.
Terdiam cukup lama Psi pun akhirnya menginggat. Psi berjalan menuju meja kerja ayahnya. memukul mejanya terdapat ruang kosong di sisi meja itu. Dengan cepat Psi mengambil sebuah benda dan memukul mejanya.
" Pak Pak" Bunyi meja terpukul Psi pun mulai melihat lubang. Terdapat sesuai cacatan yang usang dengan cepat Psi pergi mengambil cacatan itu. Mengambil cacatan itu membersihkan dari debu. Menelusuri setiap cacatan ayahnya. Dan membaca satu persatu, meskipun beberapa cacatan yang sudah hilang dimakan rayap. Psi pun mulai menginggat tanggal kematian orang tuanya.
15 April 2012 hari kematian keluarganya. Psi pun mulai mencari membaca cacatan ayahnya tahun 2012. Tetapi tidak menemukan apapun, Melainkan berhenti pada bulan januari. Di dalam cacatan bulan januari beberapa tulisan yang mulai menghilang dan dimakan rayap.Psi hanya menemukan sebuah kalimat.
" Hari ini aku begitu buruk, menyebabkan aku terlibat. Aku berharap semoga cepat berakhir" Psi pun terdiam membaca cacatan ayahnya dan mengulangi perkataan ayahnya.
" Terlibat" Ujar Psi dan berpikir.
" Sebenarnya ayahku mengalami masalah apa. Aku bahkan engak bisa menemukan berita tentang kematian ayahku. Seolah olah media menutupi" Ujar Psi dan duduk di kursi milik ayahnya. Cukup terdiam dan mulai berpikir dan bergumam kepada dirinya sendiri.
" Polisi" Ujar Psi dengan semangat dan menjentikan jarinya
" Ya , Polisi itu pasti tau. Dia membawa aku ke panti asuhan" Ujar tapi terdiam sebentar dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai
__ADS_1
"Di mana aku bisa menemukan polisi itu. Ya panti asuhan. Aku harus menemui ibu panti asuhan " Ujar Psi dengan semangat mengambil cacatan ayahnya dan membawa pergi bersamanya. Menuruni tangga dan keluar dari rumah lamanya. Dengan penuh harap dia bisa menemukan informasi di panti asuhan.