
Di ruang rawat kenzo.
" woii kesurupan lo" ucap Qenan sambil mengambil bantal.
" heh merinding gua woiii " ucap zean sambil bersedekap dada.
" kok jadi horor gini " ucapnya Deon.
Bagaimana tidak yang tadi wajah kenzo menjadi datar setelah mendengar dia di rawat oleh wanita seketika menyeringai.
" heh ngapa lo pada, gua nggak kerasukan bego " ujar kenzo sambil memukul lengan qenan karena dia yang terdekat dari brankar kenzo.
" terus kenapa kau " tanya Qenan tenang tapi terdengar penasaran.
" enggak...... "Kenzo menjawab." lebih baik kalian bantu gue perban ini luka " lanjutnya.
" qenan cepet bantuin "ucap Qenan memerintah zean.
" gua mau ngegame lah "jawab zean sambil lari ke sofa diruang itu.
" hem " dengus Qenan." eh tadi kau mikirin apaan " tanyanya kepada Kenzo.
" enggak adaaa " jawab kenzo.
POV KENZO......
Saat kami berkumpul di perusahaan ku, tiba tiba terjadi penyerangan. Aku tak habis fikir perusahaan ku yang telah ku sembunyikan dari musuh masih bisa di ketahui.
"ugh ternyata ini cukup menyenangkan " deon berkata
sambil menembak.
"heh tetaplah waspada" Qenan memperingati sambil menatap tajam.
"cepatlah selesaikan aku ingin segera mandi."ucapku
"kau lihat si bos sudah berbicara. Maka cepat
selesaikan aku juga ingin segera memanjakan
mataku ini " kata zean seperti biasa yang selalu
membuat ku jengkel.
Saat kami telah selesai membunuh semua penyerang.
Aku merasakan ada yang jangggal mayat dan orang yang terluka tidak ada di tempatnya. Dan aku pun mengawasi sekitar dan benar saja di arah sampingku ada seorang penembak laras panjang yang mengintai aku tetapi dia malah seperti akan menembak deon.
" Deooon!!!!! Cepat menyingkir" ucapku sambil berlari menghampiri deon.
"kenapa kau mau ik...... " sebelum deon selesai berbicara suara tembakan terdengar bersamaan adanya darah di baju Deon .
__ADS_1
Aku kira deon tertembak tetapi saat kulihat tubuhku ternyata aku yang tertembak.
"syukurlah kau tidak kenapa napa "ucapku kepada deon.
" ken... Kau berdarah!!!! " ucap nya seketika panik
" jangan berbicara banyak, lebih baik cepat kita ke
rumah sakit " ucap zean ikutan panik.
" rumah sakit jauh dari sini lebih baik kita
memberikan pertolongan pertama dulu " berkata dengan tenang.
Memang dari ketiga sahabatku qenan lah yang agak waras.
Dia selalu bisa ku andalkan.
Setelah pertolongan pertama dilakukan mereka bergegas mencari rumah sakit terdekat. Yang mungkin jaraknya menempuh 50 kilo meter dari tempat kejadian.
" cari rumah sakit terdekat di google map" ujar Qenan
" tunggu sebentar " jawab zean.
" bagaimana...? " tanya deon tidak sabaran sambil terus menjaga tubuh ku agar tidak terhuyung .
karena telah kehilangan banyak darah akupun mulai lemas.
dekat pinggir kota. " ucap zean frustasi.
" Kenzo tetap jaga kesadaranmu "ujar deon sambil menepuk Wajahku.
" hemmm " jawabku kesal sambil menyingkirkan tangannya dari wajahku.
Ah deon ini memang gila atau gimana mataku yang masih terbuka malah dia menepuk wajahku seperti aku sudah menutup mata.
Saat mobil berhenti rasanya aku sudah nggak sanggup lagi membuka mata, bukan karena luka tembak tetapi aku sudah mengantuk mungkin ini sudah jam 12 malam. Saat itu juga aku menutup mataku dan tertidur. Samar Samar aku mendengar perkataan sahabatku.
" huh akhirnya sampai juga" suara zean.
" tapi Kenzo sudah menutup matanya" ucapan deon.
" kau jangan bercanda " suara qenan, mendekatiku dan memeriksa nafasku. " ze.. Cepat panggil suster " ucap nya sambil membopong diriku di sisi kiri dan yang satunya di sisi kanan mungkin itu deon.
" tapi.... " kalimat zean dengan cepat di potong Qenan.
" Kenzo masih hidup, cuman denyut nadinya yang melemah" ujar Qenan.
"Emang mereka kira tadi aku sudah mati " batinku tertawa.
" ini brankarnya" zean berbicara.
__ADS_1
" suster...!!!!!! " teriak Qenan sambil meletakan diriku di brankar.
Padahal aku hanya ingin tidur tetapi malah ada saja yang berisik.
Saat sampai di ruangan ada yang mendekat dan akan menyentuh diriku tetapi segera ku hentikan.
