
Keesokan harinya Ketika sue sedang berada di rumah sakit dan
pada itu juga adalah jadwalnya untuk memeriksa kondisi ayahnya.
“ayah…..” sapa sue sembari memasuki ruang rawat ayahnya.
Ketika itu Nampak beberapa orang yang sedang duduk dalam
ruangan itu dan ternyata mereka tak lain adalah keluarganya sendiri. Dia kaget
dan menyapa keluarganya itu.
“ hay… semuanya. Kapan kalian datang?” tanya sue
“ hei sue lama tak berjumpa” ucap sepupu sue yang Bernama
lix jian (sepupu yang paling bawel)
“huffff, sini ikut aku!” ucap sue sambil menarik lix keluar
dari ruangan dan mengarah ke kantornya.
Setelah sampai depan kantor
“ehhh… lho mau kemanasih?, masuk kantor orang sembarangan”
tanya lix sambil melepaskan genggaman sue pada tangannya.
“hah…. Lho nggak tau kalau ini kantor gue.” Jawab sue sambil
menunjuk kantornya
“ behhh.. lho pasti bercanda kan, iya kan?” tanya lix sambil
tertawa meremehkan.
“ buseeeet ni anak kapan pintarnya lho. Emang lho nggak bisa
baca ini Namanya siapa?, s-u-e-j-i-a-n- sue jian. Okey”jawab sue sembari
mengejek Kembali lix.
“ hm…. Kok bisa sih? Tanya lix yang terlihat penasaran.
“ udah…. Masuk aja dulu.” Jawab sue sambil membuka pintu
__ADS_1
kantornya dan mengajak lix masuk.
“ nah sekarang gue akan jelasin sama lho klw rumah sakit ini
tu punya gue. Dan gue juga dokter di sini .” ucap sue
“ hah…. Beneran lho sue kok aku nggak pernah denger sih?” tanya lix yang terlihat heran
“ yah… mana mungkin aku berbohong. Saat aku kabur dari rumah
aku kuliah di universitas kedokteran dan setelah aku lulus, aku bekerja sebagai
dokter bedah di rumah sakit yin dan yah untunglah aku sudah mendirikan rumah
sakitku sendiri dan berkembang seperti saat ini.” Ucap sue menceritakan
pengalamannya.
“ wow…. Memang membanggakan sekali kamu. Bagaimana bibi dan
paman tidak bisa menghargainya bukan?” ucap lix yang sangat kagum melihat-lihat
isi ruangan kantor sue
ingin aku yang mengurus perusahaannya.” Ucap sue sambil termenung
“ oh.. sabar ajalah kan sekarang kamu bisa memimpin dua
tempat kan?. Tanpa harus meninggalkan tempat kerja yang kamu dirikan ini?”
tanya lix sambil memberikan motivasi pada sue
“ huf… iya sih aku juga bersyukur kok.”jawab sue dengan
tersenyum seakan-akan kekurangan beban.
“oh ya… hari ini kok keluarga ngumpul sih?, lho tau
nggak?”tanya sue
“mm… itu katanya kamu mau menikah yah?” jawab lix membalas
pertanyaan sue
“ hah…… nikah……. Sejak kapan aku bilang mau nikah?” ucap sue
__ADS_1
sambil kaget mendengar hal itu
“ heh… jadi kamu sama sekali nggak tau kalau paman mau
menjodohkanmu dengan anak sahabatnya?” tanya lix yang kaget karena sue tidak
tau hal itu.
“ nggak!. Wah… udah nggak benar tuh ayah.” Jawab sue sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ iddih…. Udah ahh aku mau pulang dulu!” ucap lix yang
sedang mengekspresikan mata malasnya itu.
“m.” ucapan singkat sue yang terlihat merenung.
“okay… bay” ucap lix dengan sombong.
Disaat itu lix pun keluar dari ruangan dan sementara itu sue
masih merenung.
Di sisi lain di perusahaan lin, brian sedang sibuk di kantor.
Lalu ayahnya pun datang dan hendak berdiskusi dengan anak tertuanya itu.
“ brian!. Hari ini ayah datang untuk….” Ucap ayah yang
langsung terpotong Ketika melihat brian yang sedang memangku seorang gadis
cantik.
Pada saat itu brian menoleh kearah ayahnya dan kaget melihat
kedatangan ayahnya. Dan dia sontak melepaskan
pelukan perempuan itu.dan pada saat itu ayahnya langsung membentak brian dan
gadis itu.
“brian!! Siapa gadis ini hah?” tanya ayah brian (shio feng
lin) ekspresi sangat marah.
__ADS_1