Dokter Gadungan Milik Mafia

Dokter Gadungan Milik Mafia
bab 14 markas.


__ADS_3

Jam sekarang menunjukkan pukul 10.20. Dan alarm di kamar anggun pun berbunyi.


" hemmm hehhhh" anggun membuka matanya karena suara yang mengganggu pendengarannya.


" hah sudah waktunya aku bersiap" ucapnya seraya turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Sekarang beralih di samping kamar anggun.


Di sisi sebelah kirinya adalah kamar cici.


" hemm" kemudian bangkit dan turun menuju kamar mandi.


Disisi kanannya adalah kamar ulfi.


" hoaaaaammmm, jam berapa ini kenapa alarm nya tidak menyala" ucap ulfi sambil merentangkan tangannya kemudian mengambil jam weker di atas nakas.


" oh alarmnya rusak" kemudian menaruh kembali jam itu dan turun menuju kamar mandi.


Sedangkan di kamar jenika.


terlihat seseorang masih tertidur diatas ranjangnya.


Kembali ke kamar anggun.


" hah segarnya, sekarang tinggal pakai baju dan berias diri agar tetap cantik." ucap anggun kemudian duduk di meja rias sambil menyisir rambutnya yang basah.


Dikamar ulfi.


Masih terdengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" how indahnya dunia, hahaha tapi tak seindah misiku" ucapnya sambil menyeringai.


Sedangkan di tempat cici sekarang dia sedang mengeringkan rambutnya yang basah.


"Perfect" ucapnya seraya mengambil jaket serta kunci mobil khusus menjalankan misi.


Di sisi jenika, terlihat gadis itu baru bangun tidur tetapi dia tidak segera turun dia malah kembali berbaring tetapi tidak menutup matanya, dia sekarang malah melihat langit langit kamarnya seperti sedang memikirkan sesuatu tetapi entah apa itu. Beberapa menit kemudian dia pun bangun dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Tidak perlu waktu lama dia sudah keluar dengan pakaian serba hitam ketat di padu jaket kulit mengkilap.


Jenika kemudian menuju meja rias nya dan duduk setelah itu ia mengeringkan rambutnya dan menguncirnya tinggi seperti ekor kuda.


Setelah itu dia keluar kamar menuruni tangga menuju ruang tamu saat sampai disana dia sudah melihat cici dan ulfi yang telah siap dengan setelan serba hitam seperti dirinya.


Kemudian dia pun ikut duduk menunggu anggun.


" Sudah lama kah" tanya jenika.


"Tidak juga santai saja" ujar ulfi.


"Owh, anggun mana" tanya jenika.


" hah kau seperti tak kenal dia saja dia itu bangun paling awal tetapi berias dirinya itu perlu sedikit waktu" jawab ulfi.


"Ralat bukan sedikit tetapi 25,123,456 menit." ujar cici.


"Yang benar saja, kau menghitungnya" tanya jenika tak percaya.


Sebelum cici menjawab terlebih dahulu terdengar suara anggun.


"Heii cepat sedikit ini sudah mau jam 11 cepatlah kita harus bergegas." ujar anggun seraya pergi meninggalkan 3 sahabatnya.

__ADS_1


"Tidak juga" ucap cici melanjutkan jawabanya yang terpotong.


"Owh aku kira kau menghitungnya" ujar jenika yang malah mengindahkan ucapan anggun tadi.


" kita yang menunggu malah kita yang di tinggal." ujar ulfi.


"Sudahlah" ujar jenika seraya ikut keluar dari mansion menuju mobil sport warna hitam.


Melihat jenika keluar ulfi dan cici pun segera menyusul dan memasuki mobil mereka masing masing. Ya saat misi mereka akan memakai mobil sendiri sendiri.



MOBIL JENIKA Taken captive Buggati.



MOBIL ANGGUN MATTE CLOOD.



MOBIL CICI Braces out BMW.



MOBIL ULFI LUXURY BILLIONAIRE.


Setelah semua masuk merekapun segera menyalakan mobil mereka menuju markas untuk menyusun strategi terlebih dahulu bersama para bawahannya, ralat sebenarnya hanya memberi arahan kepada bawahan mereka.


Setelah berkendara sekitar 18 menit merekapun sampai di markas saat memasuki gerbang markas ke empat mobil serba hitam itu di sambut oleh para anggota organisasi mereka.

__ADS_1


Ke empat gadis itu pun keluar dari mobil mereka masing masing kemudian berjalan masuk di ikuti seluruh orang yang menyambut mereka.


__ADS_2