
Dengan cepat Psi keluar rumah lamanya. Dan berjalan menuju ke stasiun terdekat. Sebelum ke panti asuhan, Psi pun mulai menelepon ibu panti asuhan. Sambil menunggu bus datang membawanya ke stasiun terdekat.
" Hallo?" Ujar Psi dengan pelan. Suara lembut dan lemah menjawab pertanyaan Psi.
" Ya, Ini siapa " Ujar Ibu panti dengan penasaran.
" Ibu saya Psiana" Ujar Psi.
" Psiana ? itu kamu" Ujar ibu panti penuh semangat mendengar kata Psiana. Bagaimana tidak semenjak Psi keluar dari panti asuhan dan bersekolah akademi kepolisian. Ibu panti sudah tidak mendengar kabar dari Psi lagi.
" Bagaimana kabar mu" Ujar ibu panti melanjutkan perkataanya yang belum selesai.
" saya cukup baik ibu" Ujar Psi menjawab pertanyaan ibu panti.
" Baguslah." Ujar Ibu panti tersenyum di balik teleponya.
" Ibu panti saya ingin berkunjung? Apakah boleh?" Ujar Psi dan bertanya kepada Ibu panti.
" Bolehlah sayang, ibu sudah lama tidak mendengar kabarmu " Ujar Ibu panti dengan senang.
" Kapan kamu akan datang Psiana??"
" Mungkin beberapa jam lagi ibu saya akan datang, mungkin sekitar 1 siang " Ujar Psi menjawab pertanyaan ibu panti. Terdengar seorang memanggil Psi dan mengatakan bahwa bus telah datang. Mendengar akan panggilan itu Psi pun mengatakan ibu panti bahwa bus telah datang. Dan tidak lupa mematikan teleponya.
Seperti biasa Psi pun mulai berjalan dan duduk di dalam bus. Tetapi tidak mendengar lagu dan tertidur di dalam bus. Melainkan membaca cacatan ayahnya satu persatu. Dan mulai memikirkan tiap tulisan cacatan ayahnya.
" Tring " Bunyi notif berita indonesia News, yang membuat dia berhenti membaca cacatan ayahnya. Dimana dalam notif itu terdapat sebuah rekaman seorang membawa mayat.
Psi dengan penasaran dan membuka video itu. Psi screenshot gambar pria yang membawa seorang mayat dan berujar dalam hatinya.
" Kenapa kamu harus membunuh ayahku" Ujar Psi dengan geram dan melihatnya. Tidak selang berapa lama bus itu berhenti turun ke stasiun berikutnya. Dengan pelan Psi mulai berjalan dan terus berpikir.
__ADS_1
" A..Gr.." Ujar Psi dan mengulang perkataan ayahnya. Terus berjalan dan sampai ke panti asuhan. Sebelum berjalan masuk ke dalam panti asuhan. Psi terdiam sejenak dan berpikir.
" Aku tidak menyangka harus kembali ke tempat sini" Ujar Psi sambil menghela napasnya. Seorang melihat Psi terdiam di pagar panti asuhan. Dia pun mendatangi Psi.
" Ada bisa di bantu" Ujar Ibu baya bertanya kepada Psi yang secara tadi terdiam yang hanya memandang panti asuhan itu.
"Ibu panti, aku Psiana" Ujar Psi tersenyum sambil berjalan menuju ke arahnya. Dengan diam Ibu baya pun langsung tersenyum.
"Psiana" Ujarnya dan memeluk dengan senang. Dan mengajaknya masuk ke dalam. Psi akhirnya duduk di ruangan ibu panti. Sambil menunggu ibu panti menyiapakan teh untuknya. Psi berjalan mengelilingi kantor Ibu panti. Dan melihatnya penuh dengan kenangan.
" Psiana, " Ujarnya dan membawa secangkir teh dan teko. Psi yang mendengar panggilan ibu panti akhirnya duduk dan saling berhadapan. Dengan pelan psi pun mengangkat cangkir tehnya dan meniup cangkir teh yang masih panas.
" Sudah lama aku tidak mendengar kabarmu, Sejak kamu masuk ke sekolah khusus kepolisian. Dan waktu itu umur berapa ya..." Ujar ibu panti berusaha mengingatnya. Psi yang mendengar perkataan ibu panti itu hanya tersenyum dan memandang ibu panti itu.
" 15 tahun ibu panti" Ujarnya sambil tersenyum. Dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai.
