Dokter Yang Dingin

Dokter Yang Dingin
EPISODE 6


__ADS_3

Malam hari Ketika sue hendak melanjutkan pekerjaannya di


rumah sakit Ketika ia baru Kembali dari perusahaan. Iapun masuk ke dalam


ruangan rawat ayahnya dan hendak memeriksa kondisi ayahnya itu.


“ hai ayah, hai ibu. Apa kabar ayah hari ini?”sapa sue


sambil menanyakan perkembangan ayahnya.


“ baik nak ayah sudah sehat kok.” Jawab ayah sue sembari


menggoyangkan tubuhnya yang menandakan dia sudah pulih.


“hm…. Coba aku periksa yah…” tanya sue memastikan dengan memerikasa


kondisi ayahnya itu.


“m….. ayah memang sudah sembuh tapi masih harus banyak


istirahat!.”ucap sue setelah memeriksa.


“ yah….. kan ayah mau pulang. Bosan tau disini!.”ucap ayah


dengan ekspresi tidak semangat.


“huff…. Tapi ayah….pliisss istirahat disini dulu aja yah


selama beberapa hari kedepan.” Ucap sue sambil membujuk ayahnya.


“sue…. Ingat loh orang bisa tambah sakit jika dibiarkan


stress…” ucap ibu


“ nanti kalau ayahmu disini dia bisa stress loh!.” Ucap ibu


meyakinkan sue karena merasa kasihan melihat kondisi suaminya yang setiap hari


selalu ingin pulang.


“huff…. Oke tapi untuk malam ini ayah harus istirahat di

__ADS_1


sini, terus besok pagi boleh pulang ke rumah okey….?” Ucap sue yang harus pasrah


agar ayahnya tidak stress.


“ baik nak…..” ucap ayah sambil menoleh kearah istrinya


dengan mengedipkan matanya kepada istrinya itu.


Ketika  sue pulang ke


rumah pribadinya, tak disangkah ia bertemu dengan brian di jalan yang hendak


berjalan berpapasan dengan sue. Sebenarnya brian ingin mengunjungi sebuah


restoran untuk mengambil makanan yang di pesankan  ibunya kepadanya dan kebetulan   sue


juga ingin mampir untuk membeli memesan makanan untuk dia makan di rumahnya. Dan


Ketika mereka berpapasan mereka saling menatap.


“hm…. Anda… adalah ceo dari perusahaan jian bukan?.” Tanya


brian memastikan


“Oh bukankah anda adalah ceo dari perusahaan lin?” tanya sue


sambil menatap  brian.


“ iya saya brian lin. Kalau begitu senang bertemu dengan anda.”


Ucap brian sembari menyalurkan tangannya untuk menyalami sue.


“senang bertemu denganmu juga presdir lin.” Ucap sue yang


ikut menyalurkan tangannya menyalami brian namun dengan aura yang dingin.


“hmm…. Menarik… gadis ini boleh juga.”gumam brian yang


terkesan melihat tingkah sue yang dingin


“kalau begitu saya permisi dulu, karena saya buru-buru.” Ucap

__ADS_1


sue yang ingin bergegas pergi karena dia malas untuk berbincang lebih lama


dengan orang yang asing baginya.


“oh…. Ngomong-omong anda ingin membeli makanan bukan?” tanya


brian sambil menghentikan sue untuk pergi.


“uhm….. kebetulan saya ingin lewat juga membeli makanan


apakah anda infinn masuk?” tanya brian yang sengaja beralasan agar dia bisa bisa


lebih lama melihat sifat dingin sue.


“ah….. maaf saya tidak bisa karena saya buru-buru harus


pulang. saya meninggalkan dompet saya di rumah.” Ucap sue yang sedang beralasan


agar dia tidak berlama-lama di tempat itu.


“ oh… begitu rupanya….” Ucap brian sembari tersenyum tipis


melihat sue sedang mengangguk-anggukkan kepalanya.


“ kalau begitu anda masuk saja, nanti saya akan membayarnya


untuk anda. Ucap brian yanb lagi-lagi ingin menahan sue.


“ ti…..tidak usah. Kalau begitu saya pulang dulu. Sampai jumpa


lain waktu.” Ucap sue menolak ajakan brian dan bergegas pergi.


Brian hanya memandangi sue yang perlahan menjauh darinya.


“hm…. Ternyata dia canggung juga. Tapi apakah tadi itu


artinya dia menolak ajakanku? Hah… aku baru menemukan seseorang yang seperti


dia. Kalau seandainya ada gadis lain yang aku ajak pasti mereka bakalan


memerima. Tapi dia berbeda dan dialah orang peratama yang berani meolak

__ADS_1


ajakanku.”ucap bian bergumam sembari tersenyum tipis.


__ADS_2