
Meskipun mendengar pertanyaan yang di tujukan untuknya sedikitpun jenika tidak menoleh.
" dari postur tubuh dan gaya berpakaian seperti jenika" batin anggun dan ulfi.
" ini apakah jenika" batin cici
" siapa itu....? hem...sangat keren " batin Deon
"Apakah itu musuh, tapi kenapa harus yang seperti dia" batin zean sambil melirik ulfi yang di samping anggun.
Lamunan mereka terpecahkan karena suara bentakan Qenan.
" hei Aku bertanya padamu " bentak Qenan sambil menodongkan pistol ke jenika.
" diam lah..... " jenika berkata dengan dingin dan tatapan tajam ice quennya yang super dingin.
Entah kenapa ketiga pria tersebut menelan salvinanya dengan susah payah.
" kakak kakak yang tampan..." Lanjutnya centil dengan mengedipkan sebelah matanya.
Seketika ketiga pria tersebut menjatuhkan rahang mereka.
" apakah kau dokter bedah " tanya Deon kepada jenika
" ya.. " hanya itu yang terdengar sebagai jawaban.
" kalau begitu cepat tangani teman kami " Qenan berkata sambil menodongkan pisau yang di ambil dari peralatan jenika.
" dia tadi sedang menanganinya." ucap dokter cici datar
" ya kau saja, yang menghentikannya" ucap dokter Ulfi ikut menimpali.
" kami tak perduli, cepat kau tangani dia atau nyawa temanmu melayang " sambil menodongkan pistol ke ulfi dan cici. Yang di ikuti Deon yang juga menodongkan pistol ke dokter anggun.
Seketika wajah jenika menjadi datar dan dingin, tetapi lama kelamaan dia menyeringai dengan kejam tanpa seorang pun tau.
" woii.... kenapa aku juga , sekarang aku patah hati, ah tapi nggakpapa yang penting mati di tangan orang tampan." Kata kata anggun sukses membuat wajah Deon memerah bak kepiting rebus.
" kalian salah karena menganggap dokter hanya bisa menyelamatkan. kalau aku mau, sekarang juga aku akan membunuh teman kalian ini "ucap jenika sambil menyelusuri bagian perut sampai leher Kenzo menggunakan pisau tetapi tak sampai mengenai tubuhnya.
Perbuatanya ini sukses membuat ketiga pria tersebut mematung. Dan di saat inilah tiga sahabat jenika bereaksi karena mendapat kode mata bahwa tidak ada orang lain selain mereka.
Ketiganya langsung mengambil senjata masing masing yang bersembunyi di balik pakaian yang mereka pakai.
__ADS_1
" ma'af tuan tampan, sepertinya kita harus bertukar posisi"ucapnya yang saat ini telah berada di belakang Deon sambil menyeringai keji.
Ketiga gadis itu pun sudah menodongkan senjata masing masing kepada para pria yang ada di dekat mereka.
Dengan jenika yang masih setia dengan pisau bedah nya yang berada di leher Kenzo.
Ketiga pria tersebut kembali di buat tercengang dengan perubahan sifat ketiga gadis yang lain. Yang tadi terlihat seperti kelinci penurut, tetapi sekarang malah seperti singa betina yang ahli dalam berburu. Bahkan pergerakan mereka tidak diketahui oleh mereka yang notabennya memiliki ke waspadaan tinggi.
" bagaimana menyenangkan bukan main todong todongan"ucap ulfi sambil tersenyum tetapi malah terlihat menyeramkan.
"lebih tepatnya mainan dokter"cici tersenyum misterius.
" hahaha kau bertanya kepada mereka tentang mainan dokter mereka tak akan mengerti."jawab anggun sambil tertawa terbahak bahak yang malah terlihat seperti pysicopat.
" kalian benar sekali guys " timpal jenika sambil tertawa tetapi seketika wajahnya dengan cepat berubah datar
seperti tidak pernah tertawa sebelumnya.
Melihat Ekspresi jenika yang seperti itu seketika ketiga pria itu teringat seseorang dan mereka tanpa sadar melihat ke arah Kenzo yang masih menutup matanya, tetapi anehnya bibirnya tengah tersenyum.
Belum lama mereka bertiga di kejutkan dengan senyum di bibir itu, mereka di kejutkan lagi dengan kejadian yang cepat terjadi di dalam ruangan itu.
