Dokter Cantik Sang Pejuang Mimpi

Dokter Cantik Sang Pejuang Mimpi
Bab 59


__ADS_3

El yang dalam perjalanan ke butik mommy-nya. Sesampainya di butik, dia disambut oleh asisten mommy-nya yang sekarang sudah menjadi asisten El. jadi El sudah menelfon Risa sebelum pergi ke butik.


"Selamat datang, Nona," sapa Risa sambil berjalan menemani El masuk ke dalam butik.


"Iya kak, lebih baik panggil El aja," ujar El yang lebih sopan kalau berhadapan dengan orang yang lebih tua darinya.


"Tidak bisa begitu, Nona. Nona El kan bos saya," ucap Risa merasa tidak enak memanggil El dengan sebutan (El).


"Udah kak, panggil El aja kalau lagi berdua," ucap El sambil berjalan menuju ruangan mommy-nya yang sekarang sudah jadi ruangannya.


"Silahkan duduk El, kalau butuh sesuatu panggil Risa aja, soalnya ruanganku juga ada di sebelah atau menelfon juga bisa," ucap Risa tersenyum kepada bosnya setelah mereka sampai di dalam ruangan.


"Yaudah kalau begitu, nanti kamu kesini ya karena desain produk baru yang akan diluncurkan sudah ada, tinggal kamu suruh karyawan untuk memprosesnya. Ingat, jangan sampai ada kesalahan karena ini produk baru kita yang akan diluncurkan dan mommy juga sudah melihatnya," ucap El kepada Risa.


"Baik El. Tenang saja, Risa percaya dengan kemampuanmu karena nyonya sudah bercerita tentang nona El," ucap Risa tersenyum.


"Iya kak," ucap El sambil duduk di kursi kerjanya.


"Oh ya, apa El mau dibuatkan minuman?" tanya Risa menawarkan.


"Tidak usah kak, El tidak haus kok," ucap El.


"Yasudah kalau begitu, Risa permisi," ujar Risa.


El mengangguk dan Risa pun keluar dari ruangan. Sesampainya di luar ruangan, para pegawai pun bisik-bisik.


"Ris, apakah benar nona El yang menggantikan Ny Cha?" bisik salah satu karyawan perempuan.


"Iya benar. Ingat panggil nona Alexa, kalian tau kan bos kita menyembunyikan identitasnya," ucap Risa mengancam lalu berlalu pergi ke ruangannya.


"Ternyata benar ya. Saya dengar nona Alexa sudah dari kecil suka menggambar desain. Hebat ya bisa jadi desainer sekaligus dokter," bisik salah satu karyawan yang mendengar kabar bahwa El sudah dari kecil suka menggambar dan sekarang sudah jadi dokter.


"Iya, hebat sekali bisa jadi dokter sekaligus menjadi desainer," ucap salah satu pegawai butik lagi.


"Iya, beruntung sekali laki-laki yang akan jadi suaminya nanti," ucap pegawai butik yang kebetulan ngobrol bersama temannya. Begitulah komentar-komentar para pegawai butik yang sudah mendengar kabar bahwa El adalah dokter.


Setelah kepergian Risa dari ruangannya, El pun melihat undangan yang ada di mejanya.


"Ini kan undangan dari Butiknya Chi. Jadi dia ke Indo untuk melakukan fashion show, gimana nih kalau gue yang pergi? Chi bisa tau identitasku, tapi kalau gue tidak pergi tidak enak juga. Tunggu-tunggu, Chi pasti undang gue sebagai El, jadi gue bisa hadir sebagai El dan untuk Nona Alexa, Risa harus hadir sebagai perwakilan ku," ucap El lalu menelfon Risa.

__ADS_1


"Hallo kak, masuk ke ruanganku sekarang," ucap El.


"Baiklah," ucap Risa lalu El memutuskan panggilan teleponnya. Tak lama Risa sudah mengetuk pintu dan masuk setelah di persilahkan oleh El.


"Ada apa El?" tanya Risa serius.


"Kak Risa sudah tahu kan soal undangan untuk menghadiri acara fashion show CJ butik kan?" ucap El.


