Dokter Yang Dingin

Dokter Yang Dingin
EPISODE11


__ADS_3

Saat di tengah


perjalanan, wajah  sue terlihat  cemberut dan dia juga tidak berbicara sepatah


katapun kepada brian yang saat itu sedang menyetir. Pada saat brian menatap sue


yang sedang cemberut, diapun sengaja bercanda kepa sue. kemudian brianpun


berkata,


“hey…. Presdir sue, apakah anda terlalu senang jika


kita  Bersama?” ucap brian  sengaja


“ hm!. No….. nggak minat malah!” jawab sue sombong sambil


memalingkan wajahnya yang cemberut.


“ udahlah sue…. Anda tidak bisa berbohong pada saya, karena


saya tau kalau ini adalah siazat dari anda sendiri.” Ucap brian yang hendak


menyalahkan sue.


“ eh…. Sorry bangat yah! Ini juga bukan keputusan gue.”


Balas  sue dengan menatap marah brian.


“ ok kalau itu bukanlah kesalahan anda lalu, apakah kita


akan menikah atau jujur saja kepada orang tua masing-masing?” tanya brian


kepada sue


Lalu pada seketika itu sue langsung terdiam dan mengingat

__ADS_1


sekilas memori dimana ayahnya sakit.Pada saat itu sue merasa sangat cemas akan


ayahnya itu. Dia khawatir dimana Ketika ayahnya akan jatuh sakit lagi. Kemudian


diapun terpaksa menjawab brian.


“ huf.. gimana yah cara menjelaskan kepada anda?, di sisi


lain saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya terutama ayah saya.


Anda tau kan jika kondisinya saat ini seperti apa?. Jelas anda tau karena


mungkin om feng lin sudah memberitahukan anda,bahwa peyakit ayah saya itu


sangat parah.makanya itu saya mau anda memberikan saran yang lebih logis


lagi!”ucap sue sembari cemas memikirkan kondisi ayahnya.


“ mm… iya sih, tapi saya kan sudah memiliki kekasih dan


bukan?. Tanya brian sambil menghentikan mobil tepat di depan rumah sue.


“ ya, saya memang sudah memiliki kekasih .”jawab sue dengan


sombong.


“ m…. okey. kalau begitu lain waktu apa kita bisa memperbincangkannya


.” tanya brian.


“ baiklah kalau begitu sampai jumpa alin waktu. Dan eh… iya


terima kasih presdir brian sudah mengantarkan saya tepat sampai ke depan rumah


saya, bay…”  ucap sue dengan sombong dan hendak

__ADS_1


menutup mobil dengan muka yang malas


“ ok…” ucap brian yang terpotong karena sue terlanjur masuk ke


dalam gerbang rumahnya tanpa menghiraukan brian.


Pada saat itu brian pun pergi dan sue masuk ke dalam rumahnya


dan setelah dia masuk ke kamarnya dan melemparkan tasnya serta menjatuhkan


dirinya ke atas tempat tidur.


“ih…. Gak usah sok akrab kali!.  ih……. Najis deh. Aduh… gimana dong, aih… gue bingung


deh.” Pikir sue dengan cemas sambil membenturkan kepalanya ke Kasurnya.


Kemudian sue terbangun dari ranjangnya dan masih kebingungan.


Dia bergerak mondar-mandir di dalam kamarnya  karena ia sangat mencemaskan ayahnya.


Lalu ia mendapat ide


“aha…. Kayaknya lebih baik gue  pergi deh menghampiri  kak xiofang ke rumahnya agar dia bisa menenangkan


gue. Kan Cuma dia orang yang bisa tenangin gue apalagi dia kan yang paling


ngertiin gue, meskipun gue itu dasarnya orang paling dingin bukan.” Pikir sue sedang memuji pacarnya


" kalau gitu gue siap-siap dulu deh, gue udah bau ditambah ada hawa menjijikan lagi di mobil si brengsek itu, ih... uekk..."ucap sue sambil mencium baju yang dia pakai.


sesudah sue mandi iapun keluar dari kamar mandi dan tubuhnya masih terbalutkan dengan handuk.


"uhm.......harumnya diriku. oh iya kan gue harus pergi!, aduh..... gue harus cepat-cepat nih sebelum kak xiofeng tidur, nanti takutnya malah ganggu."ucap sue dengan semangatnya.


pada saat itu sue langsung memakai pakaiannya dan mempersiapkan diri untuk berangkat

__ADS_1


__ADS_2