Dokter Cantik Sang Pejuang Mimpi

Dokter Cantik Sang Pejuang Mimpi
Eps 58


__ADS_3

Waktu makan malam tiba. El dan keluarganya, serta Chen, makan malam bersama. Beruntung ada Chen, sehingga El tidak perlu duduk di tengah Kevin dan Kenan. Setelah makan, seperti biasa, El duduk di sofa ruang keluarga bersama keluarganya. Namun tiba-tiba El ingin menjadikan paha mommy-nya sebagai bantal. Sehingga, El duduk dekat mommy dan Daddy-nya. Chen duduk di sofa untuk satu orang, dan Kevin dan Ken duduk di sofa panjang bersama Kenan.


"Mom, bisa kan?" ucap El sambil menunjuk paha mommynya, dan tentunya di mengerti oleh semua keluarganya, kecuali Chen. Nya Cha hanya mengangguk sambil tersenyum. Namun, sebelum itu, Ken terlebih dahulu bicara, "El, kenapa sama mommy sih. Kan sekarang giliran ku," ujar Kenan kesal.


"Udah El, mending kamu sama tuh bocah. Lihat aja mukanya," ucap Nya Cha ketawa, melihat ekspresi Kenan. El pun ikut melihat Kenan. "Ken bukan bocah ya, hanya saja El nggak adil," ucap Ken kesal. Chen hanya diam karena tidak paham dengan pembahasan mereka.


"Yaudah deh El sama Kak Ken aja ya, nggak usah marah dong kak," ucap El langsung baring menjadikan paha Kenan sebagai bantalnya. "Gitu dong, baru adek kakak," ucap Kenan senyum. "Kenan, apa kamu tidak malu sama Chen?" ucap Nya Cha sambil melihat Chen.


"Maaf ya Chen, kamu udah melihat lelucon keluarga kami," ucap Nya Cha. "Tidak apa-apa, Tante. Lagian, Chen malah terharu melihatnya," ucap Chen sambil tersenyum.


"Tuh kan, Chen aja nggak masalah. Lagian ya, Chen itu teman El, jadi kita nggak usah sungkan sama dia," ucap Ken melihat Chen yang tersenyum. "Chen, kamu nggak usah sungkan-sungkan ya, anggap di sini rumah kamu sendiri," ucap Nya Cha kepada Chen.


"Iya, Tante," ucap Chen. Mereka ngobrol bersama, ditambah kehadiran Chen. Namun, seperti biasa, Kevin tetap dingin.


Setelah jam 8 malam, El pamit kepada orang tuanya. "Mom, Dad, El ajak Chen ke kamar ya, soalnya besok dia mau sif pagi jadi harus cepat-cepat tidur," ucap El melihat Chen.


"Yaudah nak, kalian pergilah tidur," ucap Nya Cha. "Kami permisi ya, Tante, Om," ujar Chen sopan. "Iya nak," ucap Nya Cha dan Tuan Evan bersamaan. Akhirnya, El bangkit dari tidur dan pergi ke kamarnya bersama Chen.


"Kak, kita ke kamar juga ya," ucap Ken ke Kevin yang sedari tadi diam. "Yaudah, ayo. Mom, Dad, kami duluan ke kamar ya," ucap Kevin berlalu pergi setelah orangtuanya mengangguk. "Kak, tungguin dong," ucap Kenan kesal karena ditinggalkan begitu saja. Kevin berlalu pergi tanpa peduli teriakan Ken. Ken hanya pergi menyusul kakaknya dengan kesal. Orangtuanya yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah kedua anaknya.


Skip pagi. El sedang sarapan bersama keluarganya dan Chen. Setelah sarapan, Kevin dan Kenan pamit duluan ke kantor. Setelah kepergian Kevin dan Kenan, Nya Cha buka suara, "Chen, kamu jadi sif pagi kan?"


"Iya, Tante," ucap Chen.


"Chen, kamu pakai mobil yang ada di sini ya, biar kamu tidak repot naik taksi. Tidak usah sungkan sama kami," ucap Tuan Evan sambil menyerahkan kunci mobil kepada Chen.


"Ambil aja Chen," ucap El sambil melirik ke Chen untuk memberi kode agar Chen mengambilnya.


"Tapi El tadi malam bilang ingin antar aku ke RS," ucap Chen.


"ambil aja chen, biar loh tidak di antar soalnya gue juga mau keluar nanti. ada kerjaan "ucap El melirik Chen


"ambil Chen anggap aja pakai mobil orang tua kamu"ucap Tuan Evan yang membuat Chen bungkam dan terharu.


