
El sedang dalam perjalanan menuju Restoran Valens, tapi tiba-tiba handphone-nya berdering. El segera mengangkatnya dan ternyata itu dari Elvan.
"Hallo," sapanya.
"Hallo El, loh tidak lagi sif pagi kan?" tanya Elvan.
"Iya, tidak kok kak. Nanti sore baru sif," sahut El yang masih memakai earphone.
"El, gue mau minta tolong nih kalau lo punya waktu besok malam," ujar Elvan.
"Mmm, besok malam gue free sih. Ada ap kak?" ucap El.
"Besok kakak ipar ku mengadakan acara kerja sama dengan perusahaan Jim Group. Loh bisakah menemaniku menghadiri acara itu?" Tanya Elvan.
"Kenapa harus ditemani sih kak, kan bisa pergi sendiri," ucap El.
"Begini El, besok semua yang hadir bakalan datang membawa pendamping wanita, jadi gue minta tolong lagi sama loh," ucap Elvan.
"Tapi kak..." sahut El, tapi terpotong oleh ucapan Elvan.
"Pliss El, gue mohon karena cuman loh teman wanitaku. Bisa saja gue ngak hadir hanya saja tidak enak sama kakak ipar," ucap Elvan memelas. El nampak berpikir, lalu dia pun membuka suara.
"Yaudah deh kak, El ikut tapi bilang ya sama kak Retna dan suaminya biar merahasiakan identitas ku," ucap El pasrah karena kasihan dengan Elvan.
"Iya, nanti gue sampaikan ke kak Retna, tenang aja. Makasih ya El," ucap Elvan senang.
"Iya, sama-sama kak. Yaudah El tutup ya, soalnya lagi di jalan kak," ucap El.
"Iya, hati-hati El," ucap Elvan.
"Oke kak," ucap El, lalu mengakhiri panggilan.
Tak berselang lama, dia sampai di Restoran Valens. Tapi sebelum masuk, El mengirim pesan ke Chi, "Loh, udah sampai?"
"Iya, gue udah sampai. Masuk aja ke ruang VIP no. 5," balas Chi.
"Ok," balas El, kemudian berjalan masuk. Kedatangan El sangat dihormati, karena dia adalah pemilik restoran.
Setelah sampai, El langsung mengetuk pintu dan terdengar Chi menyahut dari dalam, 'masuk'.
El segera masuk dan langsung disambut oleh pelukan hangat dari Chi.
"El, gue rindu sama loh," ujar Chi yang masih memeluk El.
"Iya, gue juga rindu sama loh," ucap El, lalu Chi melepas pelukannya.
"Ayo duduk," ajak Chi, dan mereka pun duduk.
Setelah memesan makanan, Chi langsung bicara, "El, sebenarnya tujuan utama gue kesini mau adakan fashion show di sini besok siang. Loh bisa hadir kan?"
__ADS_1
"Emang jam berapa dimulai?" tanya El.
"Jam 1 besok di Hotel CVJ," ucap Chi.
"Bisa kok, lagian besok gue juga sif pagi," ujar El.
"Tapi yang hadir bakalan designer dan pengusaha besar, loh. Kamu siap kan?" tanya Chi memberikannya undangan.
"Siap kok, makasih," ucap El.
"Oh ya, bisa tidak, loh, kasih gue undangan satu lagi, soalnya gue mau ajak temanku kalau dia ada waktu luang," ucap El.
"Bisa kok, tapi gue hanya bawah satu undangan. Gue kirim aja ke alamat loh ya," ucap Chi.
"loh kirim ke alamat apartemen teman gue aja, karena dia tinggal di sana. soalnya Dia juga baru datang dari Inggris "ujar El
"siapa dia?"tanya Chi penasaran
"kambuh lagi keponya "ucap Chai mengejek Chi
"apaan sih kak gangu aja "ucap Chi kesal
"udah Chi, lagian sudah sepantas kok loh bertanya"ujar el melerai perdebatan Chai dan Chi
"tuh dengar kak, El aja tidak masalah "ucap Chi kesal
"El kita tidak usah peduli sama kak Chai lebih baik kita ngobrol berdua aja "ucap Chi
"Iya Iya "ucap El pasrah
"jadi teman loh itu siapa ?"tanya Chi
"dia Chen teman kuliahku di cina"sahut El
"Oh, jadi dia putri keluarga Chen teman loh di Cina," ucap Chi yang memang sudah tahu tentang Chen teman El.
"Iya, Chi," ucap El.
"niat gue kesini biar bisa mendekati El tapi malah di monopoli oleh Chi "ucap chai dalam hati
"rasain tuh kak tidak bisa dekat dekat dengan El kan, itu balasan karena sudah mengatai ku kepo. dia pasti Lagi kesal "ucap Chi dalam hati yang memang ingin mengerjai kakaknya itu.
"oh ia gue udah kirim alamat apartemen Chen ya" ucap El.
"Iya, El," ucap Chi
"El besok malam ada pesta perayaan kerja sama perusahaanku dengan perusahaan Tuan Rio. Loh bisa tidak temanin gue menghadiri pestanya?" ucap Chai yang tiba-tiba berbicara
"Yah, maaf, kak. Soalnya baru saja tadi temannya kakakku minta tolong buat jadi pendamping wanitanya untuk hadir di acara mu dengan Tuan Rio. Maaf ya, kak, soalnya dia yang duluan minta tolong. Gue juga tidak suka ingkar janji," ucap El merasa tidak enak.
__ADS_1
"Iya, tidak apa-apa, El. Asalkan loh hadir saja, itu sudah cukup buat gue," ucap Chai pasrah.
"Iya kak"ucap El
"makanya jadi cowok itu gercep dikit dong ?" bisik Chi kepada kakak nya
"Iya lain kali ini tidak akan terjadi lagi"tekat Chai dalam hati
namum tiba tiba pelayan masuk membawakan pesanan mereka
"kita makan dulu yuk nanti aja kalian lanjutkan ngobrolnya "ucap Chai
"Iya Kak"ucap El dan chi sentak
lalu mereka pun makan
Setelah mereka selesai makan, Chi kembali membicarakan fashion show besok, dan mereka pun mengobrol dengan tenang.
"El apa dia pacarmu ?"tanya Chi
"dia siapa?"tanya El bingung
"teman kakak loh. cowok kan?"ucap chi penasaran
"dia cuman teman kok bukan pacar"ucap El
"Jadi siapa pacarmu kalau bukan dia?" tanya Chi penasaran, begitu pula dengan Chai yang diam-diam sudah deg-degan menunggu jawaban dari El.
"Tidak ada," ucap El cuek.
"Yaelah, masih aja jomblo," ucap Chi.
"Kamu mengolok-ngolok El karena jomblo, tapi kamu juga jomblo," ucap Chai dengan senang hati mendengar jawaban dari El sehingga kembali bersemangat.
"Loh, kamu juga," ucap Chi sambil menunjuk Chai.
El hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan Chai dan Chi.
Mereka melanjutkan obrolan sampai waktu menunjukkan pukul 12.05.
"Kak Chai, Chi, aku pulang duluan ya, karena jam 1 nanti aku harus ke RS," ucap El sambil memeriksa jam di tangan.
"Ya udah, El, kamu pulang saja," ucap Chi sambil tersenyum.
"Iya, Chi," ucap El sambil langsung berdiri.
"Hati-hati, El," ucap Chai dan Chi serentak.
El hanya mengangguk dan meninggalkan mereka.
__ADS_1