
Saat di tengah
perjalanan, wajah sue terlihat cemberut dan dia juga tidak berbicara sepatah
katapun kepada brian yang saat itu sedang menyetir. Pada saat brian menatap sue
yang sedang cemberut, diapun sengaja bercanda kepa sue. kemudian brianpun
berkata,
“hey…. Presdir sue, apakah anda terlalu senang jika
kita Bersama?” ucap brian sengaja
“ hm!. No….. nggak minat malah!” jawab sue sombong sambil
memalingkan wajahnya yang cemberut.
“ udahlah sue…. Anda tidak bisa berbohong pada saya, karena
saya tau kalau ini adalah siazat dari anda sendiri.” Ucap brian yang hendak
menyalahkan sue.
“ eh…. Sorry bangat yah! Ini juga bukan keputusan gue.”
Balas sue dengan menatap marah brian.
“ ok kalau itu bukanlah kesalahan anda lalu, apakah kita
akan menikah atau jujur saja kepada orang tua masing-masing?” tanya brian
kepada sue
Lalu pada seketika itu sue langsung terdiam dan mengingat
__ADS_1
sekilas memori dimana ayahnya sakit.Pada saat itu sue merasa sangat cemas akan
ayahnya itu. Dia khawatir dimana Ketika ayahnya akan jatuh sakit lagi. Kemudian
diapun terpaksa menjawab brian.
“ huf.. gimana yah cara menjelaskan kepada anda?, di sisi
lain saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya terutama ayah saya.
Anda tau kan jika kondisinya saat ini seperti apa?. Jelas anda tau karena
mungkin om feng lin sudah memberitahukan anda,bahwa peyakit ayah saya itu
sangat parah.makanya itu saya mau anda memberikan saran yang lebih logis
lagi!”ucap sue sembari cemas memikirkan kondisi ayahnya.
“ mm… iya sih, tapi saya kan sudah memiliki kekasih dan
bukan?. Tanya brian sambil menghentikan mobil tepat di depan rumah sue.
“ ya, saya memang sudah memiliki kekasih .”jawab sue dengan
sombong.
“ m…. okey. kalau begitu lain waktu apa kita bisa memperbincangkannya
.” tanya brian.
“ baiklah kalau begitu sampai jumpa alin waktu. Dan eh… iya
terima kasih presdir brian sudah mengantarkan saya tepat sampai ke depan rumah
saya, bay…” ucap sue dengan sombong dan hendak
__ADS_1
menutup mobil dengan muka yang malas
“ ok…” ucap brian yang terpotong karena sue terlanjur masuk ke
dalam gerbang rumahnya tanpa menghiraukan brian.
Pada saat itu brian pun pergi dan sue masuk ke dalam rumahnya
dan setelah dia masuk ke kamarnya dan melemparkan tasnya serta menjatuhkan
dirinya ke atas tempat tidur.
“ih…. Gak usah sok akrab kali!. ih……. Najis deh. Aduh… gimana dong, aih… gue bingung
deh.” Pikir sue dengan cemas sambil membenturkan kepalanya ke Kasurnya.
Kemudian sue terbangun dari ranjangnya dan masih kebingungan.
Dia bergerak mondar-mandir di dalam kamarnya karena ia sangat mencemaskan ayahnya.
Lalu ia mendapat ide
“aha…. Kayaknya lebih baik gue pergi deh menghampiri kak xiofang ke rumahnya agar dia bisa menenangkan
gue. Kan Cuma dia orang yang bisa tenangin gue apalagi dia kan yang paling
ngertiin gue, meskipun gue itu dasarnya orang paling dingin bukan.” Pikir sue sedang memuji pacarnya
" kalau gitu gue siap-siap dulu deh, gue udah bau ditambah ada hawa menjijikan lagi di mobil si brengsek itu, ih... uekk..."ucap sue sambil mencium baju yang dia pakai.
sesudah sue mandi iapun keluar dari kamar mandi dan tubuhnya masih terbalutkan dengan handuk.
"uhm.......harumnya diriku. oh iya kan gue harus pergi!, aduh..... gue harus cepat-cepat nih sebelum kak xiofeng tidur, nanti takutnya malah ganggu."ucap sue dengan semangatnya.
pada saat itu sue langsung memakai pakaiannya dan mempersiapkan diri untuk berangkat
__ADS_1