Dokter Gadungan Milik Mafia

Dokter Gadungan Milik Mafia
bab 11 Gusarnya kenzo.


__ADS_3

"Hem taruh disitu" ujar kenzo. "Oh ya Niel saat habis waktu makan siang nanti tolong kamu kumpulkan para kepala devisi ke ruangan rapat karena kita akan mengadakan rapat tahunan." ujar kenzo kepada bawahannya yang bernama Niel tersebut.


"Baik tuan akan saya sampaikan kepada para kepala devisi, kalau begitu saya permisi tuan. " ucap Niel setelah mendapatkan anggukan kepala dari kenzo.


Setelah Niel keluar kenzo pun membuka makanan tersebut dan memakannya.


"Hei ken jangan makan terus selesaikan ucapanmu tadi" ujar Qenan yang di setujui kedua sahabatnya yang lain. Kenzo yang di panggil pun menghentikan acara makannya kemudian mulai berbicara kembali.


"Hemmm kalian ingat cerita ku lima tahun yang lalu saat kita masih di bangku kuliah." tanya Kenzo.


Note* Kenzo dan kawan kawan kuliah pada saat umur mereka menginjak 16 sampai 18 tahun.*


" ya kami ingat."ujar Deon yang di angguki oleh kedua temannya.


" dan kalian ingat kejadian semalam di rumah sakit." tanya Kenzo lagi.


"Ya kami ingat, oh come on Kenzo to the point." ujar Qenan.


" kalian ingat dokter yang mengeluarkan peluru dari perutku, itu adalah gadis yang dulu menyelamatkan aku dari kejaran serigala di hutan dan juga menenangkan aku waktu alergiku itu kambuh saat aku di kejar para wanita gila itu. " jelas kenzo.


"Oh jadi itu gadis yang selama ini kau cari, dan dia satu satunya orang yang bisa menyentuh mu tanpa membuat alergimu kambuh." ujar zean yang di angguki oleh kenzo.


" wow sangat luar biasa, sekarang kau sudah menemukan obat mu" ujar Deon.


"Yaaa" jawab kenzo. "Eh ngomong ngomong kalian tadi menelpon ada urusan apa" tanya kenzo yang menanyakan tujuan sebenarnya kenapa teman temannya menghubungi dirinya.


" ya ampun, sudah lama berbicara baru kau tanyakan, kau memang keterlaluan." ujar zean yang tidak di perdulikan para sahabat.


" masalah itu tanyakan kepada Deon dia yang memulai panggilan, katanya ada sesuatu yang ingin dia katakan." ujar Qenan.


" ada apa "tanya kenzo kepada Deon.


" ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, sebelum itu kita tunggu seseorang dulu." ucap Deon baru saja Deon selesai berbicara pintu ruangannya di ketuk seseorang.


" masuk... "Ucap Deon saat mendengar ketukan itu.


"Permisi tuan, saya sudah mendapatkannya silakan anda lihat. " ucapnya kepada sang tuan.


" oh ini dia yang di tunggu tunggu, kerja bagus Exel." ujar Deon seraya mengambil tab yang berada di tangan bawahannya yang bernama Exel itu.


" ya tuan, kalau begitu saya permisi dulu."ucap Exel.


"Yaa, silakan." jawab Deon.


Setelah mendapat persetujuan tuannya dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Setelah Exel keluar Deon pun melanjutkan perkataannya.


" Jadi maksud dan tujuan ku menghubungi kalian adalah untuk pamer ini. " ucapnya seraya menunjukkan isi tab yang ia pegang.


"Apa itu." Tanya Qenan.


"Ya kau pamer nomor HP seperti itu buat apa." tanya zean meluruskan ucapan Qenan yang setengah setengah.


"Gak bermutu sekali kau pamer itu." ujar kenzo menanggapi.


" benar sekali, yang patut di pamerkan itu pacar baru."ujar zean.

__ADS_1


"Hah apabila si player telah berbicara." ujar Qenan.


" hei aku itu bukan seorang pemain ya, jangan asal bicara, akukan hanya suka melihat wanita cantik." jawab zean meluruskan.


"Apapun itu sebelas duabelas." ujar kenzo.


"Terserah lah, aku disini kan orang yang selalu di tindas sakit sekali perasaan ku." ujar zean mendramatisir.


" kalau kau mau pamer itu seharusnya Jet pribadi baru, markas baru ataupun mobil baru." ujar kenzo melanjutkan pembicaraan tadi.


"Itu sih kamu yang selalu menang. " ujar Qenan.


" Halah nanti juga kamu akan nangis nangis kalau kamu tau." Ujar Deon sembari mencari nomer ponsel jenika. "Kok nggak ada yaa nomornya si dokter itu, ini hanya ada nama dokter anggun, ulfi, sama dokter cici doang, agghhhh dasar Exel kerjaannya malah setengah tengah." batin Deon dilema tak mau di curigai diapun mencoba mencari alasan agar masih bisa pamer ke teman temannya. " benar yaa kenzo, aku nggak akan pernah mau kasih kamu mau kamu nangis darah kek nggak aku kasih" ucap Deon mengancam kenzo.


"Terserah" ujar kenzo.


"Apaan sih itu" ujar Qenan.


" to the point deh Deon " ujar zean.


" ini adalah nomor nomor nya dokter yang semalam, sekarang karena kalian berdua yang baik ucapannya aku kasih kalian berdua aja kenzo nggak kuberikan. "Ujar Deon yang tiba tiba terlintas pikiran jahil untuk mengerjai kenzo.


" hah beneran itu nomer dokter yang semalam."tanya zean.