"Iya, baru sampai kemarin dan karena saya tahu El bakalan datang, jadi saya langsung letakkan di meja kerjamu," ucap Risa.


"Iya kak. Besok kan acaranya, jadi saya mau kak Risa yang mewakili butik sebagai asisten Nona Alexa. Kak Risa mengerti kan maksudku?" ucap El.


"Iya El, saya mengerti, tapi kenapa bukan nona sendiri yang datang?" tanya Risa.


"Tenang saja, kak. El datang kok, hanya saja sebagai El, temannya pemilik butik CJ dan El tidak mau dia sampai tahu kalau aku Nona Alexa, anak dari keluarga Alexander," ucap El.


"Jadi El kenal dengan Nona Chi pemilik butik itu?" ucap Risa kagum.


"Iya, dia temanku saat masih kuliah di Cina," ucap El.


"Oh gitu," ucap Risa.


"Baik, terima kasih El," ucap Risa senang karena berkesempatan memilih baju di butik yang harganya sangat mahal.


"Sama-sama," ucap El.


"Kalau begitu, saya permisi El," ucap Risa.


El mengangguk dan Risa pun keluar dari ruangan El.


...****************...


Di sisi lain, Chai sedang menunggu Chi keluar dari bandara. Setelah chi keluar dari bandara, Chai langsung menyambutnya.


"Sini kopernya," ucap Chai. Chi hanya mengangguk, dan Chai mengambil alih kopernya.


"Kak Chai udah lama sampainya?" ucap Chi yang sedang berjalan bersama Chai ke arah mobil yang Chai kendarai untuk menjemput adiknya.


"Baru kok sampainya," ucap Chai.

__ADS_1


"Oh ya, El nitip pesan. Dia bilang mau minta maaf, soalnya El tidak bisa ikut menjemputmu karena dia ada urusan penting pagi ini. Jadi dia minta kamu menelfonnya kalau sudah sampai di sini," ucap Chai.


"Oh gitu, yaudah nggak apa-apa kok. Lagian aku juga sudah di Indo, jadi bisa ketemu kapan saja," ucap Chi yang sudah ada di dalam mobil, dan Chai lagi menyimpan kopernya.


Setelah itu, Chai melajukan mobilnya ke apartemennya. Di perjalanan, Chai membuka obrolan.


"Kamu nggak mau telepon El sekarang?" tanya Chai.


"Nanti saja kak, kalau sudah sampai. Lagian mungkin El lagi sibuk sekarang. Nanti jam makan siang, aku telepon El," ucap Chi.


"Yaudah kalau begitu," ucap Chai lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya.


.


.


Kini, El sedang memperlihatkan desain yang akan diluncurkan kepada Risa, dan terlihat Risa sangat kagum dengan desain El yang selalu bisa membuat orang pangling.


"Kamu bawa desain ke bagian produksi, dan besok pagi, saya akan kirim desain lain yang akan dikirim ke cabang untuk diproduksi sebagai produk baru. Ingatkan mereka karena saya akan selalu mengirimnya ke cabang-cabang butik satu kali dalam satu bulan untuk diproduksi," ucap El sambil menyerahkan berkas-berkas yang berisi desain-desain yang akan diproduksi.


"Baik El, kalau begitu, saya pergi dulu," ucap Risa sambil mengambil desain tersebut.


El hanya mengangguk.


Setelah Risa pergi dari ruangannya, Hp El tiba-tiba berdering dan ia mengangkatnya, yang ternyata nomornya baru.


"Hallo," sapanya.


"Iya, halo El, ini gue Chi," ucap Chi.


"Hy Chi, apa kabar? Udah di Indonesia kan?" tanya El.


"Baik kok El. Iya, gue udah di Indo sekarang. Loh, sibuk nggak? Gue mau ajak loh makan siang di luar," ucap Chi.


"Urusan gue udah selesai kok. Loh, ke Restoran Valens aja, minta Kak Chai antar loh aja," jelas El.


"Iya, El. Kak Chai juga katanya mau ikut makan siang," tambah Chi.


"Yaudah, kalau begitu, sampai ketemu di restoran ya," kata El.

__ADS_1


"Iya, El," kata Chi lalu El mengakhiri panggilannya.


__ADS_2