Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 26 (Rumor Psi)


__ADS_3

" Kring Kring" Suara bunyi hp berdering. Via dengan cepat mengangkat telepon itu.


" Ya ?" Ujar Via pelan dan menjauh dari timnya.


" Hasil otopsi telah keluar" Ujar dari seberang telepon.


" Benarkah, Baiklah saya sebentar lagi akan kesana" Ujar Via dan mematikan teleponya.


" Ada apa ketua?" Ujar Melly dan memandang Via.


" Mau pergi ke rumah sakit lihat hasil otopsi? Via" Ujar Psi dan bertanya kepada Via.


" Kenapa bisa kedengaran padahal jarak jauh?" Ujar Via dalam benaknya sendiri. Psi mengetahui apa yang dipikirkan Via.


" Pendengaran aku tajam, Kalau mau pergi biar saya yang pergi aja?" Ujar Psi yang menawarkan dirinya sendiri.


" Psi, " Ujar Melly sedikit kesal.


" Lagi pula aku engak ada kerjaan sama sekali. Kalian tidak memberikan laporan apapun. Dari pada aku diam kayak gini, Biar aku pergi melihat hasil otopsi?" ujar Psi dan tersenyum.


" Masalahnya,..."Seperti biasa ketika Via ingin berbicara akan sesuatu tapi selalu di potong oleh perkataan Psi. Yang menyebabkan dia yang cuma hanya bisa kesal setengah mati terhadap Psi.


" Engak usah khawatir saya dulu adalah mantan anggota datasemen khusus kepolisian. Selain belajar menembak, kita juga ada belajar banyak tentang otopsi dan lain lain" Ujar Psi dan memandang ke arah Via.


" Psi, Bisa ndak engak usah memotong pembicaraan aku dulu" Ujar Via setengah kesal kepada Psi.

__ADS_1


" Via..." Ujar Psi sedikit memohon.


" Baiklah kamu pergi untuk mengambil hasil otopsi dan ini laporan yang harus kamu catat" Ujar Via dan memberikan laporan kepada Psi.


" Ketua, kamu yakin?" Ujar sedikit tidak percaya kepada Psi. Walapun Psi adalah dulu mantan anggota datasemen khusus kepolisan, dia tetap anggota baru disini.


" Makasih" Ujar Psi dan mengambil laporan itu dan pergi meninggalkan ruangan divisi kriminal. Setelah kepergian Psi, Melly langsung bertanya kepada Via.


" Ketua, apa tidak masalah" Ujar Melly yang mendekati meja Via.


" Aku sangat begitu sibuk" Ujar Via menujuk laporan dia.


" Dan juga dari pada Psi di sini, dan memandangnya membuat aku kesal lebih baik dia pergi. Dan juga dia hanya mencatat laporan dan mengambil hasil otopsi" Ujar Via dan membaca laporanya lagi.


" Ketua," Ujar Risky.


" Apa perlu memberikan dia laporan juga?" Ujar Risky kurang yakin akan perkataanya.


" Perlu, Aku sudah menfotocopy laporan kasus pembunuh berantai dan kuberikan kepada dia nanti. " Ujar Via.


" Aku harap selama dia bekerja. Tidak membuat aku kesal setengah mati" lanjut Via.


" Tapi kenapa anak kayak gitu bekerja di divisi kriminal. Kenapa dia engak kembali aja bekerja di datasemen khusus kepolisian" ujar Melly.


" Psiana... Psi..." Ujar Kelvin.

__ADS_1


" kenapa?" Ujar Via yang begitu heran dan memandang Kelvin.


" Psiana atau pangilan Psi tidak asing. Ah aku baru ingat. Dia dulu sering mendapat panggilan wolfdog. Kalau tidak salah" Ujar Kelvin.


" wolfdog " Ujar Psi dibalik pintu ketika dia ingin mengambil barang yang ketinggalan.


" Ya itu benar. Psi dulu sering dipanggil wolfdog. Karena sifat dan karakternya. Dulu kalau engak salah waktu penangkapan perdagangan anak. Pernah anggota timnya ke tahan. Dan yang aku dengar ya dulu. Psi sendirian pergi ke markas musuh. " Ujar Kelvin


" Markas musuh" Ujar Alex yang sedikit tertarik akan perkataan Kelvin.


" Iya benar. Psi sendiri yang menghabiskan semua kelompok perdagangan anak sendirian dan juga berhasil membebaskan anggota timnya." Ujar Kelvin. Membuat Psi sedikit tersenyum di balik pintu akan perkataan kelvin.


"Setelah kasus itu selesai, tidak butuh waktu yang lama. Psi keluar langsung dari datasemen khusus kepolisian. Dan banyak rumor yang bilang Dia keluar karena menyalahi aturan" Ujar kelvin.


" Aturan apa ?" Ujar Via yang sedikit tertarik.


" Waktu saat penangkapan kasus perdagangan anak. Saya tidak meminta ijin kepada atasan saya. Dan untuk keluar dari anggota datasemen khusus bukan karena menyalahi aturan. Tetapi saya ingin keluar" Ujar Psi yang berjalan masuk yang membuat mereka yang berada diruangan itu kaget.


" Bukan kah kamu mau mengambil hasil otopsi dan mencatat laporan. Apa yang kamu lakukan disini" Ujar Mereka secara kompak.


"kompak " Ujar Psi dalam hati.


" Barangku ketinggalan " Ujar Psi dan mengambil barangnya. Sebelum pergi meninggalkan ruangan itu. Psi pun berkata kepada mereka semua


" Apa kalian begitu suka membahas masalah orang lain dari pada menyelesaikan kasus" Ujar Psi sambil menjentikan jarinya.

__ADS_1


" Itu sifat sangat begitu buruk" lanjut Psi dan pergi keluar dari ruangan itu. Membuat mereka terdiam seribu bahasa dan tidak bisa membalas perkataan Psi.


__ADS_2