Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 33 Kasus 2 : Berpencar Mencari Informasi


__ADS_3

"Psi,,, Psi,,, Bangun, astaga kenapa kamu masih tidur" Ujar Vivi sambil mengerakan tubuh Psi yang masih tertidur pulas di sofa miliknya.


"Hem..Jangan ganggu aku Vivi. Aku sangat mengantuk" Anggungkan Psi dengan mata panda yang mengusir Vivi yang sedang menganggunya tidur yang pulas.


" Biarkan aku tidur Vivi, aku baru mau tidur jam 6 pagi karena aku harus membaca laporan dari kamu" Ucap Psi dan tidak lupa badan psi pun bergerak ke arah berlawanan dengan Vivi.


"Aku tahu, Tapi ini sudah hampir jam 9. Bukan kah kamu harus berkerja. Dan kamu mendapat puluhan chat dan panggilan telepon loh" Ujar Vivi dan memberikan telepon kepada Psi. Psi dengan malas pun akhirnya duduk di sofa dan mengucek matanya yang masih setengah mengantuk.


Tidak selang berapa lama pun Psi mendapat panggilan telepon dari Via. Psi pun perlahan mengambil handphone yang berdering. Dengan setengah mengantuk Psi mengangkat panggilan telepon itu.


" Kamu ada di mana? kenapa kamu tidak mengangkat telepon panggilan saya. Kita semua hanya menunggu kamu apakah kamu tahu. Apakah kamu tidak membaca chat group bahwa kita semua akan pergi mencari informasi ke lapangan" Ujar Via dengan marah dan kesal.


" Hari ini, saya akan terlambat masuk. Mungkin saya akan masuk siangan" ujar Psi dengan perkataan tidak bersalah dan langsung mematikan panggilan Via. Dan tidak luput juga menonaktifkan handphonenya.


"Vi, biarkan aku tidur" langsung berbaring ke sofa dan tidak lupa mengusir Vivi yang sedang menganggunya untuk tidur.

__ADS_1


"Baiklah, kalau mau tidur saya tidak akan menganggu kamu. makanan telah aku siapkan, sebelum pergi jangan lupa sarapan" Ujar vivi yang mengambil sesuatu di dalam tasnya. Dalam sekejap mengeluarkan kunci rumah dan memberikan kepada Psi.


" Ini kunci rumahku, kalau mau pergi jangan lupa mengunci" Ujar Vivi dan berjalan pergi ke arah luar. Pas di depan pintu rumah.


"Jangan lupa Psi" Ujar Vivi yang berteriak dengan kuat sengaja untuk membangunkan Psi, dan sekejap berlari keluar. Membuat Psi bangun dengan kesal


" Vivi" Ujar Psi memainkan rambutnya dengan kesal.


" Ah, sial" Ujar Psi dalam hati


---------


Sedangkan di sisi lain Via terdiam mendengar perkataan Psi. Dengan kesal Via pun menelepon lagi, tetepi bukan panggilan tidak terjawab. Melainkan terdengar panggilan di luar jangkuan. Via mematikan telepon dan menghela napas dengan kesal. Dan menutup matanya dengan geram tapi harus terhenti oleh perkataan Andri.


"Apakah masih harus menunggu Psi?, bukankah kita harus pergi sekarang?" Ujar Andri memandang Via sebentar.

__ADS_1


" Ini sudah cukup terlambat?" Ujar Andri dan memainkan jam tanganya dan memandang anggota tim divisi kriminal.


" Tunggu bentar, saya akan memberikan pesan suara dulu," Ujarnya dan membuka hamdphonenya dan memberikan pesan suara ke Psi.


"Setelah kamu mendapat pesan suara ini. Aku meminta kamu , Alex , Risky untuk pergi mencari informasi keluarga anak yang hilang. Informasi kamu bisa meminta kepada Alex atapun Risky" Ujar Via dan mematikan pesan suara.


" Lex, Risky" Ujar Via yang memanggil Alex.


" Ya, ketua" Ujar Alex dan Risky memandang Via sebentar dan tidak lupa menjawab dengan kompak


" Kamu langsung ke lapangan, nanti Psi akan menyusul, Sisanya Melly dan Kelvin ikut aku ke tkp." Ujarnya.


" Via, biar satu anggota aku pergi menemani Mereka berdua" Ujar Andri dan menujuk salah satu anggotanya kepada Via.


" Baiklah" Ujar Via sambil mengangguk. Dan akhirnya mereka berpencar untuk mendapatkan informasi.

__ADS_1


__ADS_2