
"Sial, maksud dia apa. Main menuduh orang sembarangan, apakah dia berpikir kalau dia ketua tim. Dia boleh menuduh orang sembarangan... " Ujar Psi yang mengomel dalam hati. Kesal yang harus dia rasakan padahal Psi tidak mengetahui apapun tentang kasus itu. Sambil mengomel Psi menedang batu batu kecil di jalanan.
" Kring Kring suara bunyi telepon'' Membuat Psi harus berhenti mengomel dengan malas Psi mengangkat teleponya.
"Hem" Ujar Psi dengan malas dan ogah sambil menendang batu batu kecil di jalanan.
" Psi, kamu sudah balek, Aku mau memberitahu kamu sesuatu ?" Ujar di balik telepon, yang sedang berjalan menuju tempat duduk. Terdengar suara yang sedang membuka komputer.
" Sudahlah Vivi, ada apa ?" Ujar sambil berjalan menuju ke halte bus.
" Kamu, Bisa ke tempat aku?" Ujar Vivi balik bertanya. Mendengar perkataan Vivi, Psi pun melihat jam tanganya dan balik bertanya kepada Vivi.
" Vi, kamu sudah selesai kerja di cafe kah?" Ujar dengan kebingungan dimana belum waktunya Vivi untuk pulang.
" Aku ijin sama bos, Gara gara kamu" Ujar dengan kesal dan seperti mengetik sesuatu di komputernya.
" Aku, ?" sedikit kebingungan mendengar perkataan Vivi.
__ADS_1
" Psi tentang kasus kematian anak kecil itu aku sudah mencari informasi" Ujar Vivi sambil menghela napas.
" Terus apa yang kamu dapatkan?" Ujar Psi dengan semangat dan mengambil cacatan untuk mencatat laporan oleh Vivi.
" Kamu masih ingat waktu saat kita menangani kasus perdagangan anak, membuat kita berhenti dari perkerjaan dataseman khusus kepolisian" Ujar Vivi yang mengobrak abrik sebuah berkas lama yang ditumpuk.
" Ya aku masih ingat ada apa?" Ujar Psi dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Informasi perdangangan anak, penculikan, penjualan organ Rupanya ketika aku selidiki menjadi satu kasus tentang kematian anak kecil" Ujar Vivi yang membuat Psi kaget setengah mati dan langsung bertanya kepada Vivi.
" Tunggu dulu... Biar aku pikir sebentar. Kasus perdagangan terjadi 3 tahun yang lalu Sedangkan kasus penculikan, penjualan organ terjadi setahun yang lalu, Bagaimana mungkin bisa menjadi satu kasus tentang kematian anak kecil ini," Ujar Psi dengan kesal mengira temanya sedang bercanda kepadanya.
" Tunggu sebentar saya akan datang ketempat kamu" Ujar Psi dan mematikan teleponya.
"Ah.. Kepalaku" Ujar Psi yang tiba tiba memegang kepalanya yang sakit.
" Ah Sial" Ujarnya sambil mengerutu dan meminum obat. Dan juga Psi tidak lupa mengatur napasnya.
__ADS_1
" Ah kenapa bus telat banget. Lebih baik aku naik taksi aja deh?" Ujar Psi pergi mencari taksi.
--------
Dari jarak yang cukup jauh ada seseorang memfoto Psi dan memegang layar kamera dan berkata kepada diri sendiri
" Anak ini sudah bertambah besar" Ujarnya seorang pria sambil menyeringai dan memainkan kepalanya itu.
-------
Dalam pandangan jarak Psi merasakan hal aneh dan memandang ke luar jendela taksi.
" Apa cuma perasaan aku ya" Ujar Psi.
" Nona,Mau kemana?" Ujar supir taksi yang menghilangkan lamuan Psi.
" Aku mau ke jalan sini" Ujar Psi dan memberikan alamat rumah temanya itu. Sambil berjalan Psi terus mempikirkan apa yang dikatakan oleh Via. Dengan kesal Psi pun mulai mengerutu.
__ADS_1
"Sial" Ujar dengan kesal dan membuat supir taksi memandang Psi melalui spion kacanya. Psi yang menyadari di lihat oleh supir taksi dan hanya tersenyum.