Dokter Gadungan Milik Mafia

Dokter Gadungan Milik Mafia
bab 15 nomer yang salah.


__ADS_3

Di tempat yang berbeda. Sekarang jam menunjukkan pukul


23.30. Didalam ruangan yang besar dan megah terlihat Seseorang yang masih berkutat dengan komputer di hadapannya.


Tokk..! Tok...! Tok...! Bunyi pintu ruangannya di ketuk.


"Masuk" ujar kenzo Yaa ternyata Seseorang tersebut adalah kenzo sang CEO salah satu perusahaan yang cukup berkuasa.


"Ma'af tuan, Tuan Qenan, Tuan Deon, dan Tuan Zean datang ingin menemui anda, apakah boleh mereka masuk tuan? " tanya Niel kepada Tuannya karena dia tau Tuannya masih dalam suasana hati yang buruk.


"Kenapa mereka kesini, apakah mereka mau pamer lagi heh" batin kenzo bermonolog. Lama kenzo terdiam yang pastinya setiap jawaban yang kenzo keluarkan itu yang di tunggu tunggu oleh Niel. Kasian Niel dapat boss yang masih labil.


"Suruh mereka pulang, katakan sekarang saya masih sibuk" ujar kenzo berbohong karena sejatinya dia malas bertemu para sahabatnya. Kenapa di katakan berbohong itu karena kenzo sudah selesai mengerjakan semua urusan kantornya , Pukul lima sore tadi dan apa yang dia lakukan selama 6 jam adalah hanya mencari identitas Jenika dan yang hanya dia dapatkan adalah pekerjaannya, asal universitasnya dan yang lainnya tidak bisa ia temukan. Sehingga saat dia frustasi dia pun hanya akan jalan Mondar mandir kayak setriakaan habis itu mencari lagi, berjalan kayak setriakaan lagi begitu terus sampai sekarang.


"Baik tuan akan saya sampai kan" ujar Niel seraya pergi dari ruangan sang bos menuju tempat para sahabat boss nya menunggu.


"Kenapa susah sekali mencari siapa dirimu padahal aku sekarang sudah tau namamu tidak seperti dulu dimana aku hanya bisa menunggu di tempat pertemuan tak sengaja dulu. " batin kenzo bermonolog mengenang masa masa yang lalu.


saat saat kenzo tengah melamun terdengar suara keributan yang mendekati ruangannya sehingga membangunkan kenzo dari lamunannya itu. Semakin lama suara itu semakin mendekat sampai akhirnya "" BRRAAKK "" suara pintu ruangan yang di tendang sehingga terbuka dan nampaklah siapa pelaku penendangan itu.


"Ma'af tuan, mereka memaksa untuk masuk " ujar Niel dengan badan membungkuk serta mukanya yang penuh dengan bogeman yang di perkirakan di lakukan oleh ke tiga sahabatnya.


"Tidak apa kau pergilah dan obati memarmu itu" ujar kenzo seraya menghela napas karena sudah dia duga hal tersebut pasti akan terjadi. Memang ya kenzo sudah tau masih di lakukan dasar bos laknat.


Sedangkan ketiga pelaku hanya berdiri santai di pintu tak lama mereka pun masuk menuju sofa di ruangan itu.


Kenzo yang melihat ketiganya pun hanya mendengus lalu bertanya" ada urusan apa kemari" tanyanya sambil bersedekap dada dan jangan lupakan nada dingin khas seorang kenzo Alvaro.


"Kami kesini hanya ingin memberi tau kita ada misi dan kau hanya diam disini tanpa membalas pesan dan telpon kami." Ujar Deon.


"Owh ma'af aku sibuk" ujar kenzo santai.


"Sibuk apa" Tanya Qenan.


" urusan kantor" jawab kenzo sekenanya.


" biasa nya juga sesibuk apapun dirimu tetapi tak pernah mengabaikan panggilan apalagi urusan dunia bawah"ujar zean yang di angguki Deon dan Qenan.


"sudah kukatakan aku sibuk itu bukan urusan kalian"ujar kenzo kesal.


" heii.. Kau masih marah soal siang tadi Yaa" tanya Qenan yang malah di respon kenzo dengan memalingkan mukanya.


"Owh kenzo ayolah cuman gara gara itu kau marah ya ampun jangan bersikap kekanak kanakan." Ujar Deon.


"Lagi pula kenzo kau tahu siapa yang kami temui setelah menelpon nomer itu dan ketemuan" ujar zean dimana langsung dapat peloton tajam dari Deon.


"Siapa" ujar kenzo mulai tertarik dengan pembicaraan itu.

__ADS_1


FLASHBACK!!!!!!


Jam menunjukkan pukul 18.25. Dan pekerjaan yang Deon lakukan telah selesai. Dia pun menelfon sahabatnya yang dia berikan nomer hp yang di dapat dari sang asisten.


Setelah lama menunggu akhirnya panggilan pun diangkat.


"Ngapain" tanya Qenan.


" ada Kepentingan apa bapak Deon menelfon saya" tanya zean sok formal.


