Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 29 (kasus 2 :Teka Teki Kematian Anak Kecil)


__ADS_3

" Srak" suara bunyi pintu yang di buka secara tiba tiba. Membuat seisi ruangan memandang ke arah Psi.


" Psi " Ujar mereka secara kompak. Psi pun berjalan menuju ke arah Via yang sedari tadi sibuk dengan berkas.


" Hem" Ujar Via dengan malas. Dia pun bertanya kepada Psi.


" Informasi apa yang ingin kamu berikan " Ujar Via dan balik bertanya kepada Psi secara tadi memandangnya.


" Kematian anak ini adalah mengalami kekerasan " Ujar Psi dan memandang Via.


" Iya" Ujar Via dengan malas. Membuat Psi bingung memandangnya.


" Kenapa kamu bersikap seperti itu ?" Ujarnya dengan kesal.


" Sebenarnya aku sudah tau masalah ini?" Ujar Via yang tiba tiba berdiri.


" Kamu sudah tau?" Ujar Psi sedikit bingung. Via pun memberikan laporan kepada Psi dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai.


" Akhir-akhir ini banyak sekali kasus anak yang hilang ?"


" Anak yang hilang?" Ujar Psi sedikit bingung akan perkataan Via dan membaca laporan yang dikasih oleh Via.


" Ini bukan kah laporan dari divisi orang hilang?" Ujar Psi dan memandang Via sebentar.


"Yap itu benar? " Ujar Via dan menjentikan jarinya. Tidak selang berapa lama terdengar suara ketukan pintu.


" Kami melapor" Ujar beberapa petugas kepolisian. Psi pun memandang mereka dengan seksama.


" Mulai hari ini divisi kriminal akan berkerja sama dengan divisi orang yang hilang" Ujar Via yang membuat seruangan timnya kebingungan. Melly pergi berjalan ke arah Via.


" Kenapa tiba tiba kita berkerja sama dengan divisi orang hilang?" Ujar Melly dengan kebinguan. Via pun menghela napas dan memberikan penjelasan kepada timnya.

__ADS_1


" Ini adalah perintah dari ketua komisaris" Ujar Via kepada timnya.


" Perintah?" Ujar Psi dan memandang Via.


" Yap itu benar ?" Ujar Petugas kepolisian dari divisi orang hilang.


" Apa perlu saya menjelaskan situasinya" Ujar seseorang berjalan masuk ke ruangan itu. Semua di ruangan itu pun memandang Dia.


" Kenalkan nama saya Andri saya berasal dari divisi orang hilang" Ujar dengan tersenyum dan memperkenalkan dirinya kepada mereka.


"Em.. Saya mengerti sekarang apakah ada yang bisa jelaskan situasi ini" Ujar tim Via secara kompak kecuali Psi yang sudah tau kenapa divisi orang hilang berkerja sama dengan divisi kriminal.


" Baik saya akan menjelaskanya" Ujar Andri dan memberikan laporan kepada mereka semua.


" Divisi orang hilang menangani kasus orang hilang, Awal kita mendapat laporan kasus anak remaja yang kabur dari rumah, Kita dari divisi ini mengira itu masa pubertas. Seperti anak remaja sekarang pergi ke rumah teman, jalan jalan bersama teman. Bahkan ketika ada masalah mereka kabur dari rumah tanpa izin." Ujar Andri sambil menghela napas.


" Tapi sekarang akhir akhir ini bukan hanya aja anak remaja yang pergi melainkan beberapa anak kecil yang pergi keluar rumah.... Awal kami mengira itu cuma beberapa laporan anak yang hilang. Tapi sekarang tiap hari kami mendapat beberapa laporan anak menghilang. Sebab itu kenapa kita berkerja sama dengan divisi kalian" ujarnya.


" Tapi divisi kriminal kami menangani kasus pembunuhan, pembunuhan berantai, dan beberapa laporan kasus berat lainya seperti pelecehan,penculikan dll" Ujar Alex.


" Masalahnya anak yang kita temukan dan kita mengira masalah salah satu kasus pembunuhan berantai. Rupanya bukan itu adalah kasus anak hilang. Dan kasus ini sedang diselidiki oleh divisi orang hilang" Ujarnya dan sambil menghela napas.


" Bukan masalah itu aja, Kami mengira bahwa kasus ini cuma hanya kasus biasa. Tapi ternyata ketika kami menyelidiki kasus ini rupanya itu lebih berat dari kami perkiraan " Ujar Andri


" Melly kamu masih ingat kasus tentang penjual organ, dan penjualan manusia" Ujar Via dan memandang Melly.


"Ya bukankah kasus ini sudah berakhir" Ujar Melly.


" Kasus ini belum berakhir, Kasus orang hilang akan kami tangani memiliki hubungan dengan penjual organ dan penjualan manusia" Ujar Via.


" Hah" Ujar Melly yang begitu kaget dan bingung.

__ADS_1


"Kalau begitu bukankah harusnya kita berkerja sama dengan divisi Badan keamanan" Ujar Psi dan balik bertanya kepada Via.


" Seharusnya seperti, tapi kita disuruh menyelidiki secara diam diam" Ujar Andri


" Kenapa ?" Ujar Melly.


" Mungkin ada alasan " Ujar Psi secara tiba tiba.


" Alasan pertama beberapa dari anggota divisi badan keamanan atau bahkan para petinggi divisi badan keamanan terlibat kasus penjualan organ dan penjualan manusia" Ujar Psi sambil sedikit berkerut.


" Kau lebih pintar dari pada aku perkirakan. Kenapa kamu berkerja di sini seharusnya kamu kembali ke divisi kamu" Ujar Via


" Wah aku cuma menebaknya, Kalau divisi badan keamanan terlibat bukan kah ini sudah termasuk kasus cukup berat" Ujar Psi sambil menaikan alisnya.


" Tapi kenapa ketua komisaris, mencurigai divisi badan keamanan" Ujar Alex


" Ketua komisaris baru mendapat laporan dari badan keamanan bahwa orang yang terlibat kasus penjual manusia dan penjual organ. Meninggal secara mendadak. Ketika ketua komisaris menyuruh orang menyelidiki rupanya terhubung dengan orang divisi badan keamanan. Dan ketua komisaris, menyuruh komisaris kita untuk menyelidiki secara diam diam" Ujar Via.


" Wah" Ujar Melly melongo mendengar penjelasan Via.


" Kalau begini kasus ini cukup rumit. Ketika beberapa petinggi dan anggota divisi badan keamana terlibat. Bukankah ini masalah besar" Ujar Psi


" Oh ya kalau engak salah kamu juga di tim datasemen khusus kepolisan juga mendapat tugas untuk penculikan anak ya? Kalau tidak salah " Ujar Via dan memandang Psi.


"Datasemen kami bekerja di lapangan, semua informasi berasal dari badan kemanan dan mungkin kadang kadang datasemen kita berkerja dengan badan keamanan " Ujar Psi.


" Hem begitukah" Ujar Via dan mengangguk.


" Datamen khusus kepolisian " Ujar Andri dan memandang Psi.


" Iya " Ujar Psi dengan singkat.

__ADS_1


" Apakah kamu bikin masalah sehingga kamu diturunkan pangkatmu" Ujar Andri yang membuat Psi kesal setengah mati ketika mendengar perkataanya.


"Bukan diturunkan tapi aku berhenti" Ujar Psi dengan marah.


__ADS_2