
" jangan bilang gitu dong sayang, aku kan mangkin cinta " kata kenzo sambil melepaskan pelukannya.
Seketika semua yang mendengar nya merinding!!!!!
" seketika jantungku berhenti berdetak " batin anggun.
" rasa nya aku mual " ulfi membatin.
" fiks orang ini gila, bisa bisanya dia lebih narsis dari ku" batin jenika kesal.
" apakah kenzo sudah gila . "Tanya Deon dalam hati.
" jangan jangan kenzo gila karena tertembak" batin zean ngawur.
" apakah orang gila ini kemasukan mahluk." cici membatin.
" apakah kau Kerasukan "tanya Qenan:" gamblang kepada kenzo.
Mendengar pertanyaan Qenan seketika wajah kenzo berubah masam dan dingin membuat semuanya merinding.
Tetapi yang mereka pikirkan sekarang adalah ucapan Qenan
Oleh karena itu mereka percaya bahwa merinding nya pasti dari mahluk astral.
" beraninya kau mengataiku Kerasukan, tak ada mahluk yang berani memasuki tubuh ku" ucap kenzo sambil Menatap tajam Qenan dan berusaha duduk dari baringnya.
" heh lukamu belum di perban, jangan duduk dulu " ujar ulfi lantang.
" ya benar ucapan dokter.......... Ul.. fi " ucap nya
sambil melirik tag nama ulfi yang ada di jasnya.
Deon berjalan mendekati zean sambil berbicara .
" dari mana kau tau namanya "Deon bertanya dengan nada berbisik.
" kenapa kau bertanya." tanya zean "di jasnya ada tag nama" jelas zean karena di plototin deon.
" oh kukira kau peramal " jawab Deon agar tidak dicurigai.
Deon perlahan lahan mendekat ke arah anggun untuk memastikan. "Kalau itu yang ulfi berarti tersisa anggun dan ci.. atau apa lanjutannya, karena samar samar aku mendengar nama itu." Batinnya bermonolog.
" aku tak perduli, beraninya dia bilang aku Kerasukan
Nggak ada mahluk astral yang berani, lagi pula mana ada orang Kerasukan setampan diriku." Ucap kenzo dengan narsis sekali, membuat jenika mengeram marah entah karena apa.
" kau........ " teriak jenika sambil Menodongkan pistol ke arah Kenzo. " bisa bisanya dia melebihi tingkat ke narsisan ku" batinnya marah.
" apa cintaku..... " jawab kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya.
Seketika jenika semangkin kesal dia menghentakkan kakinya kesal sambil keluar ruangan.
" kalian ikut dengan ku.... "Ucap jenika yang sudah tak tahan kepada para sahabatnya sambil berlalu pergi .
" dokter itu kenapa marah mendengar ke narsisan Kenzo....? , dan juga kenapa Kenzo bisa begitu santai berbicara dengan perempuan" batin Deon bermonolog.
" penampilan yang mirip tapi untung sifatnya agak berbeda "batin zean matanya mengikuti jenika sambil sesekali melirik ke arah ulfi.
" dasar dokter bar bar " batin Qenan dengan muka menahan tawa.
Saat ketiga dokter akan menyusul jenika, mereka terlebih dahulu di hentikan.
" eh tunggu" ucap Qenan spontan menarik tangan cici.
" hemm" hanya itu yang terdengar dari mulut cici karena ia sedang menetralkan jantungnya yang berdisko.
__ADS_1
" Yaa kenapa tuan " ucap ulfi santai seolah tak pernah terjadi apa apa.
" ekhem... Ehm.. Tangan nggak harus pegang pegang juga kali" ujar Anggun yang melihat tangan cici dan Qenan.
Mendengar perkataan anggun seketika Qenan langsung melepaskan genggamannya.
" siapa yang akan membalut luka teman saya " Qenan berkata dengan dingin hanya untuk menutupi kegugupannya
" apakah kalian tidak tau caranya membalut luka "tanya ulfi sambil mendekat dan bersiap untuk membalut luka Kenzo.
" tau kok dok... Kalian boleh pergi sekarang " jawab zean dengan cepat.
" pasti si zean nggak mau kalau dokter... Siapa ya namanya tadi, membalut perut Kenzo karena takut kalah saing dan dokter itu kecantol sama Kenzo. Batin Deon menebak.
" toh bisa, kalau begitu kami pergi dulu "ucap Anggun dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Deon sambil menarik tangan cici dan ulfi.
Deon yang melihat kedipan itu seketika terduduk, untung para wanita sudah pergi.
" kenapa kau... " tanya zean sambil membantu Deon berdiri.
" siapa yang membalut lukanya kenzo" tanya Qenan.
Deon tidak menjawab karena masih syok.
" kau lah, kau yang cukup ahli membalut luka " ucap zean melempar pekerjaan.
" siapa tadi yang bilang bisa " ucap Qenan penuh penekanan.
" cepatlah, jangan berdebat, lagi pula aku tidak mau di sentuh oleh perempuan" ucap kenzo "selain dia " batinnya.
