Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 24 (Psi dan divisi kriminal)


__ADS_3

" Benarkah?? Bagaimana cirinya " Ujar Psi sedikit kebingungan akan perkataan ibu panti.


" Usia sekitar 20 tahunan. Dia cowok, waktu saat itu... Astaga usiaku makin tua. Aku bahkan lupa apa yang dia bicarakan" Ujar Ibu panti menunduk sedih. Mendengar perkataan ibu panti Psi pun memandangnya. Sudah tampak jelas bahwa ibu panti tidak semuda dulu. Yang dimana makin hari dia akan terus bertambah tua.


" Ibu, Tak apa " Ujar Psi sambil tersenyum. Dan memandang jam di hpnya dan melanjutkan perkataan yang belum selesai.


" Ibu, ku rasa aku harus pulang dulu! Karena ini sudah malam ibu" Ujar Psi langsung beranjak naik dan meninggalkan ruangan.


" Baiklah kalau begitu, hati nak. Kalau ada orang mencarimu , saya akan segera kabarin kamu Psiana" Ujar Ibu panti. Psi yang mendengar perkataan ibu panti datang dan memeluknya dengan erat dan berujar kepada ibu panti.


" Terima kasih, telah merawatku dulu" Ujarnya sambil tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan ini.


Sambil berjalan meninggalkan tempat panti asuhan ini. Psi terus mengingat masa kecilnya, Berjalan tanpa arah dan cuma hanya bisa mengenang dalam hati.


" Kring kring " Suara bunyi hp Psi. Yang membuat dia berhenti sejenak. Dalam panggilan telepon terdapat daftar nama ketua. Psi pun mengangkat telepon itu.


" Hallo ketua, ada yang ingin saya bicarakan. Apakah kita bisa bertemu " Ujar Psi dan tersenyum.

__ADS_1


" Kapan?" Ujarnya dalam telepon.


" Sekarang" ujarnya


" Baiklah, Kita bertemu di kantorku" Ujar Dia dan mematikan teleponya. Dengan cepat Psi pun bergegas ketempat itu.


-------


" Tok tok" Suara pintu ruangan yang diketuk. Psi pun pergi dan berjalan masuk, ke tempat itu. Diam sejenak memandang ketuanya itu. Psi pun memulai pembicaraanya itu.


" Ketua" Ujar Psi, dan memandang ketuanya itu.


" Saya ingin kembali bekerja" Ujar Psi yang membuat ketua itu kaget.


" Benarkah kamu ingin kembali bekerja" Ujar dengan senang dan memandang Psi kembali.


" Kalau kamu mau saya akan menginformasikan kamu untuk bekerja kembali ke datasemen unit khusus kepolisian" Ujar ketua ketika ingin beranjak memberikan data info. Terhenti akan perkataan Psi.

__ADS_1


" saya tidak ingin bekerja kembali di situ. Melainkan di tim divisi kriminal?" Ujar Psi sambil tersenyum dan mengambil minuman yang tersedia.


" Hah??" Ujar ketua sedikit kebingungan dan mengulang perkataan Psi.


" Divisi kriminal ??" Ujar dan balik bertanya.


" Yap" Ujarnya sambil tersenyum.


" Baiklah apa kamu yakin. Padahal kamu bisa bekerja kembali di datasemen unit kepolisian(pasukan khusus elite kepolisian). Atau kamu punya alasan lain untuk bekerja di divisi kriminal" Ujar ketua dan mengulangi perkataanya.


" Yap ketua, saya yakin dan untuk alasanya kayaknya tidak ada ketua. Saya cuma tidak ingin bekerja terlalu berat. lebih lagi kita sedang menangani kasus pembunuhan berantai dan dengan kepintaran aku mungkin bisa menangkapnya " Ujar Psi dan tersenyum. Mendengar perkataan Psi. Ketua itu berjalan dan memandang Psi dengan lengkat sekali. Melihat dengan teliti dan memegang dahi Psi dengan tanganya, dan langsung tersenyum.


" Kamu tidak pernah berubah sama sekali " ujarnya sambil tersenyum dan memandang Psi.


" Baiklah saya akan mengurus dulu. " Ujarnya dan melanjutkan perkataan yang belum selesai.


" Ngomong ngomong apa kamu mengenal anggota divisi kriminal ? Kalau belum saya akan memberikan info anggota tim divisi kriminal kepadamu." Ujar Ketua dan memberikan data tim divisi kriminal.

__ADS_1


" Makasih" Ujarnya sambil tersenyum.


__ADS_2