
" kenapa situ kesinggung atas ucapan saya" tanya anggun yang masih membelakangi orang tersebut.
" kalau iya anda mau tanggung jawab" tanya orang tersebut.
Sedangkan cici dan ulfi terperangah melihat wajah tersebut.
"Atas dasar apa, sampai saya harus bertanggung jawab."tanya anggun seraya membalikkan badannya.
Saat membalikan badan anggun terkejut seraya membatin "waw orang tampan " .
"Atas dasar karena anda mengganggu ketenangan saya." ucapnya tegas.
" hahaha... Anda mau saya bertanggung jawab seperti apa tuan." tanya anggun tertawa canggung.
"Berikan nomer HP kalian" ucapnya seraya memberikan HP yang sedang iya pegang.
"Maksudnya" tanya ketiga gadis itu bersamaan.
" berikan nomer HP kalian nanti akan ku pikirkan tanggung jawab seperti apa yang saya perlukan." ucapnya menjelaskan.
" kami berdua tidak ikut membuat Anda rugi tuan."ujar cici yang di benarkan oleh ulfi.
" kalian merugikan saya juga karena kalian adalah lawan bertengkar nya dia." ucap orang tersebut sambil menunjuk wajah anggun.
" ah sudahlah, cuman nomer kan gak ada yang lain, sudahlah berikan saja."seraya mengambil HP orang tersebut dan mengetikkan nomor handphone mereka bertiga karena dia sudah hafal nomernya. Tanpa memperdulikan keterkejutan dua sahabatnya.
" nah ginikan beres urusannya"ucap pria tersebut Seraya pergi meninggalkan restoran tersebut, dan jangan lupakan wajah ketiga gadis tersebut yang di buat cengoh oleh dirinya.
"Gila orang itu adalah titisan orang gila sesungguhnya " ucap cici dengan pedasnya.
" Dia pergi begitu saja setelah mendapat kan nomor kita."tanya anggun dengan polosnya, dia tidak sadar ucapannya tersebut dapat membuat ke dua sahabatnya menjadi singa betina.
" ini semua karena dirimu apa kau tidak sadar" ucap ulfi sambil mengeram menahan amarah.
"Yaa kenapa kau memberikan nomer HP kita haaaa " tanya cici.
" tidak, apa kalian fikir aku bodoh aku tidak mungkin memberikan nomer kita dengan mudah." ucap anggun dengan sabar menjelaskan.
"Maksudmu" ujar keduanya bersamaan.
" aku tidak memberikan nomer kita melainkan nomer para bibi di mansion."ujar anggun.
__ADS_1
" hahaha maksudmu kau membodohi pria itu." tanya ulfi sambil terkekeh.
" yaaa, lagi pula kalau aku memberikan nomer kita juga apa salahnya." dia menjawab pertanyaan ulfi diakhiri dengan pertanyaan juga.
"Apa kau lupa kita ini harus waspada pada setiap orang" ucap cici dengan suara yang di perkecil sembari merapatkan tubuh kepada kedua sahabatnya seperti akan berdiskusi.
"Hadeh kalau pun aku memberikan nomer kita itu juga nggak masalah kita itu bisa ganti nomer tau nggak" ujar anggun yang tidak mau di salahkan.
" nah bener tuh kita itu bisa ganti nomer kenapa ya kita harus pusing seperti itu."ucap ulfi membenarkan perkataan anggun. Memang yaa ulfi dan anggun akan selalu mencari mana yang aman agar tidak tersudut.
"Hah sudahlah kalian berdua ini sama saja" karena sudah lelah disudutkan terus menerus.
Lama mereka terdiam datanglah seorang pelayan yang memang sedari tadi menunggu mereka selesai bertengkar.
"Permisi kakak kakak, mau pesan apa" tanyanya dengan buku ditangannya yang siap untuk ditulisi pesanan.
" nanti saja mbak, kita masih nunggu satu teman lagi." ujar cici.
" oh baiklah kalau begitu saya permisi dulu." ujar nya yang ingin segera pergi tetapi baru akan melangkahkan kakinya ada suara yang menghentikannya.
"Tunggu, saya mau pesan sekarang" ujar anggun.
"Hei kau tidak setia kawan" ujar ulfi.