"Eh kita telpon mereka sekarang dan ajak ketemuan di kafe" ujar Deon.


"Siapa" tanya zean.


"Dokter" ujar Qenan menjawab pertanyaan zean yang langsung mendapat teupakan tangan Deon.


"Iya dokter ituloh yang kemarin malam" jelas Deon.


"Owh oke " ujar zean.


"Sekarang matikan sambungan tepat pukul 18.30 kita telfon mereka. " ujar Deon yang di setujui oleh keduanya.


Sesuai janji mereka tadi yang akan menelfon pukul18.30 akhirnya rencana tersebut dilaksanakan oleh ketiganya.


"Apa benar ini dengan dokter cici" tanya Qenan.


"Iya benar dengan saya sendiri ada apa Yaa" jawab orang Diseberang telpon yang mengaku sebagai dokter cici.


"Ma'af pak, tepatnya kafe apa Yaa biar saya datang kesana secepatnya." Jawab orang itu.


" gak usah buru buru dok orangnya mau melahirkan masih sejaman lagi " jawab Qenan.


"Lah bapak tau nya dari mana." Tanya orang tersebut.


" pasiennya yang bilang" jawab Qenan. "Dan kafe nya tepatnya di kafe xxxxxxx" sambung Qenan.


"Baiklah pak, saya akan berangkat sekarang soalnya kafe itu jauh dari tempat saya sekarang. " jawabnya lagi.


Setelah itu telpon pun di matikan. " ya ampun gebetan dokter cici kok rada .... "Setelah itu orang itu pun tertawa.


Di tempat yang hampir sama yaitu di mansion para ladies.


" hallo, dengan siapa ini" tanya orang tersebut.


"Hallo apa benar ini dokter ulfi" tanyanya.


"Ya benar, tapi ma'af tuan anda siapa Yaa" tanya orang yang mengaku sebagai dokter ulfi.

__ADS_1


"Saya zean, keluarga pasien yang tempo lalu masuk ruangan UGD " jawab zean.


"Owh dengan tuan zean ada keperluan apa Yaa menelpon saya" tanya orang itu.


" saya mau mengundang dokter makan malam di kafe xxxxxxx atas ungkapan minta ma'af karena telah membuat dokter takut." Ujar zean. Setelah mengatakan itu tak ada suara yang terdengar untuk menjawab perkataan zean.


"Emm ada kejadian apa Yaa dengan nona ulfi" batin orang yang mengaku sebagai dokter ulfi.


"Halo dokter masih di sana" ujar zean.


"Ya saya masih disini, owh baiklah tuan kapan waktu nya" tanya orang itu.


" jam 19.25 saya harap anda sudah datang di kafe itu. " ujar zean.


"Baiklah tuan anda juga karena saya tidak suka menunggu. " ucap orang itu.


"Ya dokter" jawab zean. Setelah itu sambungan pun di matikan.


"Dasar fans nona nona merepotkan sekali" ujar orang tersebut.


Tak berbeda jauh dengan ke dua sahabatnya sekarang Deon sedang berusaha menghubungi dokter yang membuat dia terpukau. sudah puluhan kali dia menelfon tetapi satu pun tidak ada yang di angkat.


"Ayolah come on" ujar Deon. "Angkat dong" teriaknya frustasi.


Sekarang sudah panggilan yang ke 33


"Semoga kali ini di angkat." Harap Deon cemas dan frustasi. Dan benar saja panggilannya kali ini di angkat.


"Halo ada apa Yaa" tanya orang di seberang.


" halo anggun ini aku Deon, maukan sekarang kamu ke kafe xxxxxxx kita ketemuan di Sana ada sesuatu yang akan aku sampaikan" ujar Deon panjang lebar.


"Wow to the point sekali anda ya pak, lagi pula saya tidak mengenal anda tuan. " ucap orang di seberang.


"Ya pokoknya kau harus datang atau Seseorang yang kamu sayangi akan aku habisi sekarang.karena ada Seseorang sedang ku tahan. " ujar Deon mengancam dengan kebohongan tapi tidak semuanya bohong sih.


" siapa yang kau tahan itu hah" tanya orang itu.


"Rahasia makanya kalau kamu mau tau kamu segera ke kafe xxxxxxx catatan itu. " ujar Deon lalu memutuskan sambungan telpon.


"Gila ini orang, ya ampun nona anggun kok bisa punya kenalan seperti ini Yaa" ujar nya seraya pergi bersiap karena akan segera pergi ke Sana.


Setelah bersiap sesuai dengan penammpilan ketiga nona mudanya, mereka bertiga pun keluar kamar masing masing.


"Lah mau kemana" tanya oca sang bibi mansion.


" mau jalankan tugas dari para nona tadi ke kafe xxxxxxx" jawab eca.

__ADS_1


"Lah samaan dong kalau begitu kita pergi bersama" ujar ica yang di setujui oleh dua lainnya.


Ketiga perempuan berusia kurang lebih 30 an itu pun bergegas menuju garasi mansion mengendarai mobil keluar dari mansion menuju kafe itu.


__ADS_2