
El yang baru sampai di restoran Valens pun langsung masuk ke ruangan VIP yang sudah di pesan oleh Chi.
Dan ternyata Chen sudah ada di dalam ruangan tersebut tinggal El yang baru akan masuk ke dalam ruangan tersebut.
El mengetik pintu dan terdengar suara dari dalam
"Masuk El "sahut Chi
El pun masuk dan langsung duduk di dekat Chen.
"Maaf ya gue terlambat datang nya soalnya baru pulang dari RS "ucap El datar
"Tidak apa apa El, lagian kami mengerti kok"ucap chai Yang memang ikut makan malam bersama.
"Kak Chai juga ikut ya"ucap El melihat ke arah Chai
"Iyalah tidak mungkin seorang chai mau ketinggalan "ucap chai senyum ke El
Chen dan Chi yang melihat Chai tersenyum kepada El hanya saling melirik dan tersenyum
"Mending kita langsung makan malam aja dulu, nanti aja nogbrolnya , abis makan"ucap Chi tiba tiba dengan senyum nya
"Iya ayo kakak juga sudah lapar"ucap Chai
"Apalagi gue yang baru pulang dari RS"ucap El menimpali dengan wajah datar nya
Chen hanya tersenyum melihat obrolan Chai , Chi dan El.
Mereka pun makan dengan tenang.
Sesudah makan, mereka pun mulai mengobrol dengan El membuka obrolan
"Chi, loh benar benar udah mau pulang besok"tanya El dengan raut wajah sedih karena dia juga merindukan tempat dia dia mencapai mimpi mimpinya
"Iya El, soalnya, butik tidak bisa gue tinggalkan lama lama"ucap Chi dengan senyum nya
"Yaudah tapi loh sering sering ya datang kesini "ucap El
"Iya El. Loh juga sering sering datang berkunjung ke cina, sama Chen juga"ucap Chi serius
El hanya mengangguk.
"Iya Chi, tenang aja gue akan bawah El ke cina "ucap Chen tersenyum kikuk setelah mendapatkan tatapan tajam dari El
"Iya Chen sebaiknya loh yang bawah El ke cina kalau dia tidak mau"ucap Chi senyum
"Bukan nya tidak mau Chi, tapi loh sendiri tau kan kalau gue lagi kerja di RS "jelas El serius
"Iya gue ngerti kok. Tapi loh harus berkunjung kalau sudah ad waktu luang mu ya El "ucap Chi memelas
"Iya Chi"ucap El serius
"Ohiya, apa kak Chai juga sudah mau balik ke cina?"tanya El sambil melihat ke arah Chai
"Kalau gue belum El, masih ada pekerjaan yang harus ku urus di sini"ucap chai serius
"Oh gitu "ucap El mangut mangut
"Bilang aja masih mau dekat dengan El "ucap Chi dalam hati
"Gue jadi rindu mommy sama daddy"ucap Chen tiba tiba dengan raut wajah sedihnya
"Lagian ngapain memilih ke Inggris kalau loh bisa di kerja di RS cina chen"ucap Chi dengan raut wajah mengejek
"Ya gue hanya ingin melihat Dunia luar Chi. Kan dari dulu ortu gue tidak mengizinkan ku keluar dari cina"ucap Chen dengan raut wajah kesal karena Chi mengejeknya
"Udah deh Chen, lagian loh bisa Pindah kerja kalau sudah ingin pulang ke cina"ucap El menimpali
"Iss, belum waktunya tau. Gue masih mau menikmati dunia luar "ucap Chen serius
"Yaudah kalau begitu tahan aja kerinduan mu kepada keluargamu "ucap El datar
"Dasar teman laknat"ucap Chen cemberut
Chai melihat obrolan ketiga gadis itu pun hanya geleng geleng kepala.
Mereka pun mengobrol sampai El pamit untuk pulang begitupun dengan Chen, Chai dan Chi juga pulang ke apartemen nya.
Sebenarnya Chi ingin di antar oleh El ke bandara tapi karena Chai mengerti kalau El pasti sibuk jadi dia membujuk adiknya agar dia saja yang mengantar nya.
El pun setuju dengan chai dan Chi pun mengalah.
.
.
Pagi hari, setelah El sarapan bersama keluarganya, dia langsung bersiap siap untuk pergi ke butik mommy nya.
Kini dengan menggunakan stelan wanita, El Langsung pergi menggunakan mobil putihnya, setelah pamit kepada kedua orang tuanya.
Sesampainya di butik, El langsung masuk ke ruangannya dan mulai menggambar beberapa desain.
Namun tiba tiba pintu ruangan di ketuk dan langsung di persilahkan El untuk masuk
"Masuk"sahut El
Dan masuklah Risa dengan membawah berkas yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Nona"sapa Risa
"Ada apa kak"ucap El sambil mendongak menatap Risa
"Saya mau memberikan laporan tentang penjualan setelah produk baru di pasarkan"ucap Risa serius sambil menyodorkan berkas yang ada di tangannya ke meja kerja El
"Baik. Terimah kasih kak"ucap El sambil memeriksa berkas tersebut dengan serius.
