
Setelah melewati pekerjaan yang melelahkan akhirnya ke empat orang itu pun selesai mengerjakan tugas mereka masing-masing.
"Ahhh akhirnya selesai juga" ujar ulfi.
" yaa akhirnya" timpal cici.
" howw kalo begini terus lama lama bisa encok aku " ujar anggun.
" hemm Terima kasih, akhirnya bisa cepat pulang" ucap Jenika.
" oh tidak perlu berterima kasih, ini sudah jadi tanggung jawab kita juga. "Ucap anggun bijak yang di setujui oleh ulfi dan cici.
" ya lain kali akan kita bantu terus agar kau juga bisa istirahat. " ucap cici.
" hemm kita aja yang udah bagi menjadi empat tugas aja masih kesulitan bagaimana dengan kak enza yang sendirian mngerjakannya yaa kok bisa santai banget." tanya ulfi.
Mendengar pembahasan ketiga sahabatnya Jenika pun kembali memencet tombol kedap suara.
" kau lupa IQ kak enza yang tinggi itu" tanya cici.
"Yaa bagi kakak ini bukanlah hal sulit untuk dikerjakan." jawab jeni menimpali.
"Lagi pula ada kedua kakak yang membantunya" ujar cici.
"Aku rasa mereka hanya menyusahkan kak enza." ucap ulfi.
" sudahlah jangan bicarakan yang buruk tentang mereka "ujar anggun.
" hah aku sekarang ingin tau benarkah mereka bertiga sudah tiada atau masih hidup." tanya cici.
" Dari hasil penyidikan yang anggota kita ceritakan kemungkinan untuk mereka hidup 20 persen lagi pula setelah 3 tahun mereka menghilang dan tak pernah kembali."ujar anggun.
" kemungkinan besar mereka telah tiada." Ujar ulfi.
" tetapi sebelum kita menemukan jasad mereka kita tidak boleh menyerah mencari mereka dan membalaskan dendam kalau benar mereka sudah tiada, kita harus balas kematian mereka bertiga." ujar jenika.
"Ah sudahlah jangan di bahas lagi, lebih baik sekarang kita pulang untuk istirahat dulu sebelum menjalankan misi nanti malam." ujar anggun yang di angguki oleh ketiga sahabatnya.
Mereka berempat pun berjalan keluar dari ruangan yang langsung di sambut oleh sofi sang sekertaris karena kursinya berdekatan dengan ruangan jenika.
"Selamat sore bos" ujar sofi sambil membungkuk.
"Sore" jawab cici dan jenika.
" selamat sore juga" ujar ulfi.
" sore, dan jangan panggil boss dong sofi panggil kita kayak dulu aja." ujar anggun.
"Baik nona" ujar sofi.
"Kamu tidak pulang sofi." tanya Jenika.
" saya menunggu anda pulang dulu nona, takutnya anda memerlukan sesuatu." ujar sofi menjelaskan.
"Waw kerja bagus sofi pertahankan." ucap ulfi.
" sekarang kami sudah mau pulang." ujar cici.
"Yaa jadi sekarang kamu juga sudah boleh untuk pulang. " kata jenika.
__ADS_1
"Baik, nona silakan duluan saya mau mengemasi pekerjaan saya dulu yang untuk di bawa pulang." jawab sofi yang di angguki ke empat orang didepannya itu.
Ke empat orang tersebut pun pergi menuju lift khusus petinggi perusahaan. Setelah sampai di bawah mereka bergegas keluar dan melewati ruangan demi ruangan yang telah kosong karena para pegawai kantor sudah pulang jam 17.00.
Setelah berjalan keluar dari kantor menuju parkiran mereka segera menuju ke dua buah mobil yang terparkir.
" kau ikut denganku" ujar anggun kepada ulfi." dan kau ikut mobil jenika" lanjutnya lagi kepada cici yang di setujui oleh sahabatnya itu.
Mereka pun masuk kedalam mobil dan melajukannya membelah jalanan yang sedikit padat, karena jam pulang kantor menuju ke kediaman mereka.
Setelah melalui hampir satu jam berkendara mobil merekapun sampai di depan gerbang masuk untuk ke halaman yang luas dimana di tengahnya terdapat sebuah mansion yang indah dan besar.
"Selamat datang nona" ujar penjaga gerbang sambil memencet tombol untuk membuka gerbang.
" hemm" ujar cici dan jenika di barengi anggukan kepala karena jendela kaca mereka buka agar sang penjaga melihat anggukan mereka.
" Terima kasih pak" jawab ulfi.
" dah pak kami masuk dulu, semangat kerjanya"ujar anggun sambil melambaikan tangannya.
" ya nona" jawab penjaga gerbang itu sambil menunduk.
Mobil pun mereka parkirkan di dalam garasi. Kemudian mereka keluar dan berjalan masuk.
"segarkan diri kalian dulu" timpal Jenika.
"Jangan lupa makan malam habis itu langsung istirahat" ujar anggun.
" tidur yang nyenyak " Ujar cici.
" jangan lupa pasang alarm agar tidak terlambat. "Ujar ulfi.