"Ya karena setelah kita pulang dari sana aku nyuruh Exel buat memata matai para dokter itu, eh taunya dia malah langsung bisa mendapatkan nomer ponsel mereka. " ujar Deon.


"Wow si Exel hebat banget yaa, langsung dapet nomer ponselnya." ujar zean.


"Hemmm" jawab Qenan menanggapi.


"Hemm jelas siapa dulu bossnya." ujar Deon.


"Siaal" umpat kenzo dalam hati.


"Kirimkan" perintah Qenan.


"Wow sabar pak, santai saja." ujar Deon.


" ahh cepatlah Deon." ujar zean tidak sabaran.


Deon pun segera mengirimkan nomer tersebut kepada sahabat sahabatnya, tentu saja kecuali kenzo.


"Sudah" ujar Deon.


"Thanks" ujar Qenan.


"Merci" ujar zean menggunakan bahasa Perancis.


" ouh you're welcome." balas Deon. "Bagaimana kenzo sekarang kau menyesal, sayangnya hal itu nggak bikin aku buat kasih nomernya" ujar Deon, padahal dia memang tak punya nomor ponsel jenika.


"Terserah, aku sumpahin kalian yang akan nyesel setelah menyimpan nomer ponsel itu" ujar kenzo seraya mematikan sambungan telepon itu.


"Yahh ngambek hahahahaha." ujar Deon sambil tertawa.


Setelah itupun mereka ikut mematikan sambungan itu.

__ADS_1


Disisi kenzo saat ini dia masih berusaha meredakan amarahnya.


"Sial sial sial, haaaaaahhh hah. " marahnya berdiri sambil menendang mejanya sehingga sekarang barang barang yang ada diatas meja berserakan.


Saat yang bersamaan pintu ruangannya pun di ketuk.


"Tuan..... Tuan... Anda baik baik saja" tanya Niel.


Cukup lama akhirnya ada suara dari dalam yang menjawab.


"Yaa saya baik baik saja" jawab kenzo. "Ada apa Niel" tanyanya melanjutkan.


"Maaf tuan sekarang sudah waktunya untuk mengadakan rapat, dan para kepala devisi sudah menunggu anda disana" ujar Niel mengingatkan.


Tak lama pintu pun terbuka dan nampak lah kenzo dengan penampilan yang berantakan.


"Ayo kesana" ujar kenzo.


" maaf tuan lebih baik anda benerin dulu penampilan anda"ujar Niel.


Mendengar perkataan Niel kenzo pun melihat penampilannya sendiri.


" hemm " ujar kenzo seraya masuk kembali ke dalam ruangannya setelah selesai kenzo pun keluar dan berjalan menuju ruang rapat dengan di ikuti Niel dibelakangnya.


Setelah sampaipun kenzo duduk di kursi yang khusus untuknya dengan aura dingin lebih dingin dari biasanya.


"Ada apa denganmu tuan" ujar Niel dalam hati yang bingung dengan kesuraman tuannya.


"Kenapa di dalam ruangan ini kok mangkin serem dari biasanya." batin semua kepala devisi.


"Mulai" ucap kenzo .


Setelah perkataan kenzo satu persatu dari mereka pun menjelaskan pekerjaan bagian devisi masing masing dimulai dari devisi pemasaran. Baru sedikit kepala devisi pemasaran menjelaskan sudah di berhentikan oleh kenzo.


"Stopp, bagaimana kalian bekerja hah, bulan lalu saya memerintahkan kalian untuk meningkatkan jumlah penjualan produk ini di pasaran kenapa ini malah menurun haaaah" teriak kenzo dengan lantang sehingga membuat para bawahannya menunduk.


"Matilah kami kali ini " batin para kepala devisi.


"Ma... Ma'af tuan kami janji kami akan tingkatkan lagi kinerja kami" ucap kepala devisi pemasaran memohon.


"Tidak ada lain kali sekarang kamu saya pecat" ujar kenzo.


Orang tersebut pun keluar dari ruangan itu dan kembali kebagian devisinya untuk mengemasi barang barangnya dan untuk pamitan kepada anggota devisinya.


"Lanjutkan" ujar kenzo.


Tak berbeda dari tadi para kepala devisi di marahi habis habisan oleh kenzo tetapi tidak di pecat karena kinerja mereka cukup bagus akan tetapi mereka mendapat patokan pencapaian pada setiap bulannya.


" kalau sampai bulan depan pekerjaan kalian jalan di tempat seperti ini terus makan siap siap kalian angkat kaki dari perusahaan saya." ujar kenzo seraya keluar dari ruangan tersebut.


Melihat boss mereka keluar para kepala devisi di sana menghela napas lega. Sedangkan Niel yang ditinggalkan oleh kenzo bersiap untuk mengejar tuannya tetapi sebelum dia pergi langkahnya dihentikan terlebih dahulu.


"Tunggu sekertaris Niel, boleh kami tahu kenapa presdir hari ini terlihat marah sekali." tanya salah satu Kepala devisi yang diangguki yang lainnya.


"Saya juga kurang tau" jawab Niel seraya pergi sebelum dirinya kena semprot oleh sang tuan karena lama menyusul tuannya itu. Baru saja dia sampai di dekat ruangan tuannya dia sudah mendengar kata kata tuannya.

__ADS_1


" lama sekali jalanmu itu, mau gaji mu di potong."tanya kenzo.


"Tidak tuan" jawab Niel karena dia tau tuannya tidak akan mungkin memotong gaji para bawahannya saat mereka tidak salah.


__ADS_2