Dokter Yang Dingin

Dokter Yang Dingin
EPISODE 4


__ADS_3

Keesokan harinya Ketika sue sedang berada di rumah sakit dan


pada itu juga adalah jadwalnya untuk memeriksa kondisi ayahnya.


“ayah…..” sapa sue sembari memasuki ruang rawat ayahnya.


Ketika itu Nampak beberapa orang yang sedang duduk dalam


ruangan itu dan ternyata mereka tak lain adalah keluarganya sendiri. Dia kaget


dan menyapa keluarganya itu.


“ hay… semuanya. Kapan kalian datang?” tanya sue


“ hei sue lama tak berjumpa” ucap sepupu sue yang Bernama


lix jian (sepupu yang paling bawel)


“huffff, sini ikut aku!” ucap sue sambil menarik lix keluar


dari ruangan dan mengarah ke kantornya.


Setelah sampai depan kantor


“ehhh… lho mau kemanasih?, masuk kantor orang sembarangan”


tanya lix sambil melepaskan genggaman sue pada tangannya.


“hah…. Lho nggak tau kalau ini kantor gue.” Jawab sue sambil


menunjuk kantornya


“ behhh.. lho pasti bercanda kan, iya kan?” tanya lix sambil


tertawa meremehkan.


“ buseeeet ni anak kapan pintarnya lho. Emang lho nggak bisa


baca ini Namanya siapa?, s-u-e-j-i-a-n- sue jian. Okey”jawab sue sembari


mengejek Kembali lix.


“ hm…. Kok bisa sih? Tanya lix yang terlihat penasaran.


“ udah…. Masuk aja dulu.” Jawab sue sambil membuka pintu

__ADS_1


kantornya dan mengajak lix masuk.


“ nah sekarang gue akan jelasin sama lho klw rumah sakit ini


tu punya gue. Dan gue juga dokter di sini .” ucap sue


“ hah…. Beneran lho sue kok  aku nggak pernah denger sih?” tanya lix yang terlihat heran


“ yah… mana mungkin aku berbohong. Saat aku kabur dari rumah


aku kuliah di universitas kedokteran dan setelah aku lulus, aku bekerja sebagai


dokter bedah di rumah sakit yin dan yah untunglah aku sudah mendirikan rumah


sakitku sendiri dan berkembang seperti saat ini.” Ucap sue menceritakan


pengalamannya.


“ wow…. Memang membanggakan sekali kamu. Bagaimana bibi dan


paman tidak bisa menghargainya bukan?” ucap lix yang sangat kagum melihat-lihat


isi ruangan kantor sue


ingin aku yang mengurus perusahaannya.” Ucap sue sambil termenung


“ oh.. sabar ajalah kan sekarang kamu bisa memimpin dua


tempat kan?. Tanpa harus meninggalkan tempat kerja yang kamu dirikan ini?”


tanya lix sambil memberikan motivasi pada sue


“ huf… iya sih aku juga bersyukur kok.”jawab sue dengan


tersenyum seakan-akan kekurangan beban.


“oh ya… hari ini kok keluarga ngumpul sih?, lho tau


nggak?”tanya sue


“mm… itu katanya kamu mau menikah yah?” jawab lix membalas


pertanyaan sue


“ hah…… nikah……. Sejak kapan aku bilang mau nikah?” ucap sue

__ADS_1


sambil kaget mendengar hal itu


“ heh… jadi kamu sama sekali nggak tau kalau paman mau


menjodohkanmu dengan anak sahabatnya?” tanya lix yang kaget karena sue tidak


tau hal itu.


“ nggak!. Wah… udah nggak benar tuh ayah.” Jawab sue sambil


menggeleng-gelengkan kepalanya.


“ iddih…. Udah ahh aku mau pulang dulu!” ucap lix yang


sedang mengekspresikan mata malasnya itu.


“m.” ucapan singkat sue yang terlihat merenung.


“okay… bay” ucap lix dengan sombong.


Disaat itu lix pun keluar dari ruangan dan sementara itu sue


masih merenung.


Di sisi lain di perusahaan lin, brian sedang sibuk di kantor.


Lalu ayahnya pun datang dan hendak berdiskusi dengan anak tertuanya itu.


“ brian!. Hari ini ayah datang untuk….” Ucap ayah yang


langsung terpotong Ketika melihat brian yang sedang memangku seorang gadis


cantik.


Pada saat itu brian menoleh kearah ayahnya dan kaget melihat


kedatangan ayahnya.  Dan dia sontak melepaskan


pelukan perempuan itu.dan pada saat itu ayahnya langsung membentak brian dan


gadis itu.


“brian!! Siapa gadis ini hah?” tanya ayah brian (shio feng


lin) ekspresi sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2