Setelah itupun mereka naik ke lantai atas menuju kamar mereka masing masing yang saling bersebelahan.
Setelah sampai di dalam kamarnya jenika pun duduk dulu di kursi santai sambil mengambil foto ketiga kakak yang telah merawat mereka penuh kasih sayang.
Lain dari jenika yang merenungi foto para kakak ketiga sahabatnya itu sekarang sedang keluar dari kamar masing masing.
Anggun yang keluar dari kamar terlebih dahulu melihat kamar di sampingnya yang ikut terbuka.
" kalian mau kemana."tanyanya kepada dua sahabatnya siapalagi kalau bukan ulfi dan cici.
" mau makan"ujar cici asal.
"Mandi dulu" jawab anggun.
"Bukan mau makan ada satu hal yang perlu di selesaikan." jawab ulfi meluruskan perkataan cici.
"Apa" tanya anggun.
"Masalah yang kau perbuat siang tadi" jawab cici.
"Owh berarti kita sama dong" jawab anggun.
"Sudahlah ayo cepat cari ketiga bibi itu yang kau berikan nomer handphone nya." ujar ulfi.
Mereka bertiga pun mencari ketiga pembantu di mansion itu yang nomer handphone nya jadi korban kejahilan anggun. setelah menemukan ketiga pembantu itu mereka pun membawanya ke dalam ruang kerja anggun.
"Ada apa nona apakah ada sesuatu yang perlu kami bantu sampai kami harus di bawa kesini" tanya ketiga pembantu itu.
__ADS_1
"Ya ada" jawab cici.
"Apa itu nona" tanya salah satu pembantu.
"Bik kalau ada orang yang menelfon bibi nanti terus nanya apa benar ini cici atau anggun ataupun ulfi bibik jawab iya yaa nanti" pinta anggun.
"Kenpa harus begitu nona" tanya pembantu yang lain lagi.
"karena anggun memberikan nomer handphone bibi sekalian tetapi atas nama kita."jelas ulfi.
"Dan juga kalau orang tersebut ngajak ketemuan Terima aja" ujar cici.
"Dan misalnya sudah bertemu bibi sebisa mungkin menghindar agar tidak bisa di ikuti saat pulang kesini." pinta anggun lagi.
"Ya bik yaa mau yaa" ujar ketiganya serempak yang di angguki oleh si empu yang punya nomer.
"Yeayy Terima kasih bik kalau begitu kami mau mandi dulu." ujar anggun kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang di ikuti oleh kedua sahabatnya dari belakang.
Kenapa anggun, cici, serta ulfi tidak khwatir akan ketiga pembantu itu karena semua pembantu ataupun para penjaga di mansion itu adalah orang-orang yang di latih oleh kakak yang merawat mereka.
" makan malam sudah siap nona, kalau sudah selesai mandi segeralah turun dan ajak nona jeni untuk makan malam."ujar pembantu itu karena dia tau jenika sudah berada di rumah.
"Ya biik " teriak ketiganya dari atas.
Setelah itu ketiga pembantu itu bergegas ke dapur untuk membantu menyajikan makan malam.
Setelah selesai mandi juga bersiap dengan setelan baju tidurnya Jenika pun keluar dan turun menuju meja makan.
Sedangkan anggun yang juga selesai mandi segera pergi mengganti pakaian.
Setelah selesai bersiap anggun pun berjalan untuk mengetuk pintu ketiga sahabatnya yang lain.
"Tok tok tok " suara pintu kamar ulfi yang di ketuk anggun.
"sebentar" ujar ulfi seraya keluar dari kamar.
Kemudian saat akan mengetuk pintu cici sebelum tangannya menyentuh pintu tersebut sudah terbuka terlebih dulu yang menampilkan cici dengan muka segarnya.
Mereka bertiga pun mendekati kamar jenika dan mengetuk nya tetapi cukup lama mereka mengetuk dan berteriak tidak ada jawaban dari dalam sampai ada salah seorang pembantu yang memberi tahukan bahwa jenika telah berada di meja makan.
Setelah sampai di meja makan anggun pun memukul bahu jenika.
"Kenapa kau tidak bilang bilang kalau kau sudah di sini." ujar anggun seraya duduk yang di ikuti kedua sahabatnya.
"Lupa" jawab jenika dengan santai seraya mengambil makanan karena makanan sudah tersaji dari tadi dia hanya tinggal menunggu ketiga sahabatnya itu.
"Hah bisa bisanya" ujar ulfi.
"Terserahlah" ujar cici Seraya ikut mengambil makanannya.
Kemudian keempatnya fokus terhadap makanan mereka masing masing sampai selesai.
" sekarang waktunya tidur"ujar jenika.
Kemudian beranjak menuju kamarnya yang di lantai atas di ikuti ketiga sahabatnya dari belakang.
"Selamat malam semua" ujar anggun sebelum masuk kamarnya.
"Malam" jawab ketiganya kemudian ikut masuk untuk bersiap siap untuk tidur sebelum pergi menjalankan misi mereka nanti jam 11 malam.
__ADS_1