"Baiklah kalau begitu. makasih ya Tante, om "ucap Chen sopan

__ADS_1


"sama sama"ucap Tuan Evan dan Nya Cha bersamaan


"Chen berangkat gih nanti terlambat loh"ucap El


"Iya El . om , Tante, Chen pamit ya"ujar Chen sopan sambil salim kepada Tuan Evan dan Nya Cha


"hati hati "ucap El, Nya cha , Tuan Evan bersamaan yang melihat Chen berlalu pergi.


setelah kepergian Chen El pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke kamar nya karena dia akan siap siap untuk pergi ke butik mommy nya.


sesampainya El di dalam kamarnya, dia mendapat pesan dari Chen


"gimana nih mobil kan sudah ada yang loh kasih ke gue" pesan Chen


"Ambil aja Chen, kalau kamu mau pakai mobil yang ada di apartemen juga nggak apa-apa. Pakai aja yang kamu suka," balas El.


"Yaudah deh," ucap Chen dalam pesannya.


"Ok," balas El, lalu Chen hanya membacanya.


El sedang pamit kepada orangtuanya, " mom,Dad, El mau ke butik sebentar ya,"ucap El pamit kepada orang tuanya


"Iya.baguslah El kalau kamu mau kesana. Gimana, apa sudah ada desain baru yang akan diluncurkan sebagai produk baru,?" tanya Nya Cha.


"Udah ada kok, mom. Sudah ada dua desain. Nanti, El kirim ke mommy siapa tahu ada masukan," ucap El sambil tersenyum.


"El, kamu tidak usah kirim ke mommy, mommy percaya kok sama kemampuanmu," ucap Nya Cha sambil tersenyum.


"Makasih, mom, tapi El tetap akan kirim biar mommy bisa lihat sebelum dilakukan peluncuran produk baru," ucap El.


"Yaudah kalau begitu," ucap Nya Cha sambil tersenyum bangga dengan sikap anaknya yang meskipun dingin dan cuek, tapi sangat sopan kepada orang tua dan kakak-kakaknya.


"Yaudah, mom, dad, El pamit," ucap El sambil salim kepada orang tuanya.


"Iya nak," ucap Tuan Evan dan Nya Cha. Lalu, El berlalu pergi.

__ADS_1


"Putri kita itu meskipun cuek dan dingin, tapi tetap sopan sama kita dan kakak-kakaknya. Aku tidak menyangka meskipun dia jauh dari kita, tapi dia tetap terdidik dengan baik," ucap Nya Cha sambil tersenyum.


"Itu karena dia nurun dari mommy dan Daddy-nya," ucap Tuan Evan bangga.


"Tapi, apa kamu tidak merasa bahwa banyak yang disembunyikan oleh El?" tanya Nya Cha.


"Iya, aku juga curiga, tapi seperti nya itu bukan hal yang buruk, sayang, karena aku percaya sama anak kita," ucap Tuan Evan.


"Iya, aku juga merasa begitu, karena putri kita itu selalu banyak memberi kejutan kepada kita," ucap Nya Cha sambil tersenyum ke suaminya.


"Iya, kita tunggu aja sampai dia siap memberitahu kita semuanya," ucap Tuan Evan.


"Iya, karena aku yakin El punya alasan nya, makanya dia menyembunyikan nya dari kita," ucap Nya Cha.


"Iya, sayang," ucap Tuan Evan sambil tersenyum kepada istrinya.


Saat El sedang dalam perjalanan ke butik dia mendapat panggilan telfon dari Chai. El langsung mengangkatnya


"Hallo?" sapanya El.


"Hallo El, apa kabar?" ucap Chai.


"Baik kak," ucap El.


"Baguslah kalau begitu. Oh ya, gue mau bilang kalau Chi bakal datang ke Indo. Gue mau siap-siap menjemputnya di bandara," ucap Chai.


"Oh ya, baguslah kalau begitu. Kalau Chi sudah datang, suruh dia menelpon. Terus, sampaikan permohonan maafku karena tidak bisa ikut menjemputnya. Soalnya, gue lagi ada urusan pagi ini," ucap El.


"Iya, nanti gue sampaikan ke Chi. Tenang aja," ucap Chai.


"Iya kak," ucap El.


"Yaudah, gue siap-siap dulu ya mau jemput Chi," ucap Chai.


"Iya kak, hati-hati di jalan," ucap El.

__ADS_1


"Iya El," ucap Chai lalu El mengakhiri panggilan.


__ADS_2