" Waktu saat aku pergi meninggalkan tempat ini ibu panti menangis cukup keras" Ujarnya sambil tersenyum.
" Bagaimana kabarmu Psi" Ujar ibu baya dan memandang Psi sejenak.
" Baik ibu, Tapi..." Ujar Psi ragu untuk melanjutkan perkataanya yang belum selesai.
" Tapi kenapa.. Psiana apa kamu ada masalah" Ujar Ibu baya itu sambil bertanya penuh dengan kekhawatiran. Khawatir akan keadaanya.
" Ibu, Saya sudah mengingat masa kecilku. Sebelum aku ke bawa ke panti asuhan" Ujar Psi sambil menahan tangisanya. Dimana dia berusaha menahan mati matian akan masa lalu yang begitu kelam.
"Benarkah, Apa kamu baik baik saja Psiana" Ujar Ibu panti penuh khawatir yang di mana dia bisa memandang raut wajah Psiana yang menahan tangisanya. Psi yang melihat ibu panti begitu khawatir. Akhirnya berusaha tegar dan tersenyum.
"Ibu panti aku baik baik saja, dan nama asliku andriana. " Ujar Psi sambil tersenyum.
" Andriana nama yang indah?" Ujar ibu panti sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ibu panti saya ingin minta tolong" Ujar sedikit ragu ragu.
" Ibu masih ingat, waktu saat aku dibawah ke sini. Apa ibu ingat siapa nama polisi itu" Ujar dengan penuh harapan. Dia sangat begitu takut dan khawatir apabila ibu panti itu melupakan siapa nama polisi itu. karena kejadianya sudah cukup lama.
" Nama polisi itu, Ibu sudah benaran lupa tapi saya menyimpan cacatan kamu biar ibu lihat dulu" Ujarnya sambil berdiri dan menuju lemari tua itu. Membuka setiap laci dan mengambil cacatan psiana.
" Ibu , biar saya bantu " Ujar Psi berdiri dan membantu ibu panti itu. Tidak selang berapa lama Psi melihat cacatan berkas miliknya, mengambil dan memberikan kepada ibu panti.
" Ibu ini" Ujar Psi dan memberikan kepadanya.
" Ah , Itu biar ibu lihat dulu nama cacatan polisi itu siapa" Ujar Ibu panti dan mengajak Psi duduk. Ibu panti dengan seksama dan membaca berkas cacatan psi sedikit cukup usang dan berdebu.
" Ah nama polisi itu bernama Lena dan kalau tidak salah aku ada menyimpan foto, dan no hpnya" Ujar Ibu panti sambil berusaha menginggat.
"Sudah ketemu, " Ujar ibu panti dan memberikan kepada Psi.
Dengan cepat Psi mengambilnya dan melihat foto polisi itu dan tidak lupa melihat no hp polisi itu. Ketika Psi ingin menghubungi no hp polisi itu. Tetapi terdengar ibu panti berbicara kepada Psi.
" Aku sudah lama tidak mendengar kabar polisi itu, Mungkin no hp itu sudah tidak aktif" Ujar Ibu panti dan berbicara kepada Psiana.
" Waktu saat kamu masuk ke akademi kepolisian. Saya sudah tidak mendapat kabarnya lagi. " Ujar ibu panti itu.
" Tapi ibu panti, aku sedikit penasaran kenapa aku didaftarkan masuk ke sekolah kepolisian itu." Ujarnya sedikit kebinguan.
" Waktu saat itu Polisi yang membawamu ke sini, yang mendaftarmu ke sekolah akademi kepolisian. Dia juga membiayai dirimu selama kamu bersekolah kepolisian. Tapi setelah itu saya tidak mendapat kabar lagi" Ujar ibu panti itu membuat Psi sedikit kebingungan dan akhirnya Psi pun bertanya kepadanya.
" Ibu panti, apa kah ibu pernah meneleponya" Ujarnya penuh harap.
" Sudah, Tapi tidak aktif " Ujarnya. Membuat Psi sedikit kecewa.
" Tapi , Tidak selang beberapa lama sekitar 3 bulan yang lalu ada yang mencarimu " Ujar Ibu panti. Membuat yang sedikit kecewa akhirnya tersenyum senang dan memandang Psi yang tiba tiba heran mendengar perkataan Ibu panti.
__ADS_1
" Mencariku" Ujarnya sambil menaikan alisnya.