Nampak senyum tipis El tunjukkan saat membolak balikkan kertas yang ada di dalam berkas yang dia periksa.
"Bagus sekali, butik mengalami peningkatan besar setelah produk baru di luncurkan "ucap El dengan senyum tipis nya
"Iya nona, berkat desain baru mu, banyak sekali pelangan yang berminat dengan produk baru kita"ucap Risa senyum bangga kepada nona nya
"Kerja bagus kak, Minggu depan saya akan mengirim lagi desain baru yang akan di produksi. Soal desain dari para pekerja silahkan produksi yang menurutmu bisa memikat para pelanggan"ucap El dengan wajah serius
"Baik Nona, Risa mengerti "ucap Risa serius
"Iya. Silahkan balik ke ruangan mu"ucap El
"Kalau begitu saya permisi nona"ucap Risa
El hanya mengangguk dan Risa pun berlalu keluar dari ruangan Nona nya.
.
Tidak waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, El yang masih menggambar desain pun, berlalu menatap handpone nya yang berdering
Dia pun langsung mengangkat nya
"Hallo"sapa El
"Hallo El , loh lagi di mana"ucap Elvan
"Mmm gue lagi di Butiknya mommy"ucap El yang berhenti dari aktivitas nya
"Loh udah makan udah makan siang apa belum ?"tanya Elvan
"Belum kak"ucap El polos
"Kalau begitu kita makan siang bareng yuk, anggap aja sebagai balasan karena loh udah berapa kali menemani ku ke acara "ucap Elvan mencari alasan biar dia bisa makan siang bareng El
"Tidak usah sungkan kak. Santai aja"ucap El
"Iya El. Tapi loh mauka makan siang bareng?"ujar Elvan
"Yaudah deh kak. Kita mau makan siang dimana?"tanya El
"Restoran dekat butik mommy aja"ucap Elvan yang memang memanggil nya Cha, mommy.
"Iya El gue kesana sekarang"ucap Elvan
"Oke "ucap El lalu mengakhiri panggilan kemudian mengambil tas nya dan berlalu pergi keluar ruangan nya.
Dia juga tidak lupa mengetik pesan ke Risa bahwa dia akan keluar Makan siang.
Sesampainya El di restoran, dia langsung duduk di salah satu kursi yang ada di restoran. Kebetulan ada tempat kosong di pojok dan kebetulan ada di dekat dinding.
karena Elvan belum sampai, El langsung duduk tanpa peduli dengan para laki laki yang memandang nya karena terpesona dengan kecantikan El. El yang sudah duduk, langsung di hampiri pelayan.
"mau pesan apa nona?"tanya pelayan tersebut ramah.
"tunggu teman saya dulu ya mbak, ini baru mau sampai "ujar El sopan
"baiklah nona, kalau begitu saya permisi dulu"ucap pelayan tersebut. El hanya mengangguk dan pelayan itu pun pergi.
Bersamaan dengan handpone El berdering yang ternyata Elvan menelfon.
"hallo"ucap El
"hallo El, loh udah sampai?"tanya Elvan
"Iya kak, El udah di dalam restoran"ucap El
"baiklah. Gue juga baru sampai , ini udah mau masuk "ucap Elvan
"yaudah kak. Gue ada di meja pojok, sebelah kanan ya"ucap El
"oke "ucap Elvan dan El langsung mematikan panggilan.
Saat Elvan ada di depan pintu masuk restoran, dia mencari keberadaan El, dan matanya tertuju pada seorang cewek yang lagi duduk sambil memainkan handpone nya.
Elvan langsung tersenyum tipis, yang tidak ada seorang pun menyadari kalau Elvan tersenyum.
Cewek cewek yang ada di dalam restoran pun langsung pada berbisik karena terpesona dengan ketampanan Elvan namun Elvan hanya berwajah datar dan dingin. dia pun berjalan ke arah El berada, sesampainya Elvan di dekat El, ia langsung berbicara
"udah lama nunggunya El ?"Elvan tiba tiba berbicara dengan suara berat nya namun terkesan lembut.
El pun mendongak menatap Elvan polos yang membuat Elvan jadi gemes sendiri.
"eee, belum kok kak, El juga baru sampai"sahut El santai
"baguslah kalau begitu "ucap Elvan dan langsung duduk tanpa permisi. Dan datang lah pelayan.
"mau pesan apa Tuan , nona ?"tanya Pelayan tersebut
__ADS_1
Elvan langsung membuka buku menu, lalu memilih makanan uang akan dia pesan.
"El loh mau pesan apa?"tanya Elvan lembut
"samain aja sama yang kak Elvan pesan tadi "ucap El santai
"yaudah kalau begitu"ucap Elvan lembut
"mbak sama in aja ya pesanan saya dengan pesanan nya "ucap Elvan datar.
"Iya Tuan, kalau begitu saya permisi"ucap pelayan berlalu pergi setelah Elvan mengangguk.
"Giman kerjaan loh di butik El?"tanya Elvan lembut kepada El
"lancar kok kak"ucap El yang memang dia tipe cewek yang dingin
"enak juga ya jadi loh.di dekat butik ada restoran"ucap Elvan basa basi
"Iya kak. Ini semua kerjaan Daddy yang sengaja membangun restoran dekat butik dulu untuk mommy biar bisa langsung kesini kalau mau makan "ucap El senyum yang memang jarang dia perlihatkan, membuat para laki laki pada terpesona, yang membuat Elvan kepanasan tapi dia tidak memperlihatkan kekesalan nya dengan wajah datar nya.
"dasar buaya, kayak barusan melihat wanita cantik aja "ucap Elvan dalam hati menatap tajam aki laki yang melihat El dengan wajah memerah.
"Daddy memang laki laki idaman El, dia bisa memperlakukan mommy layak nya ratu"ucap Elvan yang memang salut dengan Daddy nya Elvan yang sangat menyayangi istrinya, meskipun orang tua nya juga begitu sebenarnya.
"ya begitulah kak, kalau memang laki laki benar benar cinta sama sayang sama istrinya "ucap El menimpali. Dia memang mengakui kalau Daddy nya sangat mencintai mommy, meskipun terkesan posesif.
Elvan ingin menjawab ucapan El namun pelayan datang mengantarkan makanan pesanan mereka.
"silahkan di nikmati Nona, Tuan"ucap pelayan
"baik.terimah kasih mbak"ucap El sopan.
"sama sama nona. Kalau begitu saya permisi "ucap pelayan dan di angguki El.
setelah pelayan tersebut pergi, Elvan pun berbicara
"ayo makan El "ucap Elvan
"Iya kak"ucap El lalu mereka pun malai makan.
Sesudah makan, Elvan pun membuka obrolan.
"El , ada yang mau gue tanyain sama loh"ujar Elvan serius
"apa kak?"tanya El
"loh mahir kan dalam Bidang IT?"tanya Elvan yang membuat El kaget namun tetap dia berwajah datar
"mmm biasa aja kok kak, tapi El memang bisa sih dalam bidang IT"ucap El merendah
"loh tidak usah sembunyikan dari gue El. Karena asisten ku yang mengurus cabang perusahaan ku cina yang bilang sendiri kalau loh yang dulu membantunya mengatasi Masalah perusahaan yang hampir data data perusahaan di curi"ucap Elvan serius yang memang mau mendekati dan mencari tau semua tentang El secara perlahan
"huff, sepertinya aku tidak bisa lagi menyembunyikan nya dari Elvan kali ini"ucap El dalam hati
"Iya deh. El ngaku sekarang. Tapi soal keahlian sih, gue memang mahir tapi tidak sebanding dengan para ahli IT yang lain"ucap El yang membuat Elvan gemes sendiri sama El yang selalu merendah meskipun dia tau kalau El adalah ahli IT yang sahabat hebat.
"Iya Iya. tapi gue tetap berterima kasih sama loh ya El. Karena berkat bantuan mu, perusahaan yang ada di cina tetap aman sampai sekarang"ucap Elvan lembut
"sama sama kak. lagian waktu itu kebetulan gue melihat asisten mu lagi frustasi, jadi kasian aja"ucap El santai
"Iya El. dia juga udah cerita kok. Dia juga bilang jangan sampai gue bilang ke loh kalau dia udah cerita semuanya. Jadi kalau loh sampai ketemu sama dia, pura pura tidak tau aja ya"ucap Elvan
"Iy kak"ucap El
"kak lebih baik kita pulang deh, kak Elvan juga masih mau ke kantor kan?"ujar El serius
"Iya El. Loh juga masih mau ke butik kan?"tanya Elvan
"kalau gue sih mau langsung pulang aja kak"ucap El
"yaudah kalau begitu. Maaf ya El, gue tidak bisa mengantar mu pulang "ucap Elvan merasa tidak enak
"udah kak. lagian El juga bawah mobil sendiri kok"ujar El
"yaudah ayo kita keluar "ucap Elvan. El hanya mengangguk, lalu mereka pun keluar dari restoran setelah Elvan membayar tagihan dan masuk ke dalam mobil mereka masing masing. Elvan langsung ke kantornya dan El pun melanjutkan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Di perjalanan El menelfon Chai. Dan Chai langsung mengangkat panggilan El
"hallo"sapa Chai
"hallo kak, maaf ya kalau El menganggu"ucap El
"tidak kok El, loh tidak menganggu sama sekali"ucap chai senang karena El berinisiatif menelfon nya
"baguslah kalau begitu. oh ia kak, apa Chi sudah pulang?"tanya El
"Iya El, Chi sudah pulang. tadi gue mengantarnya ke bandara"ucap chai
"oh gitu. Jadi rindu sama dia"ucap El sedih
"udah El, nanti kapan kapan kita berkunjung ke cina"ucap chai senyum
"Iya deh kak. yaudah gue matiin ya, soalnya gue lagi di jalan mau pulang ke rumah"ucap El
"Iya El hati hati ya"ucap chai lembut
"Iya kak"ucap El lalu mengakhiri panggilan dan melajukan mobilnya ke rumah nya.
__ADS_1