Dokter Yang Dingin

Dokter Yang Dingin
EPISODE 7


__ADS_3

Sementara dalam perjalanan pulang, sue berhenti dan mengomel


seakan-akan ia sedang memaki-maki orang. Dia merasa kesal karena dia sudah


bertimu dengan brian lin yang membuatnya tidak berminat lagi untuk membeli


makanan untuk dimakannya.


“huh…!!!. Ngapain sih dia nongol disana?, bikin kisal ajah….


Udah nanyak nggak jelas sampai gue nggak ada minat lagikan untuk mampir ke


restoran favoritku!.” Omel sue sembari menendang-nendang pohon yang ada di


pinggir jalan.


“haaah…. Gue lapar…..” keluh sue bersungut-sungut kelaparan


Pada saat itu tak sengaja sue melihat sebuah warung yang


terlihat sepi dan dia berinisiatif membeli makanan di tempat itu.


“ ehh….. kok gue baru tau yah kalau ada sebuah warung di


sana? Terus pengunjungnya sepi lagi.” Ucap sue menatap warung itu.


“hmm….. sepertinya aku harus memesan makananan di situ aja


deh daripada balik ke restoran tadi, nanti malah ketemu lagi dengan tukang


ngeselin itu!.” Gumam sue dengan mata sinis.


Ketika itu pergilah sue menghampiri warung itu dan mencoba


makanan yang ada di warung itu. Ketika makanannya diantarkan kepadanya, diapun sesegera


mencicipinya karena terlalu penasaran dengan apa yang membuat warung itu menjadi


sepi.


“hm…. Gue penasaran, mengapa bisa warung ini menjadi sepi?. Kayaknya


aku harus selidiki deh.” Ucap sue sambil menopang dagunya menggunakan tangannya


dengan wajah penasaran.


“malam bu…. Apa yang anda ingin pesan?”sapa pelayan warung


itu.


“oh…. Iya saya ingin memesan makanan yang dihidangkan di


tempat ini. Masing-masing satu porsi yah.” Jawab sue sembari menatap pelayan

__ADS_1


itu.


“oke bu…. Silahkan ditunggu pesanannya.”ucap pealayan sambil


melangkah pergi dari hadapan sue.


Pada saat pesanan sue telah dihidangkan di atas meja yang


ada di hadapan sue, diapun segera mencobanya karena sudah sangat lapar dan


karena rasa penasaranya itu. Ketika sue mencicipi masing-masing makanan itu dia


sangat kaget Ketika dia tau bahwa makananan itu sangat lezat. Dan ia sangat


heran.


“um….. mengapa warung yang menyediakan makanan selezat ini


memeiliki pengunjung yang sepi yah?” gumam sue dengan wajah keheranan.


“kayaknya akau harus tanya langsung sama pemilik warung ini


deh.” Gumam sue sambil memikirkan ide untuk menanyakan langsung kepada pemilik


warung itu.


“ ettt…. Nggaak usah deh yang penting aku sudah makan. Busettt


aku kenyang bangat dah….” Guamam sue mengubah pemikirannya.


menatap handphonnya melihat jam.


“ aduh…. Udah jam 9 rupanya. Ahh…. Sialkan gara-gara si


brian lin itu!. Gue udah jadi  nyasar


kesini kan jadinya!....”ucap sue dengan ekspresi kesal.


“ aku harus pulang cepat soalnya besok masih harus ada rapat


di kantor dengan presiden lin itu.” Ucap sue sambil melambaikan tangannya


kepada pelayan.


“ini semua berapa harganya?” tanya sue pada pelayan warung


itu.


“ harga semuanya jadi 200 won (400 ribu rupiah).” Jawab


pelayan itu.


Setelah itu sue pun membayarnya dan hendak bergegas pulang

__ADS_1


ke rumahnya.


Ketika sue hendak berjalan menuju ke rumahnya, iapun bertemu


Kembali dengan brian lin di pertengahan jalan dan brian hendak turun dari mobilnya


dan menghampiri sue. Ia berniat mengajak sue pulang dan mempersilahkan sue naik


ke mobilnya.


“oh… presdir sue, kita beremu lagi yah….”sapa brian setelah


keluar dari mobilnya.


“hm… kok bisa gitu gue bertemu dengan orang ini lagi?”gumam


sue tanpa mengiraukan brian.


“ presdir sue?... apa anda bisa mendengar saya?....” ucap brian


melambai-lambaikan tangannya di depan wajah sue.


“ah…. Maaf saya nggak memerhatikan pak presdir.” Jawab sue (dingin).


“ kalau begitu dimana mobil anda presdir sue?, apakah anda


tidak membawa mobil anda?” tanya brian.


“ tidak…. Saya tidak membawanya karena saya sedang malas


untuk mengendarai mobil saya.” Ucap sue sambil menatap brian.


“Oh… kalau begitu apakah saya bisa mengantar presdir pulang?


Takutnya banyak preman di sekitar sini?” tanya brian yang ingin mengajak sue


naik ke mobilnya.


“ hmm…. Menurut saya tidak usah karena saya bisas memanggil


taksi.”jawab sue singkat dengan ekspresi dingin.


“tapi mana ada taksi yang masih mangkal di sekitar sini


apalagi di tengah larut malam begini?” ucap brian menyangkal sue.


“ huff…. Baiklah kalau begitu ayo pergi.” Ucap sue menyetujui


brian.


“silahkan masuk….”ucap brian sambil menbuka pintu mobilnya


untuk sue.

__ADS_1


Maka sure pun diantar pulang oleh brian.


__ADS_2