Deon yang sudah sadar dari keterkejutannya ikut menimpali
" lah saat kau pingsan ada 5 suster yang membersihkan lukamu dan mengganti perbanmu agar tidak pendarahan" ucap Deon menjelaskan.
Mendengar hal itu seketika Kenzo terdiam cukup lama dan seketika menyeringai.
Terlihat ketiga gadis melewati lorong rumah sakit.
" eh jenika marah itu karena apa Yaa"tanya ulfi penasaran
" mungkin karena di goda"jawab cici
" kayak nya bukan deh kan dari awal sudah di goda tapi pas perkataan nggak ada godaanya dia marah"ulfi menjelaskan.
Anggun masih diam tak menanggapi
" karena apa Yaa" ulfi sambil berfikir.
" nggun karena apa kau pasti tau"tanya cici
" ya kau pasti tau " ulfi melihat ke arah anggun.
Seketika ulfi kesal anggun terlihat sedang memikirkan sesuatu dan tak menanggapi perkataannya.
" woi mikirin apa lo" ujar Ulfi sambil menyenggol bahu anggun.
" eh... Nggak mikirin apa apa kok..., kenapa emang"
Anggun menjawab dengan bertanya di akhir.
" itu jenika kenapa tiba tiba marah Yaa" tanya ulfi lagi
" oh, palingan karena ada orang yang lebih narsis dari nya " Anggun menjawab santai.
" lah iya ya, pas orang itu narsis seketika dia marah" ucap ujar sambil mengangguk.
__ADS_1
" nahkan dia tau " ucap cici bagai memenangkan sesuatu.
" iya ya kenapa kau bisa tau " tanya Ulfi.
" itu karena dia satu server dengan jenika "batin cici
" ya karena aku cantik "Anggun menjawab
"sudah ikut ikutan narsis seperti jenika kau ini "kata ulti menanggapi.
" ya ya ya" jawab Anggun santai.
Saat sampai di ruangan jenika, mereka pun segera masuk.
" kenapa lama sekali " tanya jenika dingin
" di tahan oleh pria itu " balas cici dingin juga
" ya kami di hentikan oleh mereka " jelas ulfi membenarkan ucapan cici.
" kenapa... Bukankah sudah ku obati lukanya"tanya jenika heran.
" itu karena kau belum membalut nya" anggun menjawab keheranan jenika.
" ohh " hanya itu yang terdengar dari mulut jenika untuk menanggapi ucapan anggun. " lalu kenapa sampai ada keributan di sini " lanjutnya dengan nada yang berbeda.
Ketiganya meneguk salivanya dengan susah payah ketika mendengar nada itu, mengingatkan mereka kepada orang yang paling disayangi sekaligus paling ditakuti oleh mereka.
" itu...karena .. Dokter bedah tidak ada" jawab cici berusaha tetap tenang walupun sedikit gugup.
" ya karena itu " ucap ulfi karena tidak terpikirkan alasan lain.
" kemana para dokter bedah yang lain " tanya Jenika dengan nada yang masih sama.
" pulanglah kan sudah waktu nya pulang " jawab anggun spontan santai.
Seketika tersadar ucapannya yang terlalu santai dia pun mematung. Dan melirik sekitar yang terlihat ulfi dan cici sedang mempelototinya.
" oh pulang " jawab jenika santai.
Mendengar jawaban jenika mereka menghembuskan nafas. tetapi bukannya nafas lega yang terdengar malah nafas terancam.
" perasaan gua mulai nggak enak" cici membatin.
" disini udah banyak hantu kali yaaa,,,,, kok merinding "batin ulfi.
" aduh mampus aku " batin Anggun.
Jenika pun melanjutkan ucapannya
" kalo gitu pecat semua dokter bedah yang pulang sebelum gue dateng. " ucap Jenika santai.
" baru pembukaan satu " batin cici ngaur ngidul.
" oh, jangan sampek gue terseret " ulti membatin.
" tamat riwayatku.... Kepada my husband tersayang di mana pun sekarang dirimu, tetap ingatlah selalu istrimu inii, walaupun kita belum bertemu, dan aku belum tau rupamu, tapi pastinya tampan selalu karena diriku ini cantik jelita yekaaaaaaaan asek hii haaa" ucap anggun mendramatisir tapi tanpa air mata.
Mendengar perkataan anggun seketika cici dan ulfi menjatuhkan rahangnya.
" kalian boleh pergi, jangan lupa pecat dokter yang pulang duluan sebelum di perintahkan, juga tolong cari pengganti mereka. " ucap Jenika sambil mengibaskan tangan dengan ekspresi menahan tawa.
Seketika ketiga temannya tercengang mendengar perkataan jenika, sebab semenjak jenika menggantikan posisi kakak mereka baru kali ini dia melepaskan teman teman nya dari hukuman walaupun itu bukan kesalahan mereka tetapi itu sudah tanggung jawab mereka.
" haaaah syukurlah "cici menghela napas
__ADS_1
" eh hantunya dah pada kabur kali yaaaa" batinnya ulti.
" ya siap laksanakan kaptwen " anggun berkata dengan mengubah kata kapten.