Divisi Kriminal

Divisi Kriminal
Eps 34 Kasus 2: (serpihan Serpihan Ingatan Psi)


__ADS_3

"Aku ada di mana" Ujar Psi yang sedang kebingungan dan melihat sekitarnya. Tampak tidak asing apa yang di lihatnya, tapi juga tidak mudah juga untuk di ingat.



"Ayah" Ujar seorang anak kecil yang sedang berlari Dan terlihat juga seorang pria memutarkan badanya dan memeluk anak kecil itu.



Psi hanya terdiam seribu bahasa dan menahan air matanya. Dengan tubuh dan bibir yang gemetar dan tidak percaya apa yang dia lihat. Dengan pelan Psi membuka mulutnya dan berkata "Ayah".



Tidak selang berapa lama scene pun mulai berganti. Di mana sekarang ayahnya sedang berbicara kepada seorang. Dan sedangkan Andriana cuma hanya melihat dan disusul juga Psi pun memandangnya.



"Abang, kamu pasti akan membantuku bukan" Ujar seorang pria dan memegang tangan ayahnya yang begitu kuat.


"Aku..." Ujar ayahnya sedikit terbata bata. Setelah perkataan itu, Psi pun di bawah pergi ke ingatan lainya.



Di mana ayahnya tengah berbincang dengan seorang pria. Pria itu tanpa basa basi. Memberikan ayahnya secarik sebuah kertas, dan dia pun mulai berbicara kepada ayahnya.

__ADS_1


"Kamu,masih memiliki seorang istri dan juga anak yang manis bukan" Ujar Pria itu tersenyum dan memandang Andriana "adalah nama asli Psi" yang sedang berada di samping ayah dan juga memeluk tangan ayahnya.


"Apa yang kamu pikirkan" Ujar Ayahnya dan menarik tangan anaknya ke belakang.


"Ah, menurutmu. Tidak ada kok." Dan mengeserkan kertasnya.


"Kamu pasti paham bukan" lanjutnya dan berdiri menuju ke arah luar. Dan sedangkan ayahnya hanya terdiam dan memandang anaknya.



Tidak selang lama dari sebuah percakapan antara ayah dan pria itu. Psi pun dibawa pergi ke tempat lain. Di mana sekarang pun Psi terdiam.


"Ayah" Ujar Psi yang melihat ayahnya sedang menangis dan menulis sesuatu.


"Ayah kenapa menangis" Ujar Andriana kecil dan berlari menuju ke ayahnya.


"Ayah..." Ujarnya dengan mulut dan wajah menahan tangisanya. Dan terdengar sebuah teriakan. Yang membuat Psi kaget dan terbangun dari tidurnya.



Dengan pelan Psi pun mulai mengatur napasnya dan memandang sekitarnya.


"Psi kau tidak apa" Ujar Via dan anggota tim lainya. Psi pun terdiam, dan bertanya dengan pelan.

__ADS_1


"Aku tertidur berapa lama" Ujar Psi dan melihat selang infus berada di tanganya.


"Kau tidak sadarkan diri selama 3 hari" Ujar Via.


"Kalau lebih dari 3 hari, kamu dalam bahaya. Syukurlah, kamu sudah sadar" Ujar Via sambil menghela napasnya.


"Dia bagaimana?" Ujar Psi yang terdiam. Dan berusaha bangun dari tempat tidurnya.


"Dia masih koma, lebih bagus kamu berbaring." Ujar Via yang menyuruh Psi untuk tidak bangun dari tempat tidurnya.


"Saya minta maaf, kalau seandanya saya tidak terluka, mungkin saya sudah berhasil menangkap pelaku berusaha membunuhnya" Ujar Psi dengan bibir sedikit gemetar dan menahan air matanya. Rasa sombong dan percaya dirinya menghilang ketika dia gagal menangkap pelaku yang sedang membunuh keluarga korban.


"Sudahlah, Psi. Kami pun tidak menyalahkanmu. Lagi pula kamu sedang berusaha. " Ujar Via dan tersenyum menyemangati Psi yang sedang berbaring lemah di temapat tidur.


Kring suara nada dering hp Via berbunyi, dan dengan cepat Via berlari kecil ke arah pintu keluar. Dan sedangkan anggota timnya menyemangati Psi. Via tersenyum dan berjalan masuk ke dalam. Dan berkata anggota timnya


"Ayok kita tangkap pelaku yang menyebabkan anggota tim kita masuk ke rumah sakit" Ujar Via tersenyum. Tetapi terhenti oleh perkataan Psi.


"Dia berbahaya, dia terlatih menggunakan senjata. Dia jago bela diri." Ujar Psi memandang Via.


"Walau aku tidak mengenal pelakunya. Tapi bela dirinya di atas rata rata. Dia seperti prajuit terlatih." Ujar Psi dan memegang tangan Via.


"Kau tidak bisa menangkapnya?" Ujar Psi dan mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Psi tenanglah, aku tidak sendirian. " Ujar Via tersenyum dan mengajak anggota tim lainya keluar.


"Pelaku seorang anggota datasemen khusus kepolisian. Karena dia memiliki senjata api datasemen khusus kepolisian" Ujar Psi dan mulai teringat akan perkelahian dia dengan pelaku.


__ADS_2