Seketika semua orang di dalam ruangan di buat tercengang
" Kenzo kau sudah bangun " tanya deon gembira
" syukurlah kau bangun " ucap zean yang tetap diam di tempat sama seperti Deon.
"Kenzo... " Qenan ingin berjalan mendekat tetapi di hentikan oleh lambaian tangan dari Kenzo.
Saat tersadar dari keterkejutannya Jenika langsung ingin melepaskan diri tetapi dekapan kenzo yang kuat tepat di kelemahannya yaitu tanganya pun di kunci oleh kenzo.
" lepaskan .......!!!!!! "Ujar jenika penuh penekanan.
" tidak....... ***" kenzo menjawab dengan dingin tetapi dia sedikit tersenyum yang pasti tidak terlihat oleh jenika , karena jenika berada dalam dekapannya. senyum itu terlihat oleh semua orang yang ada disana kecuali jenika.
" kau.....! !!! Lepaskan aku.....!!!! Atau kumasukan kembali timah panas ke dalam perutmu" ancam jenika sambil mengeluarkan pistol yang ada di saku bajunya menggunakan tangan yang berhasil terlepas.
" kauuuu.........!!! "Qenan berteriak menggertakan gigi.
" gadis kau tidak boleh memegang benda itu buang senjatamu itu berbahaya " ucap zean sambil Mengarahkan telapak tangannya seolah menenangkan.
" kenapa dokter seperti kalian mempunyai benda berbahaya seperti itu " tanya zean keheranan.
__ADS_1
" jangan dengarkan mereka.... Tembak saja....!!!!! " ucapnya sambil menyeringai. Tetapi dalam hati dia melanjutkan ucapannya " untuk menjadi kekasih kita"hahahahahaaha seketika tertawa mengejutkan semua orang.
" kumat lagi.... " cici memutar bola mata dengan malas.
" kenapa kau tertawa..? " ulfi bertanya dengan heran.
"anggun hilangkan pikiranmu itu , aku tidak boleh terikat " ucap jenika kepada anggun yang tidak dipahami oleh yg lain kecuali anggun. Dan dilanjutkan dalam hati "bagaimana dengan oppa oppa tampanku yang lain." Ucapnya membatin.
Zean hanya memandang anggun dengan horror. Sedangkan Deon.........
" cantik .. " batin deon
" kenapa dengan dokter itu..... " pikir Qenan sambil melihat anggun.
Keadaan itu tidak berlangsung lama. Karena kenzo mulai bersuara.
" kalau aku mati bagaimana dengan nasib dirimu " tanyanya kepada jenika tetapi tak melepaskan dekapannya.
" apa hubungannya dengan ku..... ? "Jenika bertanya acuh tak acuh.
" siapa yang akan jadi suamimu nanti dan menjadi ayah bagi anak anak kita" ucapnya seketika membuat semua orang tercengang. Apa lagi para sahabat yang mengenal kenzo yang sulit untuk di dekati perempuan, tetapi sekarang sedang menggombal.
Tetapi itu tak berlaku untuk jenika dan anggun.
Dan mereka (selain anggun ) lagi lagi di kejutkan dengan jawaban jenika.
" kalau kau mati aku bisa mudah mendapatkan pengganti karena aku ini cantik "jawab jenika dengan narsis sungguh percaya diri setinggi Bintang kecil di langit gelap.
" hahahaha..... Benar sekali, dengarkan ini para pejantan, aku dan jenika akan mempunyai harem yang akan kami isi dengan para pria tampan." timpal anggun yang dibenarkan oleh jenika yang kini membuat para lelaki melotot tajam ke arah nya.
" kenapa ucapannya menyakiti hati ku" batin Deon.
" semoga dia tidak seperti dua dokter itu" zean membatin sambil melirik ulfi.
" hem sepertinya gadis ku berbeda "ucap Qenan tanpa sadar yang di dengar oleh zean.
" siapa gadismu " tanya zean berbisik
" eh ... Apa ...? Kau salah dengar mungkin " Qenan seketika salah tingkah.
" kenapa kau berubah ..... " batin kenzo entah bertanya atau menyatakan dengan terus memperhatikan jenika.
" Jen, sebaiknya kau perban lagi lukanya yang sudah kau jahit. " cici bicara dengan nada santai.
__ADS_1
" bagaimana mau membalut lukanya, dari tadi sudah di hentikan , dan kau lihat orang gila ini masih tak melepaskanku" timpal jenika