Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 33 kasus 2 : Psi Dan Wanita Yang Terluka


__ADS_3

" Hey, kamu yakin ini alamatnya" Ujar Alex yang sedang kebingungan melihat ke arah keluar.


"Iya, saya yakin kok" Ujar Risky sambil mengemudi mobilnya.


"Masalahnya dari tadi kita berputar putar, kamu yakin ndak alamatnya. Atau kamu tidak tahu alamatnya di mana." Ujar Alex dengan tegas dan memandang Risky diam diam.


"Saya yakin kok," Ujar Risky sambil menelan ludah. Tidak selang lama ketika mereka berdebat. Bunyi dering handphone Alex berbunyi dia melihat panggilan Psi sedang telepon


"Kalian ada di mana, saya menunggu kalian hampir setengah jam apakah kalian tahu?" Ujar Psi yang sudah tiba di rumah korban dan arah jam tanganya sudah hampir menuju ke jam 12 siang


"Kami lagi dijalanan," Ujar Alex dan menjawab pertanyaan Psi.


"Kalian berangkat jam berapa sih?," Ujar Psi dengan kesal.


" Sekitar jam 9 lewatan" Ujar Alex dan berhasil membuat Psi terdiam.


"Yah, Apakah kalian nyasar ? " Ujar Psi setengah berteriak.


"Em.." Ujar Alex yang terdiam dan tidak menjawab


"Seharusnya kalian sudah sampai loh. Dari pusat kota ke pinggiran kota cuma hanya butuh 1 jam lebih" Ujar Psi dengan kesal, sambil memainkan jam tanganya.


" Kurasa iya deh" Ujar Alex memandang Risky yang sedang mengemudi mobil dengan bingung.


Dan juga berhasil membuat Psi menghela napas. Apakah kalian buta arah dalam batin Psi dan mulai berpikir sejenak. Tidak selang butuh waktu yang lama. Psi menjawab pertanyaan Alex


"Lex, kalau kalian tidak tahu jalan kenapa kalian tidak bertanya ke orang sekitar" Ujar Psi. Sedangkan Alex cuma bingung melihat di jalanan sepi di sisi kiri kanan seperti perkebunan.


" Kurasa tidak mungkin bertanya kepada orang, karena sisi kiri dan kanan itu perkebunan" Ujar Alex dan memandang Risky dengan tatapan bingung. Dan berhasil membuat Psi menghela napas. Tidak selang berapa lama Alex mendapatkan bunyi chat yang di kirim oleh Psi.

__ADS_1


" Lex, kamu ikut arah dari google ya, " Ujar Psi mematikan telepon itu dan sambil menghela napas. Dan mengeluarkan uang koin di dalam sakunya.


" Tunggu, Masuk " Ujar Sambil melempar ke atas.


" Masuk" Batin Psi, berjalan masuk ke rumah korban...


Sambil berjalan masuk ke halaman Psi melihat ke arah sekitarnya.


" Kotor, " Ujarnya dan berdiri di depan pintu ketika dia memegang gagang pintu.


" Terbuka" Ujar Psi bingung dan berpikir kenapa tidak terkunci pintu rumahnya. Tidak selang berapa lama terdengar suara bunyi di dalam rumah. Dengan cepat Psi berjalan masuk ke dalam rumah dan mencari sekitarnya.


Diam seribu bahasa, melihat seorang wanita terjatuh di lantai penuh dengan darah dengan cepat Psi berjalan masuk ke dalam dan menghampiri wanita itu. Psi bisa melihat suara napas wanita itu yang hampir habis.


"Tenang, " Ujar Psi dengan cepat menekan luka. Dan Psi mengambil kain di dalam tas dan membalut lukanya dengan cepat. Dan dengan susah payah berdiri membantu wanita itu berdiri.


"Dia datang ingin menghabisiku setelah dia membunuh putriku" Ujar Wanita itu yang makin kuat mencengkram tanganya Psi.


" Tenanglah siapa yang membuatmu seperti itu" Sebelum wanita itu menjawab terdengar suara benda jatuh di luar kamar, membuat Psi menaruh wanita itu ke kursi dan berkata


" Sebentar" Ujar Psi dan berlari cepat keluar kamar dan melihat seorang Pria yang berlari. Dengan kekuatan cepat Psi berlari mengejarnya. Ketika pria itu membuka pintu rumah untuk keluar dengan cepat Psi melempar sesuatu ke arah Dia. " Brak" Suara bunyi lemparan. Dengan gesit Pria itu bisa menghindari lemparan Psi. Dengan cepat Psi berlari dan mencengkram lengannya dengan penuh kekuatan.