" jangan berani menyentuh ku " kataku sambil menatap tajam kepada para suster di depanku.
Para suster kelihatan terkejut karena aku tiba tiba sadar dan bangkit dari pembaringan.
" tapi tuan perban itu harus di ganti "sambil menunjuk perban yg ada di perut kenzo yang sudah berantakan.
" tidak perlu " tadinya aku terkejut saat para suster mengatakan perban ku harus di ganti, tetapi setelah kulihat bagian perutku aku menghela napas lega sekaligus jengkel, karena apa? Oh tentu itu karena perbannya ada di luar dan malah melilit kaos ku yg berwarna putih. Entah siapa yg melakukannya tapi yg jelas antara ketiga sahabatku. Dan aku yakin ini pasti karena panik.
" kalian keluarlah, biar aku sendiri yang mengganti perbannya " ucapku sambil mengambil kain kasa serta obat merah diatas megarator. " dan satu lagi jangan beri tau siapa siapa kalau aku sudah sadar(karena pasti mereka tidak akan membiarkan aku tidur dengan tenang), juga kenapa ini di perban lagi mana dokternya pelurunya harus di keluarkan :" tanyaku heran.
Para suster :" dokter bedah sudah pada pulang tuan dan dokter yg tersisa hanya tiga orang itupun mereka sepertinya sibuk.
" jadi peluru ini tidak di keluarkan begitu, dan kalian tidak tau cara mengeluarkannya "tanyaku heran.
"maaf tuan kami tidak berani mengambil tindakan apa lagi ini masalah bedah membedah. Yang hanya bisa dilakukan para ahli bedah jadi kami tidak barani mengambil resiko. (Dan juga bagaimana mau mengeluarkan peluru mau membalut lukanya saja sudah mendapatkan tatapan tajam. Tiba tiba aku jadi ingin ada dokter kepala di sini apalagi kalo ada dokter jenika pasti akan sangat mudah, secara dia adalah adiknya dokter Quenza yang di rumorkan merupakan dokter grand Master legenda yg menghilang beberapa tahun yg lalu, di mana di katakan usia 7 tahun sudah bisa menyelamatkan nyawa orang yg serangan jantung dalam pesawat. Dan usia ke 15 tahun sudah menyelesaikan S3 ke dokteran serta memimpin perusahaan raksasa yg di takuti itu.)
Yang pastinya batin suster itu tidak di ketahui oleh Kenzo.
" baiklah kalian keluar, dan ingat jangan bilang aku sudah sadar katakan saja kalian sudah membalut lukaku, sekarang keluarlah biar aku sendiri yg membalut luka ini. "
"Baik tuan kalau begitu kami permisi " ucap para suster sambil berlari karena mendapatkan tatapan tajam khas burung hantu "wkwkkwk.
Setelah selesai aku kembali istirahat dan tertidur. Cukup lama aku tertidur aku terbangun karena suara yg sangat berisik di luar.
Apa yg terjadi di luar batinku kesal, karena itu mengganggu tidurku , saat akan bangun malah terdengar suara tembakan "apa yang terjadi di luar "batinku bermonolog.
Selang beberapa lama ada yang masuk dan kemungkinan lebih dari satu orang. Aku mendengar perkataan mereka " bagai mana ini aku hanya dokter gizi " suara satu. "Kau masih mending masih nyangkut lah apa kabar dengan diriku yg dokter gigi" suara dua " apalah diriku yang biasanya hanya memeriksa ibu hamil "suara tiga. "Sudahlah lebih baik periksa dulu manusia ini yang merepotkan satu rumah sakit.
Aku mendengar mereka menghela napas dan mendekat ke arahku .
Mereka melihat perban yg ada di perutku.
Hem, sepertinya di bagian ini tidak perlu lebih baik kita pergi " mereka meninggalkan ruangan setelah memeriksa keadaanku. Setelah mereka pergi aku membuka mata dan turun dari brankar.
Tetapi aku malah mendengar keributan lagi dan terdengar suara tembakkan akupun kembali naik ke tempat tidur karena aku mendengar suara pintu terbuka.
Terdengar langkah mendekati diriku sambil berbicara
" gara gara dirimu hampir saja aku kehilangan sahabat sekaligus saudari angkatku yang berharga."Ucapnya dengan nada dingin.
" kalau telat sedetik saja aku datang, kemungkinan aku akan menghabisi kalian semua sekarang"
" sebaiknya aku mengobatimu atau........ .........menghabisi dirimu sekarang " ucapnya.
" baiklah karena kau tampan, kau akan kumaafkan kali ini dan akan ku obati " ucapnya riang dengan suara yg terdengar centil.
__ADS_1
Mendengar suara yang cukup familiar aku pun mengintip siapa yg berbicara, dan ternyata itu adalah obatku yg selalu kucari selama ini. Wanita yg bisa membuatku tenang saat aku kambuh aku tanpa sadar tersenyum, saat aku tersadar dari lamunanku aku cepat cepat berpura-pura tidur kembali.