
Ditempat lain tepatnya di sebuah perusahaan di tengah kota. Terdapat seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya. Pria itu terlihat fokus dengan komputer didepannya yang biasa dia gunakan untuk bekerja.
Saat sedang fokus fokusnya dia dikejutkan dengan suara handphone nya yang berbunyi. Dia pun mengambil hpnya dan melihat siapa sang penelepon itu.
"Hah, panggilan dari grup" ucapnya seraya menyambungkan HP itu ke proyektor yang ada didepannya sembari ia memakai earphone, setelah itu dia duduk dan kembali fokus menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah panggilan itu terhubung terdengarlah suara yang familiar baginya siapa lagi kalau bukan suara Sahabatnya.
"Hei kenzo berhentilah sebentar kau terlalu sibuk bekerja." ucap zean yang memulai percakapan.
" ya, inikan sudah waktunya makan siang kau itu terlalu giat bekerja."sambung Deon.
" benar kata mereka, kau inikan sudah kaya jangan terlalu diporsir tenagamu santai saja, kekayaanmu itu sudah cukup untuk hidupmu, untuk siapa lagi kau bekerja? Uang mu itu sudah terlalu banyak siapa yang akan habiskan, istri juga gak mungkin punya. "Ucap Qenan panjang lebar dan jangan lupakan perkataan pedas di akhir kalimat.
" wow mimpi apa aku semalam mendengar si kulkas 20 pintu berbicara panjang lebar." ucap Deon dengan hebohnya sambil berdiri diatas kursi kemudian mencak mencak tak jelas beruntung di ruangannya tersebut hanya dia sendiri. Kalau saja ada orang lain pasti si Deon sudah di katakan orang gila walaupun mungkin hanya dalam hati karena tidak ada yang berani bilang seperti itu, karena Deon adalah bosnya disana. ya benar saat ini mereka berada di perusahaannya masing-masing.
"kesambet ketempelan dedemit ya kamu, apa jangan jangan karena kejadian semalam." tanya zean.
"apa hubungannya" tanya Qenan.
" wah nggak beres ini orang."timpal zean sambil bergidik ngeri mendengar Qenan mau berbicara menimpali ucapan Deon yang gak bermanfaat.
saat teman-temannya sibuk berbincang bukannya ikut nimbrung kenzo malah sibuk lagi dengan komputer didepannya.
" memang udah geser itu otak Qenan." lanjut zean.
__ADS_1
"eh omongan Qenan kalo di pikir pikir ada benernya juga, ngapain kamu kerja lagi udah santai aja di rumah hartamu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan hidupmu, lagi pula benar kata Qenan kamu kan nggak mungkin punya bini jadi nggak ada yang habisin uangmu itu." timpal Deon yang membenarkan ucapan Qenan yang pedas sekali melebihi pedasnya cabai.
"ehhh malah kerja lagi nih orang, woiii kenzo kamu denger nggak yang kita omongin dari tadi. " kata zean
Kenzo yang merasa namanya di panggilpun mengalihkan kembali pandangannya ke layar kaca di mana ada para sahabatnya.
"Hemmmm.. " jawab kenzo yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
Ketiga sahabatnya yang mendengar jawaban kenzo pun memiliki mimik muka yang berbeda beda si Deon dengan mukanya yang merah padam, si zean dengan mukanya yang kesal dan terakhir si Qenan dengan muka yang datar sedatar triplek. Melihat wajah para sahabatnya si kenzo pun berdehem dan melanjutkan ucapannya kembali.
" ehemm..... Siapa bilang gak ada yang akan habisin hartaku dan siapa bilang aku nggak mungkin punya istri." ucap kenan dingin karena tidak Terima.
" Qenan yang bilang." jawab Deon dengan polosnya.
"Bagaimana mau punya istri kamukan nggak normal." ucap Qenan yang di salah mengerti oleh teman temannya.
" maksudmu kenzo nggak normal itu....., dia belok gitu nggak suka perempuan."tanya Deon dengan semangat.
"Eh kurang ajar ya kamu bilang saya belok, kalau deket aku bejek-bejek kamu itu." ucap kenzo emosi.
"Hah kalian itu jangan menyimpulkan ke arah negatif perkataan manusia robot itu, lihat arah positifnya." ujar zean.
" apa sisi positifnya dari perkataan si kulkas" tanya deon bertanya kepada zean yang di setujui oleh kenzo.
Sedangkan yang di panggil dengan sebutan kulkas 20 pintu dan manusia robot oleh sahabatnya itu hanya diam sambil memperhatikan para sahabatnya dengan tubuh yang bersedekap dada.
__ADS_1
"Sisi positif dari perkataan kenan itu, nggak normal maksudnya..... Ahh karena kamu kan punya alergi Dermatographia, jadi kamu nggak mungkinkan untuk menikah ? Jangankan menikah bersentuhan dengan manusia lain aja kamu nggak bisa jadi apa yang di katakan Qenan ada benarnya." terang zean."iyakan yang aku katakan, begitukan maksudmu. "Tanya zean kepada Qenan.
" hemmm" jawab Qenan.
"Owh begitu rupanya aku kira apaan. " ucap Deon.
" hemm siapa bilang aku nggak akan nikah"ucap kenzo tetapi sebelum dia melanjutkan. ucapannya sudah terlebih dahulu di potong Deon.
"Sudah aku katakan itu yang bilang si Qenan. " jawabnya ngegas.
" Deooonnn selesaikan dulu perkataan kenzo, dengar dia mau bilang apa, kalau kau dekat sudah ku geplak kepalamu itu." ujar Zean ngegas.
" Dan akan ku tutup mulutmu menggunakan pisau " canda Qenan menimpali ucapan zean tapi sayang dia mengatakan kalimat itu dengan wajah datar dan suara yang terdengar dingin sehingga orang yang mendengar itu tidak tahu dia sedang bercanda atau malah serius.Beruntung yang mendengar itu adalah para sahabatnya yang sudah hafal setiap nada suaranya.
"Baiklah kenzo lanjutkan" ujar zean.
Sebelum kenzo mulai berbicara pintu ruangannya pun di ketuk oleh seseorang.
"Tok tokk tok.. " begitulah kira kira bunyinya.
" masuk... "Jawab kenzo.
Setelah mendengar Jawaban orang itupun masuk dan mendekat kearah kenzo.
" ini tuan makanan yang anda suruh saya mencarinya." ujar nya seraya menyerahkan bungkus makanan yang iya pegang.
__ADS_1