Dengan gerakan cepat Pria itu melepaskan cengkraman Psi, dan memukul Psi dengan tangan kanan. Dengan gesit Psi pun menghindari pukulanya. Pria itu pun mengeluarkan pisau yang di balik saku bajunya. Dan berlari ke arah Psi. Dengan gerik yang cepat menuju ke badan Psi dengan secara membabi buta. Membuat Psi sedikit kesusahan dan bekas luka operasi yang belum mengering secara sempurna akhirnya perlahan terbuka.


" Srak" suara pisau yang berhasil melukai tangan kiri Psi dan dengan cepat memukul kaki psi yang membuat Psi jatuh ke bawah, dengan cepat mengeluarkan pistolnya dan menembak di kaki kiri pria itu.


Bunyi tembakan yang berhasil membuat pria itu jatuh ke bawah, dengan gerakan yang cepat psi berjalan menuju ke arahnya. Dengan menahan rasa sakitnya di tangan dan juga bekas operasi yang makin terbuka jahitanya ketika ingin melihat wajah pria itu. Tangan lelaki itu mengeluarkan Pisau menuju ke badan Psi. Tapi berhasil di tahan Psi dengan kedua tanganya. Dengan mencengkram dengan kuat Psi berhasil memukul tangan Pria itu dengan kuat dan menjatuhkan pisau dia. Satu tangan Psi memukul ke arah wajah pria itu. Tapi berhasil di hindarinya.


"Kau siapa," Ujarnya dan berusaha membuka masker pria itu. Ketika mereka berkelahi terdengar seorang yang jatuh di kamar. Pria itu melihat Psi sedikit lengah dengan cepat mendorong Psi. Yang membuat dia terjatuh tersungkur. Kaki pria itu pun menendang tubuh Psi dengan kuat secara membabi buta. Psi yang tidak bisa menghindari pukulan itu berusaha melindungi tubuhnya dengan tangan.

__ADS_1


Perkelahian berhenti ketika seseorang berjalan menuju ke rumah itu. Dengan cepat Pria itu berlari menuju ke jendela dan meloncat keluar dari rumah itu. Sedang Psi cuma hanya berteriak. Seseorang yang mendengar terikan Psi, membuat mereka berlari ke arahnya.Alex terdiam melihat Psi terluka begitu parah dengan cepat berlari ke arah Psi.


" Kamu tidak apa apa" Ujar Alex yang berusaha membantu Psi duduk dengan cepat Psi berkata kepada Alex


"aku baik baik saja, kejar pria itu berlari ke arah jendela, dia terluka di kakinya dia engak bisa berlari dengan cepat. Kejar dia " Ujar Psi menuju ke arah jendela.


" Apaan apaan " Ujar Risky kaget dan menghampiri Psi.


" Ada apa dengan Psi" Ujarnya dan menekan luka Psi dengan kain. Sedangkan Alex berlari ke arah jendela dan melihat Seorang Pria dengan kaki yang terluka masuk ke dalam mobil..


" Dia sudah pergi masuk ke mobil, lebih baik aku bawa kamu ke rumah sakit" Ujar Alex ketika berjalan menuju ke Psi. Sebelum berjalan ke arah Psi.


"Lex, kamu bantu seorang wanita. Dia ada di kamar" Ujar Psi yang menahan lukanya dan menekan dengan kain. Dengan cepat Alex berlari ke arah wanita itu dan membantu berdiri menuju ke arah mobil.


" Hey, bantu kita ke rumah sakit" Ujar Risky melempar kunci mobil ke pria dari divisi orang hilang.


Dengan cepat membantu mereka masuk ke mobil. Risky yang membantu Psi menekan luka agar tidak semakin melebar. Sedangkan Alex merasakan denyut nadi wanita itu makin melemah. Psi yang melihat arah itu. Dan berteriak ke arah Alex.


" Tekan dengan kuat luka dia " Ujarnya dan melepaskan kain yang dipegang. Dengan cepat psi memegang nadi wanita itu semakin melemah. Psi mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya dan mengambil oksigen portable "oksigen buatan buat asma, biasanya ukuran kecil ya" Dan menaruh ke hidung wanita itu.


"Psi kamu sedang terluka" Ujar Risky yang tiba tiba melihat Psi membantu wanita itu.


" Aku tidak apa apa, kamu bantu ikat luka bekas operasi aku biar dia makin tidak melebar" Ujar Psi yang masih fokus ke perempuan itu dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai


" Bagian di operasi bantu aku ikat. dan tekan luka di tangan kiri aku." Ujar Psi


Risky dengan cepat mengikat luka bekas operasi Psi dan tidak selang berapa lama. Terdengar suara terikan Alex.


"Cepat" Ujar Alex yang berteriak sedang mengemudi mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2