
Malam hari Ketika sue hendak melanjutkan pekerjaannya di
rumah sakit Ketika ia baru Kembali dari perusahaan. Iapun masuk ke dalam
ruangan rawat ayahnya dan hendak memeriksa kondisi ayahnya itu.
“ hai ayah, hai ibu. Apa kabar ayah hari ini?”sapa sue
sambil menanyakan perkembangan ayahnya.
“ baik nak ayah sudah sehat kok.” Jawab ayah sue sembari
menggoyangkan tubuhnya yang menandakan dia sudah pulih.
“hm…. Coba aku periksa yah…” tanya sue memastikan dengan memerikasa
kondisi ayahnya itu.
“m….. ayah memang sudah sembuh tapi masih harus banyak
istirahat!.”ucap sue setelah memeriksa.
“ yah….. kan ayah mau pulang. Bosan tau disini!.”ucap ayah
dengan ekspresi tidak semangat.
“huff…. Tapi ayah….pliisss istirahat disini dulu aja yah
selama beberapa hari kedepan.” Ucap sue sambil membujuk ayahnya.
“sue…. Ingat loh orang bisa tambah sakit jika dibiarkan
stress…” ucap ibu
“ nanti kalau ayahmu disini dia bisa stress loh!.” Ucap ibu
meyakinkan sue karena merasa kasihan melihat kondisi suaminya yang setiap hari
selalu ingin pulang.
“huff…. Oke tapi untuk malam ini ayah harus istirahat di
__ADS_1
sini, terus besok pagi boleh pulang ke rumah okey….?” Ucap sue yang harus pasrah
agar ayahnya tidak stress.
“ baik nak…..” ucap ayah sambil menoleh kearah istrinya
dengan mengedipkan matanya kepada istrinya itu.
Ketika sue pulang ke
rumah pribadinya, tak disangkah ia bertemu dengan brian di jalan yang hendak
berjalan berpapasan dengan sue. Sebenarnya brian ingin mengunjungi sebuah
restoran untuk mengambil makanan yang di pesankan ibunya kepadanya dan kebetulan sue
juga ingin mampir untuk membeli memesan makanan untuk dia makan di rumahnya. Dan
Ketika mereka berpapasan mereka saling menatap.
“hm…. Anda… adalah ceo dari perusahaan jian bukan?.” Tanya
brian memastikan
“Oh bukankah anda adalah ceo dari perusahaan lin?” tanya sue
sambil menatap brian.
“ iya saya brian lin. Kalau begitu senang bertemu dengan anda.”
Ucap brian sembari menyalurkan tangannya untuk menyalami sue.
“senang bertemu denganmu juga presdir lin.” Ucap sue yang
ikut menyalurkan tangannya menyalami brian namun dengan aura yang dingin.
“hmm…. Menarik… gadis ini boleh juga.”gumam brian yang
terkesan melihat tingkah sue yang dingin
“kalau begitu saya permisi dulu, karena saya buru-buru.” Ucap
__ADS_1
sue yang ingin bergegas pergi karena dia malas untuk berbincang lebih lama
dengan orang yang asing baginya.
“oh…. Ngomong-omong anda ingin membeli makanan bukan?” tanya
brian sambil menghentikan sue untuk pergi.
“uhm….. kebetulan saya ingin lewat juga membeli makanan
apakah anda infinn masuk?” tanya brian yang sengaja beralasan agar dia bisa bisa
lebih lama melihat sifat dingin sue.
“ah….. maaf saya tidak bisa karena saya buru-buru harus
pulang. saya meninggalkan dompet saya di rumah.” Ucap sue yang sedang beralasan
agar dia tidak berlama-lama di tempat itu.
“ oh… begitu rupanya….” Ucap brian sembari tersenyum tipis
melihat sue sedang mengangguk-anggukkan kepalanya.
“ kalau begitu anda masuk saja, nanti saya akan membayarnya
untuk anda. Ucap brian yanb lagi-lagi ingin menahan sue.
“ ti…..tidak usah. Kalau begitu saya pulang dulu. Sampai jumpa
lain waktu.” Ucap sue menolak ajakan brian dan bergegas pergi.
Brian hanya memandangi sue yang perlahan menjauh darinya.
“hm…. Ternyata dia canggung juga. Tapi apakah tadi itu
artinya dia menolak ajakanku? Hah… aku baru menemukan seseorang yang seperti
dia. Kalau seandainya ada gadis lain yang aku ajak pasti mereka bakalan
memerima. Tapi dia berbeda dan dialah orang peratama yang berani meolak
__ADS_1
ajakanku.”ucap bian bergumam sembari tersenyum tipis.