
“ okey….. saya akan pertimbangkan dahulu. Kalau begitu saya
permisi ke toilet dahulu.”ucap sue sembari memegang tasnya dan pergi ke toilet.
“m…. baiklah nak.” Ucap ayah sue sambil tersenyum.
Ketika sue hendak pergi ke toilet dengan wajah yang marah ,
tak disangka brian mengikutinya dari belakang. Kemudian brianpun menghentikan
sue dengan memgangi tangan sue. Dan sue membalikan badannya dan menatap brian
dengan penuh kemarahan.
“hei….. presdir sue jian….., jadi anda yang akan dijodohkan
dengan saya yah?.” Ucap brian yang sengaja menjebak sue dengan pertanyaan yang
ia ketahu sendiri.
“hm. Sorry… saya juga tidak ada urusan mengenai itu, tetapi
orang tua saya dan orang tua anda yang melakukannya.” Jawab sue menatap angkuh
brian dengan sabar.
Brian yang mendengarkan perkataan sue, kemudian melepaskan
tangannya.
“H….. jadi begitu yah.
It’s okey kalau begitu, tapi jangan harap anda bisa bebas jika anda ingin
menikah dengan saya.”ucap brian dengan sombong dan mengancam sue.
“ saya juga tidak berharap kok kebahagiaan dari anda dan
__ADS_1
ingat satu hal lagi anda tidak berhak mengatur hidup saya karena saya tidak
sudi untuk hidup Bahagia dengan anda okay!”ucap sue dengan lancang.
“ oh iya, saya hampir lupa kalau saya akan membuat surat
kontrak perjanjian pernikahan dengan anda dan disitu kita akan lihat dan
mempertimbangkan apa yang akan disepakati. Dan…… apakah tidak ada lagi yang
ingin diperbincangkan, kalau begitu saya permisi!” ucap sue sambil membalikkan
badannya dan pergi dari hadapan brian.
“ hm…. Menarik. Sungguh menarik dan sangat-sangat menarik.” Gumam
brian sambil memegangi dagunya.
Pada saat sue Kembali dari toilet, iapun duduk di bangkunya dan mulai berbincang dengan
keluarganya dan keluarga brian.
ayah sue
“hm. Tapi menurut pak presdir brian, apakah anda setuju atau
……” jawab sue dan bertanya lagi pada brian.
“hah… oh baiklah saya akan setuju. Tetapi bagi presdir sue
bagaimana?” jawab brian dan hendak melontarkan pertanyaan kepada sue.
“ okey. Saya setuju kalau begitu.” Jawab sue memegangi gelas
dan menatap brian dengan cemberut.
“hm… gue pikir dia akan menolaknya. Tetapi yah sudahlah gue
__ADS_1
harus melakukannya untuk ayah.” Gumam sue
“ hhhhh…. Kalau begitu mari kita menentukan pertunangan mereka, dan acara pernikahan mereka.”ucap
ayah sue dengan semangat.
“ ya kalau begitu…” jawab ayah brian dengan lega.
Saat Ketika pertemuan dengan keluarga brian selesai, mereka
pun keluar dari restoran dan hendak pulang.
Di depan restotan:
“ ayah, ibu saya akan pulang dengan kalian yah soalnya aku
nggak bawa mobil?” ucap sue ingin menumpangi mobil ayahnya.
“hm… boleh nak….” Ucap ayah sue.
“ eh…. Disinikan ada brian, nanti dia saja yang mengantarkan
kamu ke rumahmu yah.” Ucap ibu brian sambil merayu sue.
“ tapi tante!.” Ucap sue ingin menolak
“ udah pergia ajalah, kami baik-baik aja kok.” Ucap ibu sue
“ brian … kamu antarin sue yah ke rumahnya.” Baiklah bu.
“ H! oh astaga nggak bener nih. Sepertinya akan ada bencana
di perjalananan nanti, kok bisa sih gue harus ngebeng dengan si brian ini?. Huff….
Sabar…sabar….” Gumam sue kepanikan.
“ oke… kalau begitu kami pergi dulu….. dah.” Ucap sue berpamitan sambil menaiki mobil brian.
__ADS_1
Kemudian mereka semua berpisah di restoran itu dan kembali ke rumah mereka masing-masing.