
" Ah, Maaf" Ujar Andri dengan cepat ketika melihat Psi secara tiba tiba marah.
" Buat apa minta maaf ?" Ujar Psi menatap Andri dengan tajam. Membuat suasana menjadi canggung di ruangan itu. Akhirnya Via pun turun tangan untuk mencairkan suasana.
"Psi, tenanglah jangan buat keributan disini" Ujar Via berbisik ke telinga Psi dan juga tanpa sengaja Via memegang dahinya. Psi yang mendengar perkataan Via pun langsung menghela napas dan mengubah mimik ekpresi wajahnya.
" Ya, ampun aku cuma bercanda" Ujar Psi dengan tersenyum. Dan juga berusaha mencarikan suasana yang canggung di buat olehnya.
" Saya Psiana, Biasanya di singkat Psi" Ujar Psi dan menjulurkan tanganya.
" Ah, Iya" Ujar Andri dengan senyuman yang sedikit canggung. Dan di ikuti tim divisi kriminal untuk memperkenalkan diri mereka sendiri.
" Baik, perkenalan cukup sampai disini, Andri apakah kamu bisa memberikan laporan kepada kita, Kami juga akan memberikan laporanya kepada dirimu" Ujar Via dan memberikan laporan kematian anak kecil kepada Andri.
" Ah, iya tunggu sebentar" Ujar Andri dan juga memberikan laporan yang dia dapatkan kepada tim divisi kriminal
" Baik kalau begitu, Saya akan duduk dimana" Ujar Andri ketika sesudah memberikan laporan kepada mereka.
" Kamu bisa duduk dimana pun, Oh ya ngomong ngomong apa mereka juga rekan tim mu" Ujar Via dan menujuk dua orang pria yang di belakang Andri.
" Ya " Ucap Andri dengan singkat dan padat.
" Kalau begitu saya akan rapikan mejaku dulu" Ujar Andri dan pergi ke meja yang kosong.
Tidak butuh waktu yang lama, terdengar suara bunyi Hp Andri yang berdering. Andri pun mengangkat telepon itu dan berbisik di balik teleponya.
" Ah iya iya..." Ujar Andri sambil mengangguk di balik teleponya. Dan ketika selesai telepon Andri pun berdiri dan mengatakan sesuatu kepada mereka.
" Aku dan rekan tim ku akan pergi sebentar! Kami barusan mendapat telepon ada anak yang hilang lagi " Ujar Andri dengan cepat dan membawa mereka rekan timnya keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
" Baiklah" Ujar Via yang memandang Andri dan rekan timnya yang keluar ruangan. Ketika Andri dan rekan timnya keluar dari ruangan itu. Via tiba tiba berbicara
" Apakah kamu mudah emosi?" Ujar Via dan juga menutup laporanya.
" Apakah masalah itu bisa membuat kamu tersinggung" Ujar Via dan memandang Psi dengan tajam.
" Iya" Ujar Psi dengan singkat dan sibuk mengerjakan laporan di depanya.
Via memberi kode kepada Melly untuk mengajak Kelvin,Alex, Risky keluar dari ruangan itu. Di mana Via ingin berbicara empat mata dengan Psi. Mendapat kode itu dengan cepat Melly menuju meja mereka.
" Apa kalian tidak lapar ? Ayok kita beli beberapa makan dulu" Sambil memberikan kode Melly kepada mereka.
" Ah iya" Ujar mereka secara kompak dan pergi keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Via dan Psi di ruangan itu.
" Rasanya sangat begitu enak, memiliki rekan tim yang mendengarkan mu" Ujar Psi sambil mengecek laporannya. Via berdiri menuju meja Psi dan menutup laporan yang di pegang oleh Psi.
" Sangat begitu enak, Psi" Ujar Via tersenyum dan membuat Psi memandang Via.
" Baiklah" Ujar Psi memandang via secara langsung.
" Apa masalah barusan tadi, Sehingga harus mengusir mereka keluar. Kalau masalah itu saya minta maaf" Ujar Psi dengan malas.
" Aku tidak perduli masalah barusan, Psi " Ujar Via dan menaruh tanganya di meja Psi.
"Terus" Ujarnya dengan singkat.
"Apa alasan kamu berkerja di sini" Ujar Via dan balik bertanya kepada Psi.
" Kenapa?"
__ADS_1
" Aku berpikir kau berkerja disini untuk mematai kita" Ujarnya membuat Psi sedikit bingung.
" Hah?" Ujar Psi.
" Sebelum kamu berkerja disini kamu adalah anggota datasemen khusus kepolisian"
" Terus?" Ujar Psi dan balik bertanya kepada Via.
" Ketua komisaris, menyelidiki kasus kematian anak kecil itu terutama dia mencurigai bahwa adanya penjual organ dan anak yang didalangi oleh petinggi divisi badan keamanan dan juga.." Ujar Via yang menghentikan perkataanya secara tiba tiba.
" Dan juga apa..." Ujar Psi dan berdiri memandang Via.
" Dan juga beberapa anggota datasemen khusus kepolisan juga terlibat''
Setelah mendengar perkataan Via tanpa sengaja Psi pun tertawa kecil dan balik bertanya kepada Via.
" Sebab itu kamu mencurigai diriku bahwa aku terlibat dengan kasus ini" Ujar Psi dan memandang Via dengan tajam dan menahan amarahnya karena Psi harus di curigai juga.
" Pas bertetapan waktu saat kamu masuk kita sedang akan menyelidiki kasus ini. Dan juga kamu sudah lama berhenti dari kepolisan ini. Kenapa tiba tiba kamu masuk kembali" Ujar Via balik bertanya.
" Kalau kamu ingin mencurigai diriku bukankah kamu juga harus mencurigai komisaris kita" Ujar dengan tersenyum yang dimana membuat Via binggung akan tatapan Psi.
" Komisaris kita adalah ketua timku dulu yang dimana dia juga bertugas menyelesaikan kasus ini dan juga kemungkian besar bahwa komisaris kita juga adalah dalang" Ujar Psi yang kesal dan melanjutkan perkataanya yang belum selesai.
" Sebelum kamu menuduhku! Bukankah kamu harus mempunyai bukti. Seperti seseorang yang minta pertolongan kepadamu" Ujar Psi dan menyidir Via dengan kasus Rinaka.
" Psi" Ujar Via
" Sudah waktunya aku pulang" Ujar Psi dan melirik jam tanganya. Dan pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Ketika ruangan itu terbuka Psi bisa melihat rekan tim divisi kriminal yang sedang mengumping dengan cepat mereka berpura pura sibuk.
" Kalian bisa masuk, Aku akan pulang " Ujarnya dan pergi meninggalkan mereka. Sedangkan Via cuma hanya bisa menghela napas dan memandang Psi keluar dari ruangan itu.