" tidak boleh, kita harus setia kawan." ujar ulfi kekeh dengan merebut buku menu tersebut.
"Eh kembalikan kepadaku aku sudah lapar lagi pula waktu istirahat terus berputar nanti waktunya habis" ujar anggun dengan segera menarik kembali buku itu dari tangan ulfi
"Tidak boleh, lagi pula bukannya kita mau membantu jeni" jawab ulfi seraya menarik buku tersebut.
"Biarlah, aku sudah lapar mau kita kembali kerumah sakit kek, mau kita bantu jeni kek, ataupun malah mau jungkir balik kita harus tetep makan" ujarnya yang semangkin mempererat pegangannya di buku itu.
Dan terjadilah aksi tarik menarik disini. Memang ya kalau sudah bertemu maka akan selalu ada yang jadi bahan bertengkar.
"Mulai lagi deh " ucap cici jengah seraya menyandarkan tubuhnya ke sofa resto sembari bersedekap dada .
"Kak jadi pesan nggak nih" tanya pelayan tersebut. Tak lama setelah perkataan tersebut terdengar suara yang amat dikenali oleh ketiga gadis tersebut.
"Sory lama jalanannya macet" ucap jenika. Yaa ternyata yang baru datang itu adalah orang yang ditunggu tunggu ketiga gadis tersebut.
"Nggak papa, kamu datang diwaktu yang tepat." ucap cici.
__ADS_1
" kenapa emang" tanya jenika yang masih belum menyadari sekitarnya.
"Tuh lihat lagi tarik tambang" ujar cici sambil menunjuk dengan mulutnya ke arah anggun dan ulfi.
Jenika pun melihat di sebelahnya dan melihat aksi tarik menarik buku, sebelumnya dia tidak menyadari kerena dia terburu buru berlari masuk kemudian duduk di sofa nya.
"Heii kalian itu kenapa" tanya jenika seraya menepuk bahu keduanya.
Memang kalau sudah bertengkar mereka berdua itu tidak ingat dunia atau lebih tepatnya tak kenal tempat mungkin. Saat merasakan tepukan di bahu mereka pun serempak menoleh dan terkejut melihat orang yang mereka tunggu tiba-tiba sudah ada disana.
"Kapan kau sampai " tanya ulfi.
"Ya kau seperti hantu, tiba tiba ada disini" timpal ulfi.
" kalian yang asik sendiri" ujar cici menanggapi.
" hem kenapa lagi kali ini yang menyebabkan kalian bertengkar" tanya jenika sambil mengambil alih buku yang ada di tangan kedua sahabatnya itu.
" itu semua karena muu "ucap anggun seraya mengambil lagi buku yang ada di tangan jenika.
" hemm " ucap cici dan ulfi bersamaan.
"Owh" balas jeni santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Ah sudah lah sebaiknya kita pesan sekarang " jawab anggun yang disetujui ketiga sahabatnya.
setelah memesan makanan mereka pun menunggu pesanan itu sambil berbincang bincang dengan santai.
Di tempat lain yang tak jauh dari restoran tersebut ada seseorang yang tengah menunggu telpon tersambung tak lama kemudian terdengar suara telepon itu berhasil terhubung.
" halo tuan, tugas yang anda berikan sudah saya bereskan."ujar orang tersebut.
" Bagus kau sungguh hebat" ujar orang diseberang telepon.
"Saya sekarang dalam perjalanan pulang kesana, apa ini kirim langsung ke tuan atau anda mau menunggu saya sampai di sana dulu." tanyanya kepada sang tuan.
" aku akan tunggu, sekalian saya akan pamer kepada mereka, karena saya sudah selangkah lebih maju dari mereka hahahahaha..... " ucap orang disebrang sambil tertawa kencang.
"Baiklah tuan kalau begitu saya akan berusaha untuk segera sampai agar misi tuan segera terlaksanakan." ujar orang yang menelepon kepada sang tuan.
" hemm, saya tunggu" jawab orang diseberang telepon . Tak lama sambungan telepon tersebut dimatikan oleh orang yang di panggil tuan itu.
__ADS_1
Setelah telepon dimatikan oleh tuannya orang tersebut segera melajukan mobilnya membelah jalanan menjauh meninggalkan restoran tersebut.