
Di sebuah perusahaan yang megah!!!!
Pada saat ini jam menunjuk kan pukul 23.00. Di salah satu ruangan yang berada di puncak gedung terlihat seorang gadis yang masih setia dengan laptopnya. Tak lama handphone gadis tersebut berbunyi.
" halo crown Jenika, tugas sudah di mulai"ucap seseorang diseberang telepon.
" hemm !!! , lalu..? "Jawab orang yang di panggil crown Jenika itu.
" apakah crown ingin bersenang senang"
" tak usah hari ini aku sedang sibuk "
"oh, baiklah crown, anda tenang saja kami akan membereskan ke empat orang itu"
" hem, aku serahkan kepada kalian, aku ingin organisasi yang membunuh ketiga kakakku di musnahkan dengan melalui empat bajingan itu"
" oh, baiklah crown, kami akan berusaha menghadapi mereka sebaik mungkin"
Setelah telpon di matikan. Jenika menyeringai dengan sangat menyeramkan.
" lihat saja kalian akan segera berakhir karena telah mengambil kakak kami tercinta " ucap nya sambil melihat foto para kakak yang merawat mereka.
Di sebuah rumah sakit mewah!!!!
Ada tiga orang gadis yang tengah berbincang di sebuah ruangan.
" apakah kalian tau, si jenika kemana."tanya anggun kepada dua gadis yang lain.
" hem , seperti biasa" jawab cici dengan acuh.
" ya, pasti mengurusi perusahaan " lanjut ulfi menimpali.
" hem mungkin organisasi " jawab anggun melengkapi.
"Yaa" jawab cici dan ulfi bersamaan.
Di tempat yang berbeda!!!!!!
Didalam sebuah gedung terjadi keributan dan suara tembakan yang menggema.
"ugh ternyata ini cukup menyenangkan " kata Deon sambil menembak.
__ADS_1
"heh tetaplah waspada" Qenan memperingati sambil menatap tajam.
"cepatlah selesaikan aku ingin segera mandi " sahut Kenzo tenang dengan nada dingin.
"kau lihat si bos sudah berbicara. Maka cepat selesaikan aku juga ingin segera memanjakan mataku ini " ucap zean sambil tersenyum menghayalkan sesuatu.
Setelah pertempuran yang sengit akhirnya semua telah beres dan banyak yang terbunuh, tentunya yang terbunuh itu pihak musuh yang tiba tiba menyerang mereka berempat yang sedang berkumpul di perusahaan milik Kenzo.
Setelah selesai mereka memperhatikan sekitar yang lebih cocok di sebut sebagai lautan darah .
" kenapa tiba tiba ada yang menyerang kita " tanya zean dengan heran.
" kalau kau bertanya sama kami, lalu kami harus bertanya sama siapa, apakah kepada rumput yang bergoyang" kata Deon menimpali ucapan zean dengan menggoyangkan sedikit pinggangnya yang kokoh.
" hei aku tidak bertanya kepadamu wahai orang asing" sahut zean dengan nada yang meninggi dan gigi mengertak.
" kalian ini, tidak bisakah berhenti bertengkar"tanya Qenan dengan nada kesal.
Saat yang lain asik berbincang sambil saling mengejek. Kenzo memperhatikan sekitar yang terlihat mencurigakan. Dan benar saja saat menengok ke arah jam 12 dari tempat nya berpijak, dia melihat seseorang yang ingin menembak ke arah Deon, dengan langkah teresa gesa dia berteriak memperingati.
" Deooon!!!!! Cepat menyingkir" teriak Kenzo sambil cepat berlari ke arah Deon.
"kenapa kau mau ik...... " sebelum Deon selesai berbicara suara tembakan terdengar bersamaan adanya darah di baju Deon .
Saat berada di dekat Deon , Kenzo mematung sambil melihat darah yang ada di baju Deon. kemudian dia mengalihkan pandangan kepada tubuhnya yang saat ini mengeluarkan cairan kental berwarna merah, saat melihat itu bukannya sedih dia malah tersenyum dan bernafas lega.
"syukurlah kau tidak kenapa napa "ucap Kenzo kepada deon.
" ken... Kau berdarah!!!! " ucap Deon seketika panik.
" jangan berbicara banyak, lebih baik cepat kita ke rumah sakit " ucap zean ikutan panik.
" rumah sakit jauh dari sini lebih baik kita memberikan pertolongan pertama dulu " Qenan berusaha untuk tetap tenang tetapi sebenarnya dialah yang paling panik karena takut peluru tersebut beracun.
Setelah pertolongan pertama dilakukan mereka bergegas mencari rumah sakit terdekat. Yang mungkin jaraknya menempuh 50 kilo meter dari tempat kejadian.
" cari rumah sakit terdekat di google map" Qenan berujar sambil menyetir.
" tunggu sebentar "ucap zean sambil melihat aplikasi dan mencari informasi rumah sakit terdekat.
" bagaimana...? " tanya Deon tidak sabaran sambil terus menjaga tubuh Kenzo agar tidak terhuyung .
__ADS_1
karena telah kehilangan banyak darah wajah Kenzo pun memucat. Dan itu sukses membuat ketiga sahabat nya semangkin panik.
" ah, tidak jaraknya jauh sekali !! . 43 km dari sini lurus dekat pinggir kota. " ucap zean frustasi.
" Kenzo tetap jaga kesadaranmu " kata Deon sambil menepuk pipi kenzo.
Qenan :"( .............) "Hanya bisa berdoa dalam diam
Setelah drama panjang yang di alami empat anak manusia dengan yang satu berjuang agar tetap tersadar, dua histeris
Dan sedikit lebay, Dan yang satunya cemas berlebihan tetapi dalam diam. Sampai lah mereka di rumah sakit yang terbilang megah untuk ukuran rumah sakit.
" huh akhirnya sampai juga" ujar zean sambil bergegas mencari suster untuk membawa brankar.
" tapi Kenzo sudah menutup matanya" ucap Deon yang sukses membuat kedua sahabatnya mematung.
" kau jangan bercanda " sahut Qenan sambil memeriksa nafas kenzo.
Seketika Qenan menjadi datar dan penuh aura mematikan
Sambil melirik zean yang bersiap menangis, Qenan kemudian memberikan Perintah ke pada zean.
" ze.. Cepat panggil suster " ujar Qenan sambil membopong Kenzo dengan bantuan deon.
" tapi.... " kalimat zean dengan cepat di potong Qenan.
" Kenzo masih hidup, cuman denyut nadinya yang melemah" Qenan menjawab dengan nada sarkas.
Mendengar hal tersebut zean segera berlari mencari brankar. Setelah mendapat brankar dia segera membawanya ke tempat para sahabat.
" ini brankarnya" kata zean sambil mendekatkan brankar ke Qenan dan Deon yang sedang membopong kenzo.
" suster...!!!!!! " Qenan berteriak sambil meletakan Kenzo di brankar.
Para suster pun berdatangan membantu qenan. Sedangkan zean menarik tangan Deon yang ingin mengikuti qenan.
"kenapa kau berbohong. .!!!! " Tukas zean dengan penuh penekanan.
" siapa yang berbohong, aku berbicara yang jujur, Kenzo memang menutup matanya" jawab Deon tak kalah tajam.
" hah, sudah lah " zean langsung pergi meninggalkan Deon sendirian.
__ADS_1
" dasar.....!! Hei kau tunggu aku." ucap Deon sambil berlari mengejar zean.
Satu hal yang mereka lupakan yaitu orang yang telah menembak Kenzo.