
"Lex" Ujar Risky dan mengucek matanya yang nampak begitu hitam dan gelap.
" Kenapa? " ujar Alex yang menyusun laporanya.
" Kita bekerja tanpa stop untuk mencari kasus pembunuhan berantai" Ujarnya masih terus mengucek matanya. Sedangkan Alex hanya tertawa kecil.
" Eh ngomong ngomong. kita kedatangan anggota baru loh" Ujarnya kelvin dan menyenggol Risky.
" Kedatangan anggota baru? " Ujar Alex dan menimbrung pembicaraanya dan juga penasaran.
" Kamu dapat info dari mana ?" Ujar Melly dan berjalan ke arah mereka.
" Ah kebetulan tadi saya mendengar pembicaran ketua sama atasan kepolisian.Dan sekarang lagi sedang menginformasikan anak baru datang" Ujarnya sambil tersenyum.
" Benarkah ??" Ujar Melly dan balik bertanya.
" Baguslah, jadi tim kita ada 6 orang " Ujar Risky.
" Kret " Suara bunyi pintu ruangan divisi kriminal terbuka. Membuat semua orang yang berada disana terdiam dan memandang Via berjalan masuk ke ruanganya. Via memandang mereka yang dari tadi berbisik dan berbincang masalah anggota baru yang akan masuk.
" Ya, Kalian begitu penasaran dengan anggota baru. Sampai suara kalian terdengar dari luar?" Ujar Via yang memandang mereka semua yang sedang berbincang satu sama lain.
" Jadi itu benar ya ? Ketua" Ujar Melly.
" Ya " Ujar Via dengan singkat. Dan mengambil laporan yang setumpuk dan menaruh dimejanya.
" Ngomong-ngomong dia Cewek/ Cowok? Ketua" Ujar Kelvin.
" Cewek, " Ujar Via dengan malas.
" Kenapa raut wajahmu seperti itu ketua?" Ujar Alex yang melihat Via yang tidak begitu semangat dengan anggota baru yang akan datang.
" Nanti kalian akan tau dia siapa, mungkin bentar lagi akan datang" ujar Via dan duduk di kursinya.
" Wah, Tadi kalau engak salah dengar ya. Dia dulu mantan anggota datasemen khusus kepolisian?" Ujar Kelvin.
" Hah, benarkah... " Ujar mereka yang mendengar secara kompak.
" Itu benar" Ujar Via yang berjalan ke arah mereka.
" Tapi kenapa dia mau bekerja disini? Padahal datasemen khusus kepolisian termasuk elite kepolisian " Ujar Melly.
__ADS_1
" Aku tidak tahu" Ujar Kelvin dan memandang Via. Yang berharap bisa mendapat informasi lebih dari itu. Via yang memandang Kelvin yang melihatnya. Hanya bisa berhela napas dan berkata.
" Saya tidak tahu apapun. Dari pada membahas anggota baru. Kalian sudah selesai mengejarkan laporanya?" Ujar Via yang memukul meja dan memandang mereka semua.
" Sedang kami kerjakan. Ketua" Ujar mereka semua kompak dan bubar. Pergi duduk di kursi masing-masing.
Tidak butuh waktu yang lama. Terdengar sesorang berjalan menuju ruangan divisi kriminal. Orang itu menghela napas dan mengetuk pintu ruangan divisi kriminal.
" Tok Tok" Suara bunyi pintu diketuk. Membuka secara perlahan dan berjalan masuk.
" Yap, Anggota baru sudah datang. Kalian pasti tahu siapa ?" Ujar Via dan menujuk anggota baru yang berjalan masuk
" Apa kabar? Saya anggota baru dari tim divisi kriminal" Ujar Psi sambil tersenyum dan memandang mereka semua. Semua yang berada di ruangan itu pun terkejut dan cuma hanya Via yang biasa aja karena sudah tau siapa yang akan menjadi anggota baru itu.
" saya harus duduk di kursi mana?" Ujar Psi dan berjalan menuju meja Via.
" Di samping Melly ada meja kosong. Di samping Alex juga ada meja kosong. Dan di samping aku ada meja kosong. " Ujar Via tersenyum dan sambil menujuk meja yang kosong. Psi yang memandang Via yang kurang begitu suka denganya.
"Kalau begitu saya boleh duduk di meja yang saya inginkan bukan" Ujar Psi dan memandang Via.
" Ya silahkan" Ujar Via dengan singkat.
" Hey ? Anak baru! " Ujar Melly yang kurang begitu suka dengan sifat Psi yang seenaknya seperti itu.
" Maaf, nama saya bukan anak baru karena saya mempunyai nama. Nama saya Psi" Ujar Psi yang membuat Melly menjadi kesal. Semua yang berada di ruangan itu memandang Psi dengan heran tanpa kecuali sedikit pun.
" Sudahlah Melly?" Ujar Via yang menangani mereka berdua.
" Psi kamu bisa mengenalkan kamu secara singkat dan alasan kamu bekerja disini sebelumnya itu, kenapa kamu dulu berhenti dari datasemen khusus kepolisian?" Ujar Via
" Hay, Nama saya Psiana biasanya dipanggil Psi. Dan alasan saya bekerja disini sama seperti dengan kalian menangkap kasus pembunuh berantai. Dan khusus alasan saya berhenti dari datasemen khusus kepolisan anda tidak perlu tahu" Ujar Psi dengan tajam.
"Psi, " Ujar Via dengan sedikit kesal.
" Semoga kamu bisa bekerja dengan baik" Ujar Via dan duduk di mejanya itu.
" Sebelum kalian bekerja saya mau tau cara kalian bekerja?" Ujar Psi.
" Kita bekerja ketika mendapat kasus..." Sebelum Via menyelesaikan perkataan itu sudah terhenti akan perkataan Psi.
" Saya sudah tau itu. Bukan itu saya maksudkan" Ujar Psi memotong perkataan Via yang membuat Via menjadi kesal.
__ADS_1
" Apakah kamu bisa untuk tidak memotong pembicaran orang lain?" Ujar Via yang agak kesal.
" Ah maaf, Via kamu jangan begitu kesal" Ujar Psi.
" Psi aku harap kamu bisa merubah sifat kamu. ?" Ujar Via dan berdiri memandang Psi.
" Berubah? apa ada yang salah dengan aku?" Sambil menaikan alisnya itu.
" Ini di kantor, " Ujar Melly dengan singkat.
" Kita biasanya memanggil ketua tim kita ketika sedang bekerja. Dengan sebutan ketua. Sedangkan apabila kita di luar dan tidak bertugas kita memanggil nama kita masing masing" Ujar Risky.
" Ah ketua, Berarti tadi kamu kesal denganku karena tidak memanggil dirimu ketua? begitukah?" Ujar Psi dan memandang Via yang menahan emosi.
" Anak baru ?" Ujar Melly yang kesal karena sifat Psi yang seenaknya.
" Melly, aku memiliki nama yaitu Psi" Ujar Psi dan memandang Melly.
" Aku tidak marah kamu mau memanggil apapun itu terserah. Tapi aku tidak suka kamu memotong pembicaraan orang lain dan juga sifatmu itu" Ujar Via dan berjalan mendekat ke Psi.
" Baiklah kalau begitu saya akan memanggilmu Via. "Ujar Psi balik menatang Via.
" Baik, Tapi tolong ubah sifatmu" Ujar Via dengan singkat
" Ya, Anak baru apa kamu engak bisa bersifat sopan. Ini dikantor dan kita sedang bekerja. Setidaknya kamu menghargai ketua tim. Di luar kamu bebas memanggil sebutan apa" Ujar Risky dengan kesal kepada psi dengan sikap begitu agak arogan.
" Untuk kalian semua, saya memiliki nama yaitu psi bukan anak baru" Ujarnya.
" Sudah biarkan aja," Ujar Via dan berjalan duduk.
" Tapi ketua, Dia itu setidaknya harus menghargai dirimu" Ujar Melly.
" Ketua, Apa kalian tau apa itu bagi kami" Ujar Psi dan bertanya kepada mereka. Semua yang disana hanya memandang Psi dan menghiraukan perkataanya.
" Ketua hanya berasal dari lima huruf. Ke..tu..a... Tapi bagi kami itu bisa lebih dari sekedar ketua. Ketua bagi kalian adalah untuk menghargai ketua tim kalian yang sedang berkerja. Tapi bagi kami ketua lebih dari kata itu. Dia bisa disebut ketua apabila dia bisa menghargai timnya dan perkerjaanya. " Ujar Psi dan memandang Via.
" Tapi untuk dirimu Via. Maaf aku tidak bisa memanggilmu ketua. Karena kamu jauh dari sebutan untuk ketua... Karena orang yang menolak kasus kurang adanya bukti dan cuma hanya menerima kasus itu apabila disuruh oleh atasanmu" ujar Psi
" Psi" Ujar Via dengan kesal beranjak berdiri.
" Orang yang tidak menghargai perkerjaanya, dan tidak bisa menerima saran. Bukan di sebut ketua" Ujar Psi dan beranjak duduk ke kursinya. Yang membuat Via hanya berhela napas kesal